Mudik Bareng

Posting kali ini untuk menjawab posting tentang mudik di blognya  trainer. Semula ingin menjawab di kolom komen, tapi karena kepanjangan kubuat atrikel sendiri saja.

Mudik bareng dengan para asisten rumah tangga pernah beberapa kali kami lakukan.  Pertama kali sewaktu mengantar  si  teteh,  bernama Inah pulang kampung ke daerah Rancahiu, Banten. Teteh ini bekerja di rumah kami selama 3 tahun  sejak adek umur setahun sampai mau masuk TK. Kami sekeluarga akan mudik ke Bandar Lampung, tempat tinggal suami, karena arah mudik yang sama ke barat, maka kami memutuskan akan mengantar teteh Inah  dulu, yang   tidak tahu rute angkutan umum ke kampungnya, maklumlah dia baru pertama kerja jauh dari rumah.

Berangkat dari rumah sehabis sahur langsung menuju ke arah selatan kota Curug, teteh masih bisa terus menunjukkan arah. Tetapi pada suatu persimpangan dia bingung menentukan belok kanan atau kiri , terpaksa berhenti dulu bertanya kepada penduduk. Teteh  tidak tahu harus belok ke mana karena ternyata jalan sudah dibeton, sewaktu dia meninggalkan kampung setahun sebelumnya jalan masih tanah becek, sekarang jalan beton sudah sampai ke desanya. Alhamdulillah, yang tadinya kami hanya mau mengantarkan sampai persimpangan itu akhirnya langsung mengantar sampai rumah dan berkenalan dengan kedua orang tua dan saudara2nya yang lain.

Seminggu setelah Lebaran kami kembali menjemput teteh Inah. Kami mampir makan siang di sebuah rumah makan, dan menemukan nasi goreng kambing dan tongseng lezat, he…he.., akhirnya rumah makan ini menjadi kunjungan wajib kami setiap antar jemput si teteh. Pulang berlebaran di rumah teteh malahan kami dibekali nangka besar yang manis banget dan ayam kampung hidup yang bikin rusuh di mobil he..he…

Beberapa tahun setelah Inah, kami mudik bareng lagi dengan ART lain yang berasal dari Lampung. Sesampai di Bandar Lampung si mbak kami antarkan ke terminal bis, karena desanya masih beberapa jam perjalanan lagi dari ibukota propinsi Lampung itu. Lebaran ketiga kami menyusul ke desanya dan menyempatkan silaturahmi dengan orang tua dan keluarga besarnya. Anak-anak senang saja diajak berkeliling mengeksplorasi desa oleh mbak, yang jadi bahan cerita utama mereka adalah kamar mandi ala desa, karena baru pernah melihat kamar mandi tanpa atap, di luar rumah pula. Sepulang dari sana, kami dioleh-olehi hasil kebun, antara lain petai yang melotot, petai yang bijinya besar, oleh-oleh  khas Lampung banget.  Mbak belum ikut bersama kami, karena dia akan berlibur lebih lama dan kembali ke rumah kami dengan angkutan umum.

Mengajak kedua ART ini mudik bareng tenang dan nyaman saja , tetapi ada salah satu ART lain yang tidak bisa naik kendaraan, baru keluar gerbang kompleks saja sudah mabuk. Mau dibekali obat anti mabuk takut dia ketiduran di jalan dan jadi korban kejahatan,  akhirnya dibekali buah-buahan asam dan permen saja untuk mengatasi masalahnya.

Iklan

19 thoughts on “Mudik Bareng

  1. Denuzz BURUNG HANTU berkata:

    hal kecil seperti ini sudah bisa menunjukkan bahwa ayuk adalah seorang dengan hati yang sangat mulia …
    orang Indonesia harus memperlakukan pembantu juga seperti manusia .. sama makan nasi …
    jangan kita memandang pembantu sebagai manusia rendah seperti yang sering dilakukan oleh saudara kita di negeri tetangga …

    salam akrab dari burung hantu, yuk …
    sukses!!!

  2. Bundanya Dita berkata:

    Wah saya belum pernah mudik bareng ART nih. Tahun ini ART saya malah gak mudik pas lebaran,soalnya sudah mudik sebelumnya. Tapi ART ya tidak ngendon di rumah, tapi katanya mau nginep di rumah saudaranya di Cikarang.

    Hehehe sama Bun, ART saya mabuk-an. Makanya paling enggan diajak kemana2, mending di rumah. Wah…mau dong Bun, pete yang melotot itu 😀

    tetehnya nginap di cikarang?
    yah …. sama aja deh…tapi udah pengalaman kan ngurus Dita tanpa teteh,
    nggak mudik?

  3. Ceritaeka berkata:

    Petai yang melotot itu kayak apa yah mbak?
    Btw dulu kecil juga seneng kalo diajak jalan2 mudik…
    Seneng bs mengeksplorasi tempat2 baru 🙂

    Ohiya mbak..
    lg ada lomba nulis prosa di blogku… Kalo tertarik, sila intip disini 🙂

    Salam,
    Eka

    petai melotot? he..he.. ini istilahnya suami,
    petai yang bijinya bulat besar…

    lomba? pede nggak ya ? coba dicek dulu aja deh

  4. Tari-ssi berkata:

    moga aja bisa jadi contoh buat yg lain ya mbak, kalo antara majikan dan asisten rumah tangga bisa saling bersinergi dengan baik, nggak ada jarak gt.

    punya mbak musti kita kenal keluarga dan latar belakangnya juga,
    apalagi kalau dua2nya kerja, ninggalin rumah dan anak2 hanya ke tangan PRT

  5. Kakaakin berkata:

    Memang sering juga saya mendengar cerita majikan yang mengantar ART-nya mudik. Tak jarang juga saya dengar majikan yang mengantar ART yang sekalian berhenti 😀

    kalau kampungnya jauh dan nggak searah kami nggak nganterin,
    paling nganternya ke tempat teman2nya sekampung

  6. bundadontworry berkata:

    aku juga dulu waktu anak2 masih kecil, suka mudik bareng ART ini, aku ke bukittinggi, mereka ke Lampung, jadi ya satu arah juga lewat Lintas Sumatera, Mbak.
    Aku juga mengantarkan mereka sampai rumahnya, dan pulang dr bukittinggi, mengambil mereka lagi dirumahnya ….
    alhamdulillah, semuanya menyenangkan saja . 🙂
    Kalau sekarang, dah gak punya ART lagi, anak2 sudah besar dan akupun dah pensiun , jadi hanya sendiri dibantu anak2 mengelola urusan domestik.
    salam

    bunda udah nggak dibantuin di rumah?
    hebat banget bunda, masih kepegang semua dan apalagi ngeblognya selalu update tiap hari

  7. gerhanacoklat berkata:

    wah monda hebat begitu perhatiannya sama si mbak jarang lho ada majikan sebaik ini
    *acung jempol*

    he…he…musti baik2in si mbak,
    karena sbg ibu bekerja kita jadi tergantung sama mbak,
    apalagi kalau anak2 udah cocok, ya mbaknya juga musti disayang biar dia sayang sama anak kita

  8. ok berkata:

    dulu waktu masih tinggal di bandung saya juga sempat beberapa kali pulkam bareng ART naik bus, ga ngerepotin kok karena dia umurnya dibawah saya jadi malah kaya ade sendiri hehehehe…

    kalau orangnya nggak mabukan sih enak aja ya ok, malah enak ada teman ngobrol di jalan

  9. dian berkata:

    Jadi kangen lampung…
    Tapi baru bisa pulang setelah lebaran, hiks…
    Semoga nggak kehabisan lapis legit dan lemang ya 🙂

    Monda mudik lagi kah tahun ini?

    dari Lampung juga ya mbak?
    lapis legit di sana emang enak, sama kangen nyeruit nih

    mungkin mudiknya sebentar aja di sana, krn lebaran pertama mau di jkt dulu tempat mama

  10. edratna berkata:

    Untuk keluarga muda yang masih punya anak kecil, ketergantungan pada si mbak sangat tinggi.
    Saya beberapa kali pernah mudik barenag PRT saat anak-anak masih kecil….

    Kemudian saya mengatasinya dengan menambah si mbak, memang boros tapi setidaknya ada back up, jika salah satu harus pulang kampung dadakan karena ada keluarga yang sakit atau meninggal. Dan si mbak yang tinggal di Jakarta juga senang, karena bonusnya besar….dan dia mau pulang beberapa minggu setelah lebaran. Sejak menggunakan cara ini, saya bisa bekerja dengan tenang, bahkan pernah masih dinas ke luar kota hanya lima hari sebelum lebaran.

    untuk sekarang sebetulnya udah bisa nggak usah pakai PRT,
    karena anak2 juga sudah bisa bantu,
    masalahnya cuma jadi nggak bisa berangkat pagi, nunggu adek berangkat sekolah dulu

  11. arman berkata:

    emang ribet ya bu kalo ART nya mabuk di mobil. pernah lho saya diceritain temen, ART nya begitu masuk mobil, gak lama pasti muntah2. malah jadi ribet. hehehe.

    udah dicoba macam2 cara masih aja mabuk tuh,
    apa ya solusi buat orang mabuk kendaraan gitu

  12. bintangtimur berkata:

    Mbak Monda…mudik barengnya seru banget, mana ketemu nasi goreng dan tongseng kambing lagi, waduuuuuh, mau dong dibisikin lokasinya 😛
    Semoga mudik tahun ini juga berjalan menyenangkan!
    Oya, makasih masukannya mbak, berkat komen mbak di posting saya yang berjudul Cerita tentang Yuli, sekarang Yuli juga sudah ikut Kejar Paket C (setara SMA) disini, selain kursus komputer yang sudah diikutin terlebih dahulu tentu saja…thanks a lot 😀
    Ssst, lagi persiapan berbuka ya?
    😉

    mbak Irma ngiler nasgor kambing ya he..he..
    rumah makan itu masih ada nggak ya, udah lama sih

    syukurlah Yuli bisa ikut paket C, mudah2an bisa buat bekal masa depannya, senang kalau melihat orang mau maju ya mbak,
    kalau ART di rumah mama, dulu sama mama diajarin buat kue kering,
    sekarang setelah tidak bekerja lagi dia bisa jualan kue kering ,
    untuk Lebaran kami selalu pesan sama mbak ini

    bw, buka puasa sama apa mbak?

  13. nakjaDimande berkata:

    mbaakkk, aku mau petai melototnya itu
    goreng balado sama teri, manteb banget..! 😀

    aku daftar ah jadi ARTnya mba Monda
    majikan yg baiiikkk banget
    ALhamdulillah.

    petai lampung selalu jadi oleh2 nih bundo, banyak yang nanyain,
    ternyata suka juga ya,
    paling enak memang sambal petai teri ya bundo,
    favorit keluarga tuh

  14. bilikitik berkata:

    wah…menarik..
    liburan sambil bersilaturrahmi, apalagi dengan keluarga ART..
    semoga ART semakin betah menjadi bagian dari keluarga mba..

    amin,
    terima kasih ya sudah mampir

  15. nh18 berkata:

    Saya tersenyum membaca postingan ini …
    Ternyata kak Monda sekeluarga sering bepergian pulang ke kampung halaman bersama-sama dengan Para Asisten Rumah Tangga …

    Saya yakin para ART itu sangat senang dengan keluarga Kak Monda … Pulang sampai di oleh-olehi ayam hidup segala …

    Yang jelas saya tersenyum sepanjang postingan … Ini adalah contoh hubungan antar manusia yang saling membutuhkan dan saling menghormati …

    Salam saya Kak

    terima kasih oom,
    bukan bermaksud riya’ nih,

  16. Deden Hf berkata:

    Semoga selamat sampai tujuan y, bunda.. 🙂

    tetap waspada dan jangan lupa oleh2nya. he..


    den, belum balik kok,
    masih ceritain kejadian jaman dulu kala he..he….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s