Hailai = Jai Alai (reposting)

Topik ini sudah pernah kuterbitkan sebelumnya di bulan April 2010.  Artikel aslinya di sini. Artikel asli telah kuperbaiki di sana -sini.  Kali ini kembali kutampilkan karena ada respon yang menambah masukan tentang keberadaan Hailai di Indonesia. Selain itu artikel Hailai = Jai Alai ini menempati peringkat 5 besar artikel yang banyak dicari diblogku pada tahun 2010.

Dari siaran televisi Discovery kudengar kata yang familiar Hailai. Setahuku ini adalah nama sebuah gedung di Ancol, saat ini dipakai untuk bermacam-macam acara dari acara seminar sampai musik. Kupikir kata ini berasal dari bahasa Mandarin, karena bunyinya mirip-mirip bahasa itu.

Tetapi  topik Hailai yang kutonton di sini  adalah sejenis olahraga yang dimainkan di ruangan tertutup dengan memantulkan bola ke 3 bidang dinding, rasanya mirip seperti olahraga squash. Raketnya tidak lazim, bentuknya aneh sekilas malah mirip pedang salah satu suku bangsa tertentu.

Rasa penasaran membuatku ingin tahu lebih lanjut. Coba-coba cari di Oom Google  kata Hailai. Apakah Hailai Ancol ada hubungannya dengan Jai Alai? Yang muncul hanya Hailai Ancol dan kucoba telusuri melalui gambar akhirnya dapatlah gambar seorang pria memegang raket unik itu.

Foto dari  wikipedia

Jai alai (diucapkan /’hai.alai/  dalam bahasa Inggris dan  ‘xai a’lai  dalam bahasa Basque.   Olahraga ini berasal dari Basque, suatu wilayah di  pegunungan Pyrenee Spanyol. Pemerintah Basque mempromosikan jai alai adalah olahraga tercepat di dunia karena kecepatan bolanya yang bisa melebihi 180 mph. Olahraga ini dimainkan di lapangan atau court berdinding 3, depan, belakang dan kiri. Cara bermainnya adalah dengan menangkap dan melempar bola (pelota) seberat 125 g dengan menggunakan cesta, raket yang seperti pedang tadi.

Foto perlengkapan bermain jai alai  dari sini

Foto raket dari sini

Pelotaris  playing Jai-Alai

Dalam bahasa Spanyol olahraga ini disebut pelota vasca.  Tetapi dunia internasional mengenalnya dengan jai alai yang berasal dari bahasa Basque yang artinya festival, karena dulu dimainkan dalam fiesta atau festival di pegunungan tempat tinggal suku Basque. Ingin tahu lebih lanjut tentang cara bermainnya dan bagaimana perhitungan nilainya? Silahkan coba ke sini dan ke sana.

Lapangan (atau cancha) untuk permainan jai alai tediri dari 3 dinding ( depan, belakang dan kiri). Jika bola yang disebut pelota menyentuh lantai di luat tiga dinding ini, bola dinyatakan keluar. Selain itu, bola juga keluar bila mengenai  area 1 meter di bagian bawah dinding depan. Langit-langit untuk permainan ini juga sangat tinggi. Lapangan terbagi menjadi 14 garis paralel di sepanjang dinding. Garis 1 di bagian depan dan garis 14 di bagian belakang. Pada permainan ganda ada 2 pemain, pemain depan team 1 akan memulai service yang diarahkan ke team 2. Pemenang tiap poin tetap di lapangan dan akan berhadapan dengan team berikut, yang kalah ke belakang menunggu saatnya masuk lapangan lagi. Team yang pertama mendapat nilai 7 yang menjadi pemenangnya.

Untuk lebih jelasnya silahkan ke youtube untuk melihat video permainan ini di sini.

Menurut situs olahraga ini populer di negara-negara  seperti Spanyol dan Meksiko. Jai alai juga menyebar ke Brazil, Filipina, Italia, Indonesia, Cina dan Mesir.  Di AS malah pertandingan jai alai ini dijadikan ajang taruhan. Nah, apakah ini jawabannya? Benarkah permainan ini dikenal atau pernah dikenal di negara kita? Apakah mungkin Hailai Ancol itu bekas court atau fronton untuk bermain jai alai? Tidak ada info tentang sejarah nama Hailai dari oom Google. Ada yang bisa membantuku?

Dan beberapa hari lalu ada pembaca yang memberi tanggapan. Berikut tanggapan dari pak Sinarta yang pernah menjadi saksi mata melihat pertandingan Jai Alai  :

“Dulu Hailai adalah tempat judi, yang diprakarsai oleh Gubernur Ali Sadikin

Saya ingat waktu tahun 70-an jalan2 ke Jakarta sama ortu, kami ke Hailai… Benar, salah satu game yang ada adalah Jai Alai. 3 pemain satu tim, bola dipantulkan ke dinding. Ritmenya sangat cepat, seperti squash lah. Mereka mainnya dalam kandang… “Raket” nya ya seperti sendok itu lah… jadi bola yang datang ditangkap dan dilempar lagi juga dengan alat itu…

Selain itu juga ada Grayhound, yang balapan anjing ngejar kelinci mekanik… Juga ada mesin2 Pachinko, Jackpot dan sebagainya

Dulu kalau pasang taruhan kalo gak salah paling sedikit Rp 200… Waktu itu sih saya gak ngeti lah, paling umur 6 / 7 tahun…

Ingat juga dulu deket monas ada Taman Ria, dan air mancur bernyanyi… *nostalgila mode on* “.

Memang dulu judi pernah dilegalkan, tetapi sekarang tidak lagi. Olahraga inipun mungkin menghilang dari Indonesia  sejak judi ditiadakan.

Foto permainan jai alai dari situs ini.

Foto Hailai dari sini

Iklan

50 thoughts on “Hailai = Jai Alai (reposting)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s