Silaturahmi setelah berpisah

Meskipun jarang nonton infotainment di TV nasional  mau tidak  mau pasti ketangkap juga berita para selebritis yang rebutan anak setelah bercerai.   Setelah bercerai mantan pasangan suami istri tampak jadi seperti bermusuhan, silaturahmi jadi rusak.  Peritiwa perebutan anak jadi berita utama, lengkap sampai mewawancarai keluarga dan pengacara, bahkan dibawa sampai ke pengadilan.  Mendengar kisruh  seperti ini  kitapun jadi  jatuh  kasihan dengan anak-anaknya. Bagaimana dampak psikologis pada anak-anak ini?

Tidak bisakah mereka berpisah secara baik?

Minggu lalu ada dua peristiwa mengesankan kualami, keduanya tentang silaturahmi. Hubungan antar manusia setelah tidak bersama lagi. Silaturahmi yang tetap baik setelah perpisahan.

Yang pertama, peristiwa di rumah temanku.  Di acara di rumahnya ini hadir  juga keluarga besarnya. Termasuk suami dari almarhumah tantenya. Si oom ini datang tidak hanya dengan semua anak dari istri pertama, yang artinya sepupu temanku, tetapi juga keluarga barunya, yang notabene tidak ada hubungan darah  dengan temanku itu.  Tak ada rasa canggung dari istri si oom ataupun keluarga besar temanku ketika berkumpul, mereka semua bisa saling menerima dan bisa bersenda gurau. Mereka bergaul dengan baik bukan hanya di acara itu saja, tetapi sejak lama, karena akupun mengenal keluarga baru si oom itu.

Kejadian kedua di acara perkawinan temanku yang lain lagi.  Ia   telah berpisah beberapa waktu dengan suaminya. Sekarang di acara akad nikahnya yang kedua,  meskipun mantan suami tidak hadir, tetapi  mantan mertua dan mantan ipar turut datang memberi restu. Bahkan mantan ipar ikut sibuk sebagai ketua panitia dan pembawa acara.

Alhamdulillah, betapa indahnya silaturahmi bukan? Meskipun ada salah satu anggota keluarga yang tidak cocok bukan berati rusak pula hubungan dengan keluarga besarnya.  Tak ada pertengkaran atau ribut-ribut. Sebuah langkah  yang patut ditiru kurasa.

Iklan

51 thoughts on “Silaturahmi setelah berpisah

  1. dheeasy berkata:

    -kadang- bukan hal yang mudah untuk bersikap “biasa” saat bertemu dengan masa lalu yang pernah menoreh luka, tapi saat silaturahim coba tetap dijalin Insya Allah akan memberi banyak hikmah dan membuka pintu rezeki….

    _salam kenal bunda 🙂 _

  2. niQue berkata:

    silaturahmi setelah berpisah,teorinya mudah,
    kalau mau prakteknya pun mudah ya harus punya jiwa besar,
    untuk punya jiwa besar, harus pandai merendahkan hati,
    mau? Pasti maulah 😀

    Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiii teorinya pun belum lulus, gimana prakteknya? *gegerungan di pojokan*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s