Anthurium

Terinspirasi dari tulisan mbak Mechta, akhirnya ikut juga bercerita tentang tanaman.

Dulu, saya tak terlalu suka memelihara tanaman, hanya senang  melihat kedua orang tua saja yang memelihara berbagai jenis tanaman seperti suplir,  kaktus dan bonsai dari berbagai pohon. Mulainya ketertarikan itu  sesudah bekerja dan mendapatkan rumah dinas. Karena rumah terlihat kosong, ibundaku yang datang menjenguk mengajak membeli kembang. Terpaksalah harus dirawat, dan sejak itu jadi ketagihan cari tanaman seperti kuceritakan di Kembang Sepatu.

Alhamdulillah, bertemu jodoh yang senang dengan tanaman juga, jadi klop. Sekarang ada beberapa jenis tanaman di rumah kami,  tak banyak karena halaman juga terbatas.

Anthurium di bawah ini adalah hadiah dari ibunda juga ketika kami pindah ke rumah sendiri. Dulu ibuku memberikan sewaktu daunnya masih beberapa helai. Usia tanaman ini kini sudah kurang lebih 13 tahun.

Sewaktu harga Anthurium sedang tinggi-tingginya , tanaman kami inipun pernah ditawar orang dengan harga mengejutkan, tetapi tidak kami gubris, sayang kan hadiah. Di waktu maraknya kepopuleran tanaman ini ada tetangga yang kehilangan beberapa pot anthurium yang ada di teras. Kamipun khawatir juga, maka dibawa masuklah bunga ini dari teras ke dalam rumah, begitu pula dengan beberapa pot Anthurium lainnya yang lebih kecil. Tapi karena diletakkan di tempat tanpa sinar matahari pertumbuhannya sangat lambat. Sekarang setelah harga anthurium meluncur trjun bebas , pot ini kami pindahkan di bawah naungan pohon seri (kersen). Sejak itu pertumbuhannya sangat pesat,  istilah kami jadi gondrong. Mungkin karena mendapat sinar matahari yang cukup tetapi tetap teduh, karena jenis ini tidak bisa terkena matahari langsung, dan dapat pupuk alami dari serasah daun seri. Sudah saatnya mengganti pot, karena kulihat akarnya sudah penuh, tetapi perlu bala bantuan untuk mengerjakannya. Tingginya saja sudah  sebahuku.

Iklan

37 thoughts on “Anthurium

  1. hilsya berkata:

    wah, saya punya pengalaman lucu saat hampir membuat tanaman jelek yang hampir layu.. ternyata itu koleksi anthurium sirih koleksi beliau. 🙂

  2. Nandini berkata:

    waktu itu banyak banget yang kaya mendadak karena anthurium dan the wave of love.. hasil diskusi saya dan mas Dhani adalah Anthurium waktu itu adalah isu nasional untuk membuat orang suka tanaman dan akhirnya ke global warming, Bunda.. 🙂

  3. lozz akbar berkata:

    saya dulu ikutan trend nanem Aunthurium Bu.. seneng ampe jingkrak-jingkrak waktu dikasih Anturhium ma temen.. padahal gedenya cuma sejari.. eh sekarang udah besar.. lah kok malah enggak mahal harganya yo hehehe

  4. zee berkata:

    Wah fenomena harga benda tiba2 melambung tinggi memang biasa terjadi di Indonesia ini. Setelah itu baru meluncur bebas lagi.
    Aku tidak begitu suka bertanam, karena tidak suka kotor sih. Jadi biasanya nunggu mami saya datang baru kita pergi cari pohon or bunga untuk mempercantik rumah, lalu asisten cowok yang disuruh cangkul2… aku menikmati saja. 😀

    • monda berkata:

      hi..hi.. aku sendiri aja sih ngerjainnya, kecuali yang agak besar
      paling tetangga aja dimintain tolong, atau tukang kebun kompleks

  5. Mechta berkata:

    waah…kereen…itu hookeri badak kah? punyaku dulu, kubeli waktu daunnya masih 2 helai -karena hanya itu yg harganya terjangkau olehku 😦 -beberapa bulan kemudian ia tumbuh dengan bagus, daunnya bertambah jumlah maupun ukurannya. Tapii….karena saat itu harga anthurium masih melambung, ada yg tega hati mencurinya dari teras kami! Hiks…sediih banget rasanya…

    • monda berkata:

      wah sayang hilang ya..,

      kalau soal nama kurang tau persis mbak, kurasa ini jenis jenmanii
      si mama belinya sebelum harganya melambung tinggi, cuma 60 ribu,
      sempat heran bunga kok kayak daun tembakau,
      eh bertahun kemudian kok malah ngetop

  6. Necky berkata:

    bu monda…saya ini paling ga punya bakat sekaligus malas untuk yang namanya ngurus tanaman. Kalau udh urusan yg satu ini, saya mempercayakan sama istri aja deh….hehehehehe

  7. Devi Yudhistira berkata:

    huaduh, tinggi banget ya mbak…(ini aku ga konsisten, kadang bun, kak, mbak….)

    angkat tangan kalo soal taneman mbak…padahal seneng baca yg beginian, asyik kayaknya ya…

  8. nh18 berkata:

    Sebahu ?
    waduh … ada yang tinggi ya Bu …

    Yang jelas …
    saya tetap tidak habis fikir … mengapa dulu harganya bisa 20 juta lebih waktu itu ..

    salam saya

    • monda berkata:

      Mungkin penempatannya yang kurang tepat mbak. Ada yg perlu banyak matahari, ada yg maunya di tempat teduh. Tanaman apa itu mbak?

  9. Tia berkata:

    “Demam” anturium hanya sesaat yah… Nyesel gak tuh yg udah beli mahal2 yah? Hehehe… Tapi selain disiram dikasih pupuk lagi gak Mba… 13 tahun.. Lama yah.. Udah pernah berbunga Mba..?

    • monda berkata:

      Awal2nya dikasih pupuk biru itu mbak, tp selanjutnya cuma disiram air cucian beras sesekali dan daun2 gugur. Tanaman ini bandel kok. Bunganya juga udah banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s