Pohon Kersen

Minggu pagi  lalu  aktifitasku membongkar p-pot kembang yang sudah penuh dengan akar. Lokasi kerjanya paling nyaman di bawah pohon kersen yang rimbun di halaman. Rumahku menghadap barat panas  matahari siang sampai sore hari membuat suasana rumah tak nyaman. Setelah mengatapi  teras dan memasang kerai ternyata tidak banyak membantu karena yang terlindungi hanya sebagain rumah saja. Akhrinya kami menanam kersen yang mampu meneduhi bagian rumah yang masih panas., beruntung dengan menanam pohon kersen suasana dalam rumah jadi lebih adem. Kabarnya  kersen ini juga dapat menyerap polutan.

Belajar dari pengalaman itu setelah selesai membereskan  tanaman, berkelilinglah aku mencari anakan kersen. Di rumah belum ada lagi anakannya. Kersen ini akan kutanam di bagian belakang ruang kerjaku yang menghadap ke barat juga. Anakan kersen ini biasanya tumbuh menyempil di pinggir selokan.

Dahulupun sewaktu kanak-kanak halaman depan rumah kami ditanami beberapa batang kersen yang sangat rimbun. Hari Minggu kami sering berpiknik di sini, membawa tikar dan makan siang di bawah pohon. Senangnya, piknik tak perlu jauh keluar rumah.

Kersen disebut juga talok. Di Jakarta biasanya disebut ceri atau seri, di Malaysia disebut kerukup siam. Kami sekeluarga memang terbiasa menyebutnya kersen sejak dari Papua dulu.

Ternyata kersen itu berasal dari bahasa Belanda, Japanse kers. Nama ilmiahnya adalah Muntingia calabura.  Tanaman ini berasal dari Amerika tropis ( Meksiko selatan, Karibia, Amerika Tengah sampai Peru dan Bolivia).  Kersen dibawa masuk je Filipina pada akhir abad 19 dan lalu dengan cepat menyebar di seluruh wilayah tropis Asia Tenggara. (Sumber : Wikipedia?

Pohon kersen banyak digunakan sebagai pohon naungan di pinggir jalan . Sifatnya yang gampang tumbuh dan cepat membesar.  Sebab itulah pohon kersen acapkali ditemukan di wilayah perkotaan yang ramai dan padat, di tepi trotoar dan lahan parkir, di tepi sungai yang tidak terurus atau di tempat-tempat yang biasa kering berkepanjangan.

Buahnya yang kecil berwarna merah itu sangat manis. Senang sekali dulu memanjat kersen sampai ke puncaknya. Hi..hi… masih ada lho fotoku memanjat kersen, tapi karena sudah lengket sekali di album jadi susah untuk ditampilkan.

Foto pinjam dari Wikipedia

Iklan

57 thoughts on “Pohon Kersen

    • monda berkata:

      biasanya di sekitar pohon suka ada anakannya…, itu aja dipindahin
      tapi kalau mau nyebar buahnya boleh juga, karena emang gampang tumbuh di mana2 sih

  1. Prima berkata:

    aku juga nyebutnya kersen bunda… banyak banget dulu di kuburan, nyari buahnya sampe dapet sekantong plastik… wkakkaaakka.. *niat

  2. ysalma berkata:

    baru tau juga ini seri ini bernama kersen,, kalo Talok udah lumayan lama taunya,,
    oiya, katanya buahnya bisa menurunkan kolesterol lho mbak 😉

  3. Mechta berkata:

    kersen atau talok memang manis dan selalu banyak anak2 yg naik pohon dilahan tetangga yg rajin berbuah ini… 🙂 oya mbak, kudengar buah ini juga obat alternatif lho..tapi aku kok lupa utk penyakit apa.. 😦 tak ingat2 dulu ah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s