Kembang Durian

Sahabat suka durian atau  anti durian?

Bau durian yang menyengat bisa membuat pusing kepala orang yang tidak menyukainya, tetapi bagi yang suka … alamak jang … mantap kalilah itu.

Salah satunya almarhum opung godangku (kakek), beliau tidak suka bau durian tapi mengijinkan kami memakannya di rumah, asalkan jauh di belakang. Durian di Medan kan terkenal enak, rugi kalau musim durian tidak mencobanya. Bahkan di kota ini  para pedagangnya bersedia mengupaskan dan mengemasnya dalam kotak plastik sedemikian rupa sehingga tidak berbau jika dibawa ke dalam pesawat terbang. Biasanya mereka menambahkan bubuk kopi di dalam kardusnya untuk meredam bau . Kami sering juga dibawakan durian kemasan ini, bila disimpan dalam freezer bisa bertahan  beberapa minggu. Kalau ingin menyantapnya tinggal keluarkan saja dari dalam freezer biarkan di suhu ruangan dan setelah mencair rasanya tidak berubah.

Itu tentang buahnya. Ada  satu hal  tentang durian yang  membuatku penasaran.

Dulu dalam perjalanan berangkat kerja di pagi hari  kami sering menemukan pemandangan yang lain dari biasanya. Di jalan yang kami lewati itu ada sebatang pohon durian besar yang sedang berbunga lebat. Di tanah banyak kembang durian berguguran. Setiap pagi ada seorang ibu yang tertunduk membawa baskom dan memunguti kembang durian itu. Sayangnya sekarang pohon durian besar itu sudah ditebang dan tak ada lagi pemandangan unik itu.

Aku sempat bertanya ke rekan-rekanku yang asli Betawi tentang kegunaan kembang durian itu, ada salah satu yang mengatakan bisa ditumis, tapi dia juga belum pernah mencobanya, hanya mendengar cerita. Masa sih?

Karena membaca tulisan oom Iksa tentang  pancake  durian, dan pohon duriannya Trisna jadi teringat lagi tumis kembang durian. Dari browsing ternyata memang kembang durian bisa dimakan.  Seandainya tahu lebih awal, mungkin bisa mencoba resep ini, karena pohon durian di rumah mama sudah ditebang karena tua.

Dari Facebooknya Kuliner Betawi kutemukan resep ini.

Bahan-bahan :

  •  3 mangkok kembang/ karuk dan kelopak durian (bersihkan kepala putik dan serbuk sarinya
  • 1/2 sdm asam
  • 4 siung bawang merah
  • 5 buah cabe merah keriting
  • 7 ekor udang kering / ebi
  • 3 sdm minyak goreng
  • 1/4 l air untuk merebus
  • garam secukupnya

Cara membuatnya :

Rebus kembang/karuk dan kelopaknya, masukan asam jawa dan garam.

Haluskan Cabe merah keriting, bawang merah dan udang kering (ebi)

Setelah air rebusan kering, angkat dan sisihkan.

Tuang 3.sdm minyak goreng, tumis cabe dan Ebi.

Setelah tumisan harum, masukan kembang/karuk duren, aduk hingga rata.

Angkat dan siap di hidangkan..

Jadi kepengen mencobanya ada yang tahu tempat yang menyediakannya?

 

67 thoughts on “Kembang Durian

  1. Anonim berkata:

    enak lho.. terakhir makan waktu aku SD.. tahun 1988an pernah juga ikutan ngambilan kembang duren yang jatuh. pagi2 abis subuh

  2. Anonim berkata:

    Ternyata sayur kembang durian itu enak ya, baru rasa tadi di warung betawi. Kriuk kres kres gitu deh. Harus coba buat yg penasaran🙂

  3. Anrdriyana Dwi Astuti berkata:

    Sejak pny tunangan org Betawi mau tidak mau sy hrs bs buat masakan pucung gabus dan kembang durian. Awal mula si doi mnt di masakkin kembang durian, dg penuh rasa terpaksa sy masak sesuai yg diinginkanny dengan bumbu ulek dan tambahan oncom,,,,akhirnya pake air dech bumbu stlh di tumis, alhasil doi tak suka krn jd basah yang tdk spt ibu mertua masak kering. Seminggu stlh masak kembang duria tsbt main scr mendadak ke rumah mertua tnyt sdg persiapkan bumbu buat kembag durian, so dg kembang durian yg sdh d jual di pasar dg kemasan yg sdh di rebus, tnyt hrs dicuci lagi kemudia di peras, ketika tumis bumbunya dan masukiin kembangnya baru dech di tunggu lm smp air dan lendir yang keluar dr kembang durian hilang atau tiris baru dech di campur sesuai selera seperti teri yang sdh di goreng.

  4. dheeasy berkata:

    Terakhir saya makan tumis kembang duren kayaknya pas SD bun, karena paman saya punya pohon duren. Dan semenjak pohon durennya berganti menjadi rumah, sulit banget untuk memperoleh kembang durennya…

  5. choirul berkata:

    Durian sih suka, tapi harganya itu yang g toleransi sama kantong… hmmm kalo kembangnya sih belum pernah, soale di tempatku g ada pohon durian

  6. 3sna berkata:

    oooh walah, ternyata kembang durian bisa dimasak toh?😀 sy ndak pernah lihat sebelumnya loh mba… rasanya seperti opo yo? pengen juga ngerasani, walau buahnya saya nda begitu suka😀

  7. intan rawit berkata:

    aku suka banget durian bunda…tapi lagi hamil kan ga boleh makan durian yaa..hiks2

    btw enak apa ya tu tumis kembang durian bunda?di supermarket or di pasar ada dijual ga yah..hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s