Kisah Sepatu Dan Cincin

Ketika merapikan file foto dan  melihat gambar sepatu yang  diambil belum lama  ini, tiba-tiba terlintas kenangan bertahun lalu saat mengandung anak pertama,  kira-kira di usia kehamilan sekitar 5-6 bulan. Ya, kenangan itu berkaitan dengan sepatu, tetapi bukan sepatu yang ini.

Hari itu selesai jam kerja dan  ketika bersiap-siap mengganti sandal dengan sepatu untuk pulang ke rumah, tiba-tiba kurasakan sepatu menyempit. Ada apa ini ?  Memang selama bekerja sepatu kutukar dengan sandal, bukan sandal jepit ya.  Sandal kupakai dengan alasan untuk kenyamanan.  Tak mungkin sepatu menyusut secepat itu hanya dalam hitungan jam.

Berangkat kerja tadi pagi sepatu ini  masih biasa-biasa saja, tetapi mengapa sekarang susah sekali memasukkan kaki. Setelah dipaksa bisa juga kupakai, tapi terasa tak nyaman ketika melangkah pulang. Oh..oh  kulihat kakiku sudah membengkak.

Di perjalanan sempat berpikir-pikir besok bagaimana?  Sepatu yang lain di rumah  mungkin saja tak muat juga, sementara itu kakiku semakin sakit bahkan ketika dalam posisi diam tidak  melangkah. Akhirnya, ketika melewati toko sepatu,  langsung saja kumasuki dan mencari sepatu pendek yang lebih nyaman.    Kupilih sepatu  tali dengan bagian depan terbuka yang terbuat  dari karet yang empuk sebagai antisipasi jikalau kaki terus membesar.

Betul saja keesokan harinyapun keadaan kakiku masih sama. Bersyukur jadi membeli sepatu baru .

Selain kaki,  jari tangankupun ikut membengkak, kurang lebih seminggu setelah kejadian dengan sepatu itu.

Ketika sedang asyik menonton televisi malam hari , kuputar-putar cincin di jari kananku. Aku panik, cincin tak bisa bergerak. Kucoba sekali lagi perlahan-lahan, tanpa hasil juga. Kucuci tangan dengan sabun juga tak berhasil, coba dengan baby oil dan minyak goreng juga tak bisa.  Saat itu aku memutuskan potong saja cincin itu daripada jariku terjepit dan cincin menghalangi peredaran darah.

Berdua dengan si bibi  kami pergi ke orang tua temanku yang mempunyai toko emas. Kuadukan kesulitanku,  bapak temanku sih tidak menyarankan mengambil jalan pintas, coba saja pakai sabun lagi, katanya biasanya kejadian itu cuma sesaat. Tetapi namanya orang panik tidak bisa dinasehati, akhirnya pelan-pelan cincin itu digergaji. Tentu saja  aku meringis ketakutan gergaji melukai jariku.  Cukup lama juga baru cincin itu terpotong dan bisa dilepas dari jariku. Lega, tak ada ketakutan lagi, biarlah cincin jadi korban  yang penting perasaanku tenang.

Iklan

62 thoughts on “Kisah Sepatu Dan Cincin

  1. ded berkata:

    Pengalaman yangsama ketika istri hamil anak-anak kami. tapi untuk cicinnya ga sempat digergaji, masih bisa dibuka dengan bantuan sabun….he3x

  2. Desri berkata:

    mbak…aku jadi ikut ngeri membayangkan saat cincin digergaji. Gimanaaaaa…kalo sampai gergajinya nyenggol ke jari? hiiyyy….
    waktu hamil, aku bengkaknya di perut doang…hahaha…

  3. Lyliana Tia berkata:

    Wah sama Mba Monda… dulu bengkak juga, apalagi pre-eklampsi, jadi tambah parah… abis melahirkan seneng rasanya bisa lari2an lagi… ya gak Mba.. heheh..

  4. zee berkata:

    Aku juga bengkak dulu Kak. Jadi ya beli sepatu karet yang enak. Kaki itu pegeeeelll banget jd emg kudu pake sepatu yg enak dan nyaman. Begitu melahirkan dan mengurus, sepatu2 longgar itu pun disimpan. Begitu juga cincin, tadinya di jari manis, jadi pindah ke jari tengah :).

  5. ais ariani berkata:

    aku baru tahu bu Mon, kalau pas hamil itu bisa bengkak.
    besok diinget deh kalau hamil supaya cincin kawin di lepas dulu selama sembilan bulan. hehehehehe…

  6. BunDit berkata:

    Sama Bun, saya dulu waktu hamil, kaki juga bengkak, tapi bengkaknya ke ats. lho??? Melebarnya sih sedikit tp kelihatan lebih menggunung gitu hehehe, jd sepatu alhamdulillah masih muat walau sesek. Kalau jari tangan sih membengkak sedikit, gak sampai cincin menjepit. Ngeri juga pas cincin dipotong pakai gergaji 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s