Membarui Niat Dan Gaya Penulisan

Besok lembar penanggalan akan dibalik karena bulanpun akan berganti. Maka, hari ini  adalah hari untuk evaluasi  niat yang sudah kucanangkan di awal bulan April, mengikuti program Post A Day 2011, yang dimulai pada tanggal 2 .

Pada awalnya sempat kuragukan kemampuanku menulis setiap hari, karena melihat dari catatan selama ini tak ada konsistensi menulis, kadang-kadang beberapa hari berturut-turut  ada cerita baru   dan pernah lebih dari seminggu tak  ada artikel,  contohnya bisa dilihat di kalender bulan Maret. Alhamdulillah setelah menguatkan niat, akhirnya di bulan April  rencana itu bisa terlaksana. Bulan ini ada 29 tulisan di Kisahku. Selama itu ternyata belum penah kupakai usulan ide dari WP, berarti timbunan ide itu masih bisa dipergunakan. Maka kukuatkan lagi niat untuk berlanjut menulis setiap hari di bulan Mei, Insya Allah.

Cara penyajian di blog ini masih kupertahankan, yaitu tulisan yang tidak pernah panjang, seperti dituliskan kang Isro di Kartini masa kini jilid 4, dan salah satu komentar oom Trainer di  Kisahku. Kusadari pembaca  tak punya cukup banyak waktu karena harus menjelajah sekian banyak blog, dan tahu  kemampuanku yang hanya terbatas sehingga kuingin setiap kata yang kutulis dan kupilih dibaca dan dicerna dengan baik.

Kuupayakan blog ini agar selalu ditulis dengan bahasa dan ejaan yang disempurnakan, dengan maksud memudahkan anak-anakku  belajar bahasa Indonesia dan berbagai pengetahuan lain yang berusaha kusisipkan di sini. Anak-anakku  adalah pembaca setia Kisahku , karena itu  blog ini adalah sarana belajar untukku  dan anak-anak.  Sehingga bila ada kesalahan kumohon memberitahu supaya kami bisa lebih berkembang. Tetapi, meskipun berusaha memakai bahasa dengan eyd , blog yang memakai bahasa pergaulan tetap kusukai, kecuali yang berbahasa alay dan banyak memakai singkatan.

Sebagian  tulisan ini termotivasi dari tulisan mbak Imelda ketika menjadi juri di Cerita Eka  (banyak sekali peserta yang masih menggunakan ‘ku’ secara terpisah dengan kata kerja maupun kata benda, alias berdiri sendiri ) , komentar Yustha Tt  di blog salah satu teman yang sangat ingin mengoreksi pemakaian kata depan yang rancu dengan awalan,  artikel  Cahya dan foto-foto Asop   yang mengkritik pemakaian bahasa.

Iklan

59 thoughts on “Membarui Niat Dan Gaya Penulisan

  1. Nina berkata:

    Bunda aku juga sepertinya harus memperbaharui niatku, karena ada dua blog malah sering bingung mau nulis di mana 😀

    Tentang EYD, aku punya teman yang gaya bahasanya sangat EYD, baik di blog maupun kesehariannya..hahah..

  2. dwiewulan berkata:

    wah makasih mba.. banyak koreksi buatku baca artikel ini…

    jadi paham ..ada hal hal yg mesti diperhatikan didunia blogger… kebanyakan absen jadi lama belajarnya… he
    salam sukses…

  3. Bibi Titi Teliti berkata:

    whuaaaa…
    *langsung ngumpet dibawah keyboard baca tulisan mba Monda inih…hihihi…*
    *langsung ngacung*
    Aku…aku orangnya nih mbaaaa…
    yang kalo nulis ejaan nya suka berantakan dan tulisannya panjaaaaaang banget…hihihi…
    dan posting sesuka hatinya juga..boro boro posting tiap hari mba:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s