Ayo Sekolah

Salah satu tugasku adalah menyuluh ke SD.

Di salah satu sekolah negri siang di Jakarta pernah kubertemu seorang ibu yang sedang menunggui anaknya belajar. Si anak adalah murid kelas 1 SD. Mereka tinggal di Citayam, sebuah tempat di antara Bogor dan Depok, sengaja bersekolah di situ karena pada saat itu sekolah dasar di Jakarta gratis. Mereka menggunakan KRL Jabotabek setiap hari

Cukup berat bukan perjuangan mereka yang setiap hari harus menempuh jarak jauh, pasti melelahkan, apalagi bagi seorang anak. Tekad yang kuat untuk belajarlah yang mendorong mereka melakukan itu.

Ironisnya masih di sekolah yang sama, kali ini di kelas 5.

Ketika kuabsen beberapa anak lelaki tak ada. Kukorek keterangan dari para murid, anak-anak yang absen tadi sudah lama tak masuk sekolah, alasannya karena mengamen. Mereka tak mau datang ke sekolah karena : ” Enakan ngamen bisa dapat duit buat jajan”.

Sedih mendengar ini, padahal anak ibukota yang sudah disediakan fasilitas gratis, masih saja berpikir jangka pendek.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, semoga tak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah.

Iklan

36 thoughts on “Ayo Sekolah

  1. Sya berkata:

    Makanya ada slogan “Jangan beri kami uang, beri kami kesempatan”. Mereka mau ngamen karena ada yang ngasih duit. Sebaiknya kita berhenti beri mereka uang dan beri mereka hal baik yang lain.

  2. mylitleusagi berkata:

    aku bingung mau ngomong apa bunda..
    salut sama bunda yang udah melakukan sesuatu untuk mereka..
    aku belum bisa melakukan apa..apa
    tapi tanpa bermaksud pelit atau apapun..
    aku gak pernah mau kasih uang buat pengamen anak kecil..
    bukan apa..apa
    itu mendidik mereka menjadi pengemis
    dan membuat mereka semakin malas…
    suka geregetan….
    anak…anaknya disuruh ngamen..
    gk boleh sekolah…
    emaknya sibuk masang togel sambil cari kutu…

  3. Clara Croft berkata:

    Kasian ya bu.. masa depannya mungkin hancur dan kelak pasti menyesal.. apa orantua mereka tidak belajar dari apa yang mereka alami ya? Kog anaknya ga dikasih panduan

  4. r3tno berkata:

    speechless Mbak… bingung ngasih solusinya. Tapi terenyuh banget baca kisah ini. Andai saja bisa berbuat lebih 😦

  5. Orin berkata:

    Sulit ya Bun mengatasinya. Saya pernah menjadi semacam Kakak asuh untuk adik2 putus sekolah ini, tapi ada beberapa yang memang memilih untuk kembali ngamen saja dg alasan bermain di jalanan lebih menyenangkan daripada duduk manis di sekolah 😦

  6. Lidya berkata:

    kapan penyuluhan disekolahnya Pascal bun? hihihi ngarep.
    bun, mau tanya maaf kalau salah ya. mengerti mengenai gigi ga? umur berapa ya gigi susu pertama tanggal? gigi nya Pascal masih bagus semua,apalah berpengaruh nantinya dengan pertumbuhan gigi tetapnya?
    terima kasih

    • monda berkata:

      gigi susu tanggal itu kira2 umur 6 atau 7 tahun,
      lebih baik memang tanggal sendiri mbak

      berpengaruh apa mbak, situasional juga mbak,
      karena dilihat juga dari rahangnya, cukup tempat untuk gigi dewasa apa nggak

  7. Devi Yudhistira berkata:

    hiks hiks hiks…

    mbak monda, saya juga kadang tak habis pikir…

    suami saya mengajar seminggu 2 kali di sekolah gratis utk anak2 kurang mampu.

    Masalahnya, anak2 itu motivasi ke sekolahnya kok ga ada sama sekali…kemauan belajarnya juga nggak ada.
    lama2 jadi sering emosi….(semoga Allah memaafkan suami saya, amin)

    Dikasih soal, gabisa
    Diajarin, ribut sendiri, disuruh keluar malah gagguin teman lainnya
    Dikasih iming2 hadiah…maksa pengen dapet dengan cara ga bener…

    Kadang mikir, jangan2 ortunya ga prh kasih motivasi…hiks…gatau deh di mana sih masalahnya….

    sedih banget!

  8. Arif Bayu berkata:

    Itu semua karena faktor eknomi & kesejahteraan tidak merata, coba kalau semua sejahtera ekonomi keluarganya pasti gak begitu……Selamat hari pendidikan nasiosal…. semoga kedepan generasi bangsa ini benar-benar mengenyam pendidikan denga baik…….:)

  9. bundadontworry berkata:

    miris banget ya Mbak Monda kalau lihat anak2 ini mengamen dimana seharusnya mereka bermain dan menuntut ilmu,
    banyak faktor penyebabnya ,seringkali krn faktor ekonomi dan ortu yang malah menghendaki anak2 ini utk ikut mencari nafkah
    salam

  10. edratna berkata:

    Ini PR kita semua ya mbak..serba salah memang.
    Sebetulnya, yang memberikan kesadaran pertama kali adalah orangtua sendiri, memberi contoh, menanamkan perilaku yang baik.

    Sebelum pensiun, saya selalu punya anak asuh, tak mudah mengasuh mereka sampai jenjang yang tinggi, karena orangtua yang anaknya dibiayai untuk sekolah, pengin si anak menghasilkan duit banyak…maunya instan. Tapi ada beberapa yang kuat tekadnya…walau kondisi keluarga mengganggu.

    • monda berkata:

      banyak juga orang hebat di negeri ini yang berasal dari keluarga tak mampu, tapi tekad kuat untuk meraih hidup lebih baik mampu membuat mereka berhasil

      tekad, itu yang tak ada pada mereka
      ya bu, tiba2 kusadari itu

  11. Ikkyu_san berkata:

    Saya hanya mau berkata begini:
    Bagaimana kita bisa menyuruh anak-anak itu sekolah dulu baru ngamen, atau pakai uang hasil ngamennya untuk sekolah, JIKA dia melihat bapaknya memakai uang hasil kerja untuk beli ROKOK bukan beras, dan pergi BERJUDI, main PEREMPUAN? Anak-anak itu punya MATA. Dan itu akan terus menjadi lingkaran setan di keluarga-keluarga miskin. Kebutuhan untuk makan, tempat tinggal akan menjadi prioritas utama bagi mereka, dan pendidikan? Paling akhir 😦

    Dan di situlah Mbak Monda berdiri! Mengadakan penyuluhan. Terima kasih ya mbak… (Sambil membungkuk, aku mewakili teman-teman blogger) (aku yakin dalam melakukan tugas ini mbak juga tidak dibayar ekstra kan?)

    hormat saya…
    EM

    • monda berkata:

      mbak, mohon maaf saya tidak pantas terima penghormatan begitu,
      karena penyuluhan sesuai bidangku, kesehatan, ya paling hanya bisa ikut sedikit memberi saran pada orang tua dan murid,
      malahan kadang juga ngomel dan mengeluh kalau anak2 tak bisa diam,
      karena tak biasa berbicara keras, ngomong sedikit saja tenggorokan sudah sakit,
      salut kepada para guru

      betul mbak sikap orang tua tertanam pada anak,
      pernah ditanyakan pada anak TK pekerjaan bapaknya, katanya kerjaan bapak merokok

  12. Necky berkata:

    makanya saya suka malas kasih uang ke anak2 jalanan itu karena mereka bukan terpaksa tapi pilihan mereka aja. Kalau dia pilih sekolah dulu baru ngamen khan bisa juga lho….?

    • monda berkata:

      pernah lihat talk show di TV,
      para pengasuh anak jalanan itu justru minta agar tidak memberi mereka ,
      agar anak2 mau kembali ke sekolah

  13. nh18 berkata:

    Menghela nafas panjang …

    Ok … mungkin mereka harus mengamen untuk menghasilkan uang

    tetapi apakah tidak bisa setelah sekolah dik …

    Saya tidak bisa berkomentar apa-apa …
    Membaca kisah mereka yang harus jalan jauh untuk sekolah saja hati saya sudah trenyuh …
    semoga mereka masih bisa menikmati masa kanak-kanak mereka dengan riang … (walaupun sekolahnya jauh)

    salam saya

  14. niQue berkata:

    sama sedihnya saya, ketika melihat seorang anak yang datang mo nge-game, padahal saya tau dia ndapetin uang itu dari mengamen. ketika saya nasehati, eh malah dia tidak ke sini lagi. hiks … saya bilang, bukannya lebih baik uang nya dipakai buat sekolah??? ahhh anak2 jalanan, cerita tentang mereka takkan pernah selesai sepertinya 😦

    • monda berkata:

      mungkin kata si anak
      “cape deh kena nasihat lagi” he..he…he ..
      tapi bagus itu Nik, mudah2an apa yang disarankan itu bisa masuk ke pikirannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s