Lem Sangkek Asoy

Lem menurut http://kamusbahasaindonesia.org adalah barang cair atau liat, dipakai untuk merekatkan sesuatu pada barang lain ; perekat.

Lem banyak macamnya, lem kertas, lem kayu, lem besi,lem kaca, lem tikus, bahkan ada yang menggelari  lem ajaib (katanya…) yaitu lem yang banyak dijual di perempatan lampu merah dan di dalam bis kota, yang konon katanya bisa merekatkan apa saja. Ada lem yang berbau khas, sampai pernah dahulu timbul istilah ngelem, kebiasaan mencium bau lem yang dikaitkan dengan ketergantungan atau adiksi.

Di kantor pos disediakan semangkok lem yang terbuat dari tepung kanji yang dilarutkan untuk merekatkan perangko di atas amplop, atau bila lem sudah habis, merekatkan perangko cukup dijilat saja :P,  jika di rumah kehabisan lem, rekatkan saja pakai nasi 😀 Atau  teman mengetahui ada jenis lem darurat lainnya? Bisa berbagi cerita?

Jadi bertanya-tanya “lem”, mengapa sesingkat itu namanya? . Dari mana asal katanya? (Posting iseng, karena melihat ada sebotol lem hampir kering di meja).

Lain pula dengan kantong plastik yang sebaiknya dikurangi pemakaiannya. Ada yang menyebutnya kantong kresek, mungkin  karena suara yang timbul bila plastik digesekkan, tetapi ada pula yang menyebutnya  sangkek (keranjang)  asoy, istilah di daerah Palembang sekitarnya,  siapa yang pertama kali  iseng menyebutnya demikian?. (basing bae  ngapolah nak  nulis cak iko nian )

Iklan

41 thoughts on “Lem Sangkek Asoy

  1. Imelda berkata:

    Sepertinya yang benar DV deh
    berasal dari bahasa Belanda Lijmen
    ij biasa dibaca ei
    sehingga lijmen terdengar sbg leim-en
    kemudian disingkat

    setir juga dr bahasa belanda stuur yang mengalami adaptasi

    tas juga berasal dari bahasa Belanda : tas (dari sononya sudah tas). Tapi tas juga bisa merupakan bagian dari “Attache case”

    EM

    • monda berkata:

      trims mbak, aku lupa ya , bahasa Indonesia kan nggak jauh2 dari bahasa Belanda ya dengan pengucapan yang sudah berubah …. eh… berubah atau disesuaikan ya…

  2. melly berkata:

    nah klo ke pasar ibuku slalu bawa sangkek itu bund 😀
    klo ‘ngelem’ setiap aku pulang ke Lampung, sering banget nemuin anak2 di pelabuhan yg ngelem

    tp gak tau knpa disebut LEM

    • monda berkata:

      baru tau butir nasi itu ada nama khususnya ya,
      lengkap banget ya bahasa Jawa itu,
      abi dan ummi bisa diceritain nih..ditunggu ya..

  3. Agung Rangga berkata:

    Saya juga jadi bingung deh, kenapa nama ‘lem’ hanya ‘lem’… 😕
    Dan kenapa gak namanya ‘perekat’… 😆

  4. vizon berkata:

    LEM itu singkatan dari LEngket dan teMpel (asli ngasal, hahaha…)

    Nah, kata asoy untuk plastik kresek itu juga digunakan di Sumbar dan Riau. Gak tahu juga ya dari mana asalnya. Patut diteliti lebih dalam nih, hahaha… 😀

  5. DV berkata:

    Mbaca postingan ini jadi inget mantan pacarku. Dia orang Palembang hehehe…

    Mungkin awal kata lem dari bahasa Belanda; lijmen?

    Tapi kok ya jauh ya?

    Hehe.. sudahlah.. salam kenal pokoknya!

  6. bintangtimur berkata:

    Kalimat penutupnya itu apa artinya, mbak?
    *penasaran*

    Saya jarang banget pake lem, tapi kalo penyebutan tas kresek itu, hehehe…saya denger pertama kali di daerah Jawa Timur… 😀

  7. Sugeng berkata:

    Dulu saya juga sering menempelkan perangko pake ludah tapi itu dulu. Karena sekarang sudah tidak pernah mengirim surat pakai prangko lagi 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  8. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Saya kalau nempelin materai meletin lidah terus tuh materai nempel dikit ke lidah saya kemudian saya lekatkan di surat pernyataan saya untuk kembali mosting hehehe
    Makasih bunda Monda atas kehadirannya di blog saya
    Salam Takzim batavusqu

  9. Apikecil berkata:

    tante monda kreatif banget sih..hehehhe..
    iya ya, saya juga gak kepikiran lem itu dari bahasa mana..
    heheheh..
    jadi kepikiran juga nihh

  10. niQue berkata:

    xixixi ini dia kreatif kak
    apapun bisa dijadikan postingan hahaha

    aku pun sekarang klo dijalan, jadi suka moto yg aneh2, sampe kata adek kk tu, udah mulai rada2 ya si teteh ini, apa aja di foto in xixi
    ku bilang, yeah sapa tau jadi postingan, klo ga ya tinggal buang hahaha

    ok, sebotol lem yang mengering di meja, terima kasih karena sudah jadi inspirasi kk ku ini xixixi

    • monda berkata:

      aku aja nggak percaya bisa nulis aneh kayak gini..he..he..
      foto2 jangan dibuang deh Nik, dari liat foto aja bisa timbul ide kok…..
      gara2 foto sepatu ..jadi melebar cerita cincin.. halah..halah..

  11. tunsa berkata:

    kalo lem kertas saya tau bun, ada batang pohon yg daunnya kayak pohon sagu…di kampung saya banyak itu bunda..biasanya daunnya dimanfaatkan untuk atap rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s