Ditegur Malah Ngotot

Ada pengalaman unik melarang orang merokok di tempat umum?
Di tempatku bekerja sudah terpampang tulisan “Kawasan dilarang merokok” cukup besar, tetapi bila diingatkan reaksi orang berbeda-beda.

Ketika ditegur dengan halus ada yang meminta maaf dan langsung keluar atau mematikan rokoknya. Ada lagi yang ketika ditegur dia malah marah dan beralasan tidak melihat tanda tersebut dan menantang minta ditunjukkan peraturannya.

Di kendaraan umum, teguran kita bisa dibalas orang dengan pelototan matanya., sehingga lebih baik  kubatalkan saja tidak jadi menaiki kendaraan tersebut.

Di punggung busway Trans Jakarta sekarang terpampang banyak iklan layanan masyarakat untuk ini, yang isinya sangat menyentil. Salah satunya  berbunyi : Dia yang kaya, kita yang mati.

(Inspirasi dari tulisan uda Ded di sini)

Iklan

54 thoughts on “Ditegur Malah Ngotot

  1. petrus berkata:

    kita hanya butuh pembelaan, jika ada lembaga yang bisa kita telpon dan langsung memberlkan perlindungan, ngak usah takut sama yang merokok. sayangnya, walau harus berani tapi tidak ada pembelaan, susah juga. karena denda merokok itu 50 juta rupiah dan kurungan 6 bulan penjara. banyak sekali orang yang mau saya tuntut. tapi kepada siapa? melotot balas melotot lah! jika sudah ada peraturan, siapa takut, siapa yang menang sudah jelas.

    yang efektif itu kalau ada yang merokok dan dia marah, kira cari perhatian aja sama orang yang lewat, biar mereka bantu kita melototin orang yang merokok.

    saya sendiri hampir bertengkar dengan orang hanya karena menegur saja, “kalau saya merokok, terus kenapa?, kalau mau saya berhenti, tutup dulu tuh pabrik rokok”, begitu jawabannya. masih untung saya masih jaga sikap, karena dipikiran saya sudah ada 3 rencana jahat.hehehe.

    makasih artikelnya.

  2. DM berkata:

    Orang yang marah ketika ditegur merokok di tempat yang jelas-jelas merupakan tempat dilarang merokok, tidak bisa tidak: budayanya rendah. Ini soal tingkat budaya. Rendah sekali 🙂

  3. bunda alf berkata:

    Duuh iya ya mbaa… susah banget negur orang merokok. Kita yang jadi perokok pasif udah sampe batuk-batuk dan mau muntah. tapi dia tetap saja cuek bebek…

  4. bintangtimur berkata:

    Biasanya saya langsung tutup hidung kalau ada orang merokok, tapi kalau orang itu nggak ngerti juga alias cuek dan saya tidak bisa pergi ke tempat lain buat menghindar, suka saya tegur langsung aja sambil ditambah senyum dingin plus tatapan sedikit galak… 😉

  5. Aan Subhan berkata:

    perokok kebanyakan egois…kalau ga ngerokok katanya pusing tp dia merekok org lain yang pusing ga dipedulikan.

  6. Uda Riki berkata:

    ouw, produsennya tho?
    hehehe..
    tu iklannya benar2 butuh pemahaman mendalam, mbak..
    hehehe..
    jangan2 yg ngeerokok ga ngerti hehehe..
    btw, iya ni yg pada merokok..
    merokoknya pas di kamar mandi aja napa?
    😀

  7. rayafr berkata:

    Iya …jadi serba salah kalau negur orang…kita negur sebenarnya bukan buat sendiri sekeliling kadang-kadang sama keberatan juga.

    Ugh! klo mau ga usah dibagikan itu asap rokok, habisin aja sendiri, ingin rasanya berkata seperti itu

  8. yuni cute berkata:

    Emang orang sekarang sudah pada berhati baja Mbak, susah dibilangi, supaya aman lebih baik diam kok daripada jadi ribut, sing waras ngalah.. 😛

  9. Arif Bayu berkata:

    Sekarang memang serba repot mbak dikasih tahu baik-baik malah kayak gitu apalagi dikerasin, yah semoga saja kelak kesadaran mereka lebih tinggi & lebih menghargai aturan & kenyamanan serta kesehatan orang lain

  10. jasmineamira berkata:

    saya juga pernah bikin tulisan seperti ini, bund 😀 bukan tentang melarangnya sih, tp lebih karena ngeliat banner setinggi badan saya di kantor pemerintahan, dan stafnya masih aja dengan santai menghisapnya -.-‘ saya jelas nggak pernah mempunyai cukup keberanian untuk menegur orang2 yg merokok. paling cuma nunjukkin lewat bahasa tubuh aja, entah itu batuk2, nutupin idung, ngipas2. kalo orang yg nyadar, dia pasti ga akan ngisep lagi, matiin rokoknya. tapi kalo orangnya bebal, dengan cuek dia terus ngisep rokok, meski saya udah berlagak mau pingsan *lebay*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s