Borobudur, Produk Unggulan Kebanggaan Nasional

Borobudur sebagai produk unggulan dari Indonesia, tak hanya bermakna dari sisi pariwisata, tetapi juga dari sudut pandang sejarah dan spiritual, apalagi sejak 1991 telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Kedatangan aktor Hollywood, Richard  Gere ke Borobudur selama 2 hari  ( 25 dan 26 Juni) di akhir bulan ini untuk napak tilas atau perjalanan spiritual , diharapkan dapat semakin mengangkat nama candi megah ini  di seantero dunia. Candi Borobudur adalah sebuah candi Budha, tak heran bila sang aktor yang beragama Budha itu datang ke sini untuk berjiarah.

Bahkan kabarnya Menteri Kebudayaan dan Pariwisata  berharap dia sebagai seorang yang sangat terkenal akan mau diajak menjadi duta pariwisata. Efek sampingnya tentu saja akan meingkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Sebagai produk unggulan sejarah, ahli sejarah J.G. de Casparis mengatakan Borobudur adalah tempat pemujaan. Ia  memperkirakan candi ini didirikan oleh raja Mataram dari wangsa Syailendra, bernama Samaratungga, sekitar rahun 824 Masehi. Pembangunannya sendiri diperkirakan berlangsung selama setengah abad dan selesai pada masa pemerintahan putri sang raja, Pramudhawardhani. Candi ini ditemukan kembali pada 1814, ketika ditemukan benda purbakala di sana, sehingga Gubernur Jenderal VOC ketika itu, Thomas Stamford Raffless,  memerintahkan mencari tahu kebenarannya. Candi ini telah tertutup gundukan tanah akibat letusan gunung berapi.

Dipandang dari sisi spiritual, produk unggulan ini masih dipakai sebagai tempat pemujaan.  Pada 17 Mei 2011 pusat perayaan hari suci umat Budha, Trisuci Waisak diselenggarakan di sini, demikian pula pada tahun-tahun sebelumnya.

Artikel ini untuk ikut serta di acara  ADUK di Blogcamp

Iklan

26 thoughts on “Borobudur, Produk Unggulan Kebanggaan Nasional

  1. DM berkata:

    Ya, ada juga bangunan di (sekarang) Indonesia yang diakui oleh dunia dan lembaga internasional. Kita mesti berbangga? Entahlah. Bisa jadi. Tidak semua negara punya bangunan dahsyat seperti itu.

  2. Ikkyu_san berkata:

    aku ke borobudur terkahir waktu ketemu Uda Vizon dlm acara bersama bocah kweni. Berduaan Riku saja dan kita cuma mampu manjat setengah, karena aku takut ketinggian 😦
    Baru sesudah itu tahu tentang manohara. Jadi ingin ke sana 😦

    EM

  3. BunDit berkata:

    Ah, saya terakhir ke Borobudur th 2007, sehari setelah menikah, menemani mama dan bapak mertua jalan2 heehhe. Good luck dengan kontes ADUK nya bun 🙂

  4. Lyliana Thia berkata:

    Mudah2an borobudur tetap lestari sampe kapanpun, salah satu keajaiban dunia warisan leluhur yg begitu besar artinya, terutama salah satu bentuk simbol kerukunan umat beragama.. Kita bangga ya sama Borobudur, tempat ibadah umat Budha saudara qta 😀

  5. DV berkata:

    Sbelum pindah ke Australia, 2008 silam aku sempat mampir main ke Borobudur menikmati pagi di sana.. pemandangannya luar biasa!

    • monda berkata:

      ngeliatnya dari mana mas? dari Manohara?
      sempat liat juga foto2nya di mana2…keren memang, tapi sayangnya belum pernah he…he…, mungkin harus datang sekali lagi ke Borobudur

    • monda berkata:

      ngarep…banyak orang luar yang lihat, terus pengen ke sini deh..he..he…,
      masih ngetp nggak ya …kan udah lama ya nggak ada filmnya

    • monda berkata:

      sama, saya juga…rasanya belum lihat semuanya…, apalagi setelah lihat foto2 matahari terbit di Borobudur..cantik…mupeng :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s