Kopdar Bali

Sepanjang sejarahku blogging,  kopdar kali ini adalah kedua kalinya.  Kopdar pertama bertemu muka denganempat orang blogger.  Jadi baru sedikit sekali  teman yang sudah bertemu muka secara langsung.

Di Denpasar bertambah dengan dua orang teman lagi. Teman yang jauh lebih muda maksudnya he..he… ketemu dengan  Hani “Pendar Bintang” dan Ari ” Tunsa “.  Dengan Idana hanya sempat smsan saja karena sedang pulang kampung untuk merayakan hari raya Kuningan.  Selamat Hari Raya ya Idana,  ( Ida, biasanya untuk kesempatan seperti ini ucapannya apa ya…?)

 

 

Mohon maaf sebelumnya kepada teman-teman lain yang ada di Bali, karena seperti kata Ari “Bunda, kok nggak pake woro-woro?”

Liburan ke Bali memang sudah lama direncanakan (anak-anak sudah diajak menabung sejak lama he.he…) tetapi terbentur dengan persiapan si bungsu masuk sekolah baru, dan jadwal rincinya baru kami terima setelah pengumuman kelulusan SD.  Setelah urusan sekolah selesai jadwal papa dan mama yang harus menyesuaikan. Jadilah, di minggu terakhir libur rencana ini bisa dilaksanakan. Jadi repot juga cari tiket dan hotel di saat  yang singkat. Untunglah libur sekolah di tempat lain tampaknya berbeda dengan liburnya  anak-anak sehingga bisa juga dapat tiket  dan hotel. Hotel baru didapat sehari sebelum berangkat.

Hari kedua di Bali bertemu dengan Hani lebih dulu. Hani sudah ada di lobby hotel ketika kami datang dari berkeliling. Hani datang sepulang kerja.  Kami bisa langsung saling mengenali lho…langsung saja berpelukan dan cipika cipiki. Hani ternyata lebih cantik aslinya, dan  ceria, serasa bertemu dengan kawan lama . Percakapan sempat diselang-seling persiapan check in, kami pindah hotel karena anak-anak kurang sreg dengan hotel pertama. Di hotel kedua ini, All Seasons, sedang tarif promo, karena masih soft opening, lumayan sekali penghematannya…..

Setelah makan malam menurut seleranya  anak-anak, nasi uduk Kebon Kacang,  kami mengantar Hani pulang karena kepingin tahu daerah tempat kostnya Hani dan  karena khawatir juga sudah malam membiarkan anak gadis pulang sendiri,  apalagi kulihat  di Denpasar ternyata tak ada angkot.  Sempat terheran-heran,  apakah penduduk Denpasar tak suka jalan-jalan, ternyata menurut Hani andalan angkutan di sana ojek dan taksi.

Di hari terakhir sebelum check out dari hotel kembali bertemu dengan Hani yang diantar sepupunya dan Ari yang datang dengan temannya. Ari kusangka orangnya lebih tua, ternyata masih imut he..he…

Seru ngobrol  berlima,  si Ari malah  sering diledek Hani.  Mereka berdua cerita pantai-pantai yang indah di Bali. Ari menunjukkan foto-foto kunjungan  ke pantai yang akan diupload di posting berikutnya.  Foto-foto itu keren banget,  tak sabar melihat liputannya.

Sayang sekali waktu ketemu hanya singkat ya, mudah-mudahan ada kesempatan bertemu lagi. (BTW Han,  kita kompakan merah dan biru ya )

Iklan

73 thoughts on “Kopdar Bali

  1. mechta berkata:

    lhah…saya malah baru sekali kopdar mbak,hehe… selamat atas kopdar bali ya…dan mudah2an suatu saat bisa kopdar dg mbak juga…

  2. edratna berkata:

    Wahh senengnya mbak Monda…
    Iya mbak, di Denpasar sulit cari angkot, apalagi di Kuta…
    Jadi orang yang tinggal di sana rata-rata naik ojek dan taksi (inipun susah).

  3. Puteriamirillis berkata:

    senang ya bunda kalo kopdaran…saya baru 3 kali kopdar, pertama dengan putri rizkia, kedua dengan mbak lidya, ketiga kopdar rame di pelangi…

    seperti menemukan sahabat2 baru ketika kopdar ya bun…menyenangkan sekali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s