Mencari Padrao

Kisah ditemukannya Padrao Sunda Kelapa yang kudengar sewaktu jalan-jalan dengan Sahabat Museum tahun lalu membuat penasaran ingin melihat bentuk aslinya, dulu memang pernah lihat, tapi ingin tahu  lebih detail lagi. Maka, kudatangi lagi Museum Nasional di jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat  entah untuk ke berapa kalinya.

Foto Padrao ( prasasti yang dibuat oleh Portugis / Portugal di wilayah yang didatanginya untuk membuat benteng) yang kulihat tak ada di sini karena memang ada larangan mengambil gambar di Museum, jadi sekali lagi hanya pinjam dari Wikipedia saja ya.

Padrao Sunda Kelapa

Padrao Sunda Kelapa

Ketika kutanyakan pada penjaga loket karcis masuk  di mana disimpan batu Padrao, mereka hanya menggeleng tak tahu ( namanya juga penjual karcis masuk ya, bukan kurator museum), aku yang salah bertanya . Kutelusuri museum dan bertemu dengan  petugas yang bisa menunjukkan lokasi penyimpanannya. Padrao ini disimpan di gedung lama di ruang depan di sebelah kiri loket karcis.

Ternyata Padrao yang  berupa sebongkah batu kecoklatan setinggi manusia dewasa (165 cm) ini adalah batu yang sangat kokoh yang bertuliskan tanda-tanda tertentu yang menunjukkan identitas raja yang memimpin kerajaan Portugis di tahun 1500an itu. Pahatan tulisan itu masih sangat jelas, masih bisa terlihat  gambar bola dunia dengan garis katulistiwa dan lima garis lintang sejajar.  Begitu juga tulisan DSPOR ( Do Senhario do Portugal yang artinya penguasa Portugal)  dan  Espera  do Mundo. Puas rasanya hati melihatnya , hilang sudah penasaranku. Kemudian perjalanan keliling museum dilanjutkan lagi dengan melihat pameran di gedung baru di sebelah kiri.

Foto yang kuambil hanya foto gedung Museum Nasional dari pelataran depan dan dari halte busway Monumen Nasional.

59 thoughts on “Mencari Padrao

  1. IFAN JAYADI berkata:

    Duh…kalau ke Jakarta pasti yang dilakukan cuma jalan2 ke tanah abang. Habis ikut orang sih. Sebenarnya pengen banget ke Museum Nasional di Jakpus. Kalau dari jalan jaksa (krn sering menginap disana) berapa lama dan jauh ya dari Museum Nasional tsb?

  2. buzzerbeezz berkata:

    Baru tahu soal padrao ini. Aku pernah berkunjung ke Museum Nasional. Tapi karena gak ada guide yang jelasin ya kurang berkesan. Akhirnya muter-muter aja tanpa tahu kisah-kisah di balik setiap prasasti.

    • monda berkata:

      he..he..iya, jalan ke tempat bersejarah itu emang bagusnya dipandu ya..
      kita jadi tau kisah2 di belakang sebuah benda, kalau cuma lihat2 aja ya kurang berkesan

    • monda berkata:

      padrao itu ada tulisannya oom, nama raja yang memerintah saat itu..
      fungsinya jadi kayak stempel gitu, ngetekin tempat gitu di daerah baru

  3. prih berkata:

    Kunjungan ke museum buat mbak Monda selalu menyenangkan ya.
    Selalu kagum dengan teman-teman yang belajar mengartikan dan memaknai tanda dan simbol pada artefak kuno, mungkin seperti dokter membaca hasil rontgen ya…
    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s