Mainan Si Putra Mahkota

Tudung Periuk tudung periuk pandailah menari

Permainan anak permainan anak si Putra Mahkota

Kain yang buruk kain yang buruk berikanlah kami

Untuk menghapus untuk menghapus si air mata

Dunia anak adalah bermain. Bahkan Putra Mahkotapun yang nota bene seorang calon pewaris tahta kerajaan  memakai tudung periuk  atau tutup panci sebagai  mainan.  Tentulah dua baris kalimat lirik dari lagu Melayu lama Tudung Periuk itu hanya sampiran.  Yang bisa ditarik kesimpulan dari sini adalah benda apapun bisa dipakai sebagai bahan bermain.

Demikian juga kedua putri kecilku  dahulu. Ketika mereka sudah bosan dengan bermain boneka dan masak-masakan  mulai timbullah permintaan untuk membeli mainan baru seperti tayangan iklan di televisi.  Tak baik bila dengan serta merta dituruti saja permintaannya bukan? Apa  akal untuk mengalihkannya?

Papa mengajukan usul bermain kemah. “Tapi kemahnya kan nggak ada pa?”

Dengan mengajak anak-anak mengumpulkan tali rafia  dan selendang jadilah  tenda yang menutupi tempat tidur mereka.  Kedua putri kecil itupun berteriak kegirangan dan menemukan area bermain baru. Dibawalah semua boneka dan buku-bukunya ke dalam “tenda”. Bahkan mendongengpun minta di dalam tenda. Alhasil, tenda itu  tak boleh dibuka berhari-hari.

Kesenangan bermain tenda ada masanya pula untuk disudahi. Sebagai gantinya mereka minta tenda betulan supaya bisa bermain di luar kamar. Lagi-lagi  tali rafia dan selendang diboyong ke teras dan dijadikan tenda yang diikatkan ke tiang  dan pintu. Tapi inipun tak lama, kembali permintaan tenda betulan diulang.

Tak kurang akal, papa dan mama mengajak anak-anak mengisi kuis di majalah anak-anak “Bee” yang salah satunya berhadiah tenda. Setiap artikel di majalah ini memang berhadiah, ada yang berhadiah tenda, tabungan, berlangganan majalah, dan lain-lain.  Maka, anak-anakpun sibuk menulis  jawaban artikel dari setiap edisi majalah di kartu pos, memberi alamat dan menempelinya dengan perangko dan tugas papa mengirimkannya ke kantor pos.

Kicauan anak-anak sekarang berganti dengan keluhan kecewa setiap kali melihat di daftar pemenang tak ada salah satu nama mereka. Mama sudah mulai agak lemah dan ingin segera membelikan saja tenda mainan, tapi papa masih bersabar untuk menunggu. Alhamdulillah, setelah masa penantian cukup lama akhirnya  nama si bungsu keluar sebagai pemenang tenda lipat. Tenda betulan berwarna hijau  kombinasi warna primer lain yang terbuat dari bahan parasut.  Senangnya tak terkira karena mendapatkan hadiah yang dinanti-nanti. Tenda asli bukan   tenda mainan. Insya Allah, kurasa ini bisa sedikit mendidik anak untuk berusaha mencapai keinginannya dan tak hanya mengandalkan campur tangan orang tua. Semoga ada gunanya untuk masa depan mereka berdua.

Artikel ini diikutsertakan pada Mainan Bocah Contest di Surau Inyiak”.

Iklan

51 thoughts on “Mainan Si Putra Mahkota

  1. Abi Sabila berkata:

    Alhamdulillah, akhirnya saya pun selesai juga mengerjakan tulisan untuk ikut kontes yang satu ini. Semoga ikhtiar ini bisa membuahkan hasil maksimal . Amin. Saling mendoakan ya, insha Allah.

    Oh ya, saya juga sedang mengadakan kontes menulis Endorsement for Abi Sabila. Mohon doanya, dan saya tunggu partisipasinya. Terima kasih

  2. prih berkata:

    Kunjungan balik bu Monda, bagus sekali ide tendanya, putri-putri yang tumbuh dalam topangan kreativitas ayah bundanya akan berkembang imajinasinya. Majalah Bee sangat membantu, di saat anak2 kecil pilihan ada di Bobo. Camping ground di Salatiga menarik di coba ibu, udaranya masih segar, sebagai alternatif liburan dari kesibukan rutin kita, Mari silakan datang. Salam hangat.

  3. Lyliana Thia berkata:

    Wah seneng bgt waktu itu si kecil dapat hadiah tenda karena jerih payahnya ya Bun…
    dulu aku jg sering dibuatkan tenda mainan, dari selimut yang dipasang di kursi yang saling membelakangi… skrg terkadang vania juga aku buatkan spt itu… menyenangkan sekali, seperti punya private space rahasia… hehehe…

    semoga sukses kontesnya, Bun.. 😀

  4. bensdoing berkata:

    anak2 mmg selalu menyukai hal2 yang baru….disinilah dibutuhkan peran dari Ortu ( “yg kreatif” ) agar anak bisa menerima sgla sesuatunya dgn riang gembira…..
    smoga kontesnya berhasil ya…..!

  5. sakti berkata:

    kok sama ya? waktu kecil juga begitu, saya minta dibelikan pesawat, eh, bapak malah buat tenda, terus lupa deh sama pesawatnya. trik yang bagus tuh, mengalihkan perhatian anak.

  6. Devi Yudhistira berkata:

    Wah itu juga udah seneng banget mbak maen tenda bukan tenda benerannya.

    Dulu aku kecil pake meja makan, kami sembunyi di balik meja yg ditutup selendang juga.

    Arrggghhh aku sungguh terharu, membayangkan betapa bahagianya mereka saat dapet hadiah tenda dari majalah bee. Insya Allah menjadi kenangan indah masa kecil yg akan selalu dikenang dan diceritakan kepada anak-anak mereka kelak….

    Aku pengen ikutan kontes juga, tp belum bikin niiihhh

    semoga sukses ya dengan kontesnya 🙂 hadiahnya itu loooo mupeng banget deh balok mainan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s