Menikmati Jakarta Dengan Angkutan Umum Massal

Ingin jalan-jalan keliling Jakarta murah meriah?  Mau mencoba angkutan berlogo elang bondol dan salak Condet? Naik busway Trans Jakarta saja yang  merupakan salah satu angkutan umum massal. Dengan Rp 3500  saja anda bisa keliling kota,   berpindah-pindah dari koridor satu ke lainnya, asalkan jangan ke luar di terminal. Peta hijau Jakarta  ada di halte, jadi silahkan rancang  sendiri perjalanan dan tujuan  anda.

Koridor atau rute yang pertama dibangun adalah Blok M – Kota atau Koridor I ( dengan naik bis ini akan bisa mencapai daerah Kota Tua Jakarta). Sekarang sudah banyak koridor yang dibangun bertahap yang menghubungkan titik-titik di 5 wilayah kotamadya di Jakarta, yang rencana selengkapnya akan mencapai 15 koridor.

Sebagai  pengguna dan penikmat transportasi umum, sudah beberapa  koridor  kucoba, yuk cek  apa saja yang kutemui di atas bis ini.

Yang paling asyik mengamati siapa saja yang menaiki busway. Di koridor I dan koridor Ragunan – Dukuh Atas penumpangnya mayoritas pekerja di kantor-kantor di gedung bertingkat yang dandanannya perlente dan wangi,  berhigh- heels dan blazer.  Jadi banyak gadis cantik di sini he..he…

Naik Busway itu ada untung ruginya juga ternyata. Untungnya kita tak perlu takut bis akan melenceng tak di jalurnya bila lalu lintas macet.  Kendaraan umum lain biasanya akan mengambil jalan pintas, sehingga penumpang jadi melongo karena bis yang ditunggu tak datang juga.

Calon penumpang tak akan kepanasan atau kehujanan, sedangkan di jalur biasa halte bis sering kali telah ditempati oleh pedagang koran, makanan dll,  yang menunggupun terpaksa melipir di pinggiran.

Ruginya yah capai naik tangga dan jembatan transit karena faktor “U”.

Meskipun belum sempurna karena bis terkadang terlambat datang atau  sesaknya penumpang di saat jam kerja pagi atau sore hari sering membuat  dorong-dorongan di pintu halte, termasuk di halte Blok M yang banyak penumpang berpendidikan tinggi.

Antrian yang paling tertib  yaitu di halte Ragunan. Di sini ada pintu khusus untuk ibu hamil, orang sakit atau lansia. Bis akan berhenti di pintu ini terlebih dulu dan para penumpang ini diprioritaskan memilih tempat duduk. Kemudian di pintu berikut ada antrian untuk penumpang yang mau duduk di bis dan antrian untuk penumpang yang berdiri.  Setelah semua kursi dipenuhi penumpang duduk, barulah penumpang berdiri dipersilahkan masuk. Jadi tak ada desakan penumpang.

 Setiap koridor terhubung dengan koridor lainnya melalui jembatan transit. Jembatan transit ini ada yang pendek dan ada pula yang panjang melelahkan.

Sistem transit ini awal mulanya cukup menjengkelkan. Pertama kali sewaktu baru dibuka, penumpang dari Ragunan yang akan menuju Blok M atau Kota harus turun di halte Halimun dan menungu bis lain dari arah Pulogadung yang  akan membawa ke halte berikutnya di Dukuh Atas untuk berpindah melalui jembatan transit ke koridor I. Menunggu di sini bisa sampai satu jam. Sangat melelahkan karena panas dan jejalan penumpang, waktu tempuh menjadi lama, maka tak heran banyak omelan . Kejadian ini persis seperti yang dialami roker Jabotebek seperti ceritanya Dhila di sini.

Syukurlah pengelola Trans Jakarta  rupanya belajar dari pengalaman, di jam-jam sibuk sekarang sudah ada jalur yang langsung ke Ragunan – Kota atau Ragunan – Blok M. Demikian pula di koridor lainnya, sehingga penumpang akan sampai ke tujuan lebih cepat.

Himpitan di bis yang penuh sesak di jam kerja sering kali menimbulkan berita tak enak akibat pelecehan atau pencurian. Penumpang yang egois banyak juga.  Tak jarang penumpang pria berbadan tegap cuek untuk duduk dan bermesraan dengan pasangannya meskipun seorang nenek berdiri tak jauh dari mereka. Tapi tak semua orang seacuh itu, aku hampir selalu  mendapat tawaran untuk duduk dari penumpang baik hati yang masih menghormati orang lebih tua.

Jadi, punya pengalaman naik Trans Jakarta atau angkutan massal lainnya di tanah air?

Iklan

38 thoughts on “Menikmati Jakarta Dengan Angkutan Umum Massal

  1. nia/mama ina berkata:

    saya pernah mom kelilng jakarta naik busway heheh…..pertama naik dr blok m turun di amsjid istiqlal…setelah itu lanjut naik yg ke harmoni trus pindah bus yg ke kalideres…abis itu turun lg di harmoni pindah bus yg ke pulogadung heheh…..

  2. umahnya fityanakifah berkata:

    dulu sy sering naik TJ karena memang tempat kerja dilewatin oleh jalur TJ , dari ragunan ke harmoni (langsung tanpa trasit tp sekarang ga ada llagi jalurnya (kalo ga salah)…mmmemang lama antrinya dan panjang transitnya,sy naik dari halte rawajati bukan dr ragunan jd sudah pasti penuh sesak dr arah ragunan maka slalu berdiri kecuali berangkat siang …

    anehnya TJ dan kereta api penuh sesak tp angkutan pribadi tetap banyak sehingga jalanan biasa tetap macet. Jakarta jakarta mesti byk yg dibenahi ya

  3. krismariana berkata:

    aku beberapa kali pakai TransJakarta (TJ), mbak. aku berusaha menghindari naik TJ pas jam berangkat atau pulang kantor. sebenarnya cukup enak sih TJ ini, tapi yang aku kurang suka adalah kalau busnya lama sekali datangnya dan penumpang numpuk. nanti pas busnya datang, calon penumpang pasti didorong-dorong deh. tapi belakangan aku milih naik bus biasa, naik patas kalau bisa hehe.

  4. nique berkata:

    sudah pasti pernahlah Kak,
    belom ke Jakarta klo belom ngerasain angkutan massalnya hehehe
    rasanya hampir pernah nyobain semua deh, dari angkot kecil, metromini, bis, dan terakhir transjakarta itu.

    tapi tetep sih ga sukanya itu tadi naik jembatannya itu lho, udah nguras energi duluan, kesannya kayak birokrasi Indonesia banget karena muter2 hihihiih
    yang kedua ga suka karena ga bisa turun di depan lokasi, kalau naik angkot kecil kan bisa turun persis di depan Mal, misalnya hahahaha ketauan niy penumpang yang suka bikin macet, ga mau turun di halte, mau enak sendiri hihihiih

  5. Budiman Firdaus berkata:

    Saya baru naik sekali mbak, kebetulan saya kuliah di bandung, jadi jarang ke jakarta,..
    waktu itu saya naik dari Halte dekat balai sidang DPR, trus turun di cawang, saya naik sekitar jam 1 siang sih, tapi masih rame juga,.

    penilaian saya : penuh sesak walaupun bukan di jam kerja,

  6. kawanalma95 berkata:

    Nailk trans jakarta memang seeh lebih tertib dan nyaman di banding kendaraan bis lainnya. Dan sepertinya memang lebih cepat dan lebih asik . Tapi sayangnya dari depopk belom ada ya. Coba ada ya bisa sering naik neeh. Apalagi kalo sampe bogor. Kapa ya adanya. Makasih ya mau berkunjung ke tempat saya , saya mulai ngeblog lagi setelah lamaaaaaaaaaaaa banget ga ngeblog lagi

  7. kettyhusnia berkata:

    kalo ke jakarta, suami pasti ngajakin naik angkutan ini mbak, memang bener, murah meriah dan nyaman. Beberapa kali naik dengan 2 anak balita, umumnya mereka sangat toleransi. bahkan si kecil pasti nyempetin bobo..hanya ya itu..ngos2an pas lewat jembatan penyebrangan hehehe yah susah2 dahulu..senang2 kemudian ya mbak 🙂

  8. Evi berkata:

    Saya sudah lama pengen jalan-jalan menelusuri koridor-korior bus way namun belum juga kesampaian. Mudah2an gak lama lagi ikut jejak Mbak Monda 🙂

  9. Gandi R. Fauzi berkata:

    Belum pernah ke Jakarta, hehe…
    Di Denpasar – BALI juga ada, namanya Sarbagita, TAPI menurut saya SANGAT TIDAK COCOK,,, Denpasar ukuran jalannya kecil, daerah Kuta juga uda macet, ditambah BUS yang segede gambreng, jadi yaaaaa tambah maceeettt, 😛

  10. Nchie berkata:

    Pengeen bangen naik busway..
    Tiap maen ke jakarta,ga sempet aja naik..

    Ini catatan agenda beberapa tahun kebelakang,belom tercapai Bun..
    naik busway dan ke Monas hahaa…

  11. edratna berkata:

    Saya pernah naik busway dengan si sulung pas hari Minggu, asyik karena tak berdesakan. Kemudian mencoba untuk pergi dan pulang kerja..waduhh dorong-dorongannya yang nggak tahan..akhirnya berhitung, apa yang saya cari? Karena kerja sekarang kan hanya untuk meluangkan waktu, bukan seperti saat muda dulu….

    • monda berkata:

      saya sekarang juga udah jarang naik busway, karena sudah ada bus patas yang langsung, nggak pakai pindah2, jadi enak bisa tidur he..he..

  12. niee berkata:

    Setiap aku ke Jakarta pasti ada sekali atau dua kali aku naek trans bun.. untuk rute yang mudah tentunya, sekalian ngirit daripada naek taxi terus.. hehehe..

    Sayang transportasi masal di Pontianak gak ada. Bahkan opelet sudah jarang sekali disini karena gak ada penumpangnya >.<

  13. prih berkata:

    Beberapa kali menikmati kemewahan tersebut saat menjenguk mbarep dan tengah, cukup nyaman koq, namun saat puncak wow antrian puanjang. Manggut-manggut pegang lutut nih, tuk faktor U yang tidak bisa ditawar. Salam

  14. LJ berkata:

    hmm, berarti orang tua macam kita masih bisa dpt tempat duduk ya kak..?

    di bukittinggi gak ada bis, hanya ada angkot dan angdes, sudah biasa berangkat bareng pedagang makanan atau sayur. 🙂

  15. Lyliana Thia berkata:

    aku inget dulu Bun, waktu kuliah, pernah satu bis sama dosen.. padahal dosen lainnya naik mobil.. beliau naik bisa… ya ampun kita jd malu… bis kosong sih, msh pagi2 bgt.. jd sama2 duduk.. hehehe…

    trus yg paling bikin jengkel tuh BUn.. dulu kalo ada pertandingan bola, bisnya dibajak deh.. ih kesel… tuh anak2 ababil beraninya rame2…

    klo trans jakarta aku jarang naik Bun.. daerah rumahku nggak dilewatin trans jakarta soalnya.. heheh…

  16. nh18 berkata:

    Trans jakarta … saya sudah pernah …
    Kereta api … saya juga dulu sering sekali …

    Bahkan saya pernah naik kereta api … berisi pasir dari Kebayoran lama ke Serpong … hehehe

    Salam saya

    • monda berkata:

      ngapain oom naik kereta pasir?
      teman kerjaku juga seperti itu, ibu2 lho oom, dia suka naik kereta barang supaya lebih cepat sampai rumah
      duduknya di dekat masinis

  17. Orin berkata:

    Oh? baru tau di halte Ragunan sekeren itu Bun. DUlu sebelom jd biker, bolak balik rawamangun-sudirman untuk pergi ke JF naik busway, seru pas ngantri di dukuh atas malam2, semua org pgn pulang jd bus penuuuuuuh bgt 😀

    • monda berkata:

      iya halte Dukuh Atas itu penuh banget

      bunda ngakalinnya naik dulu ke jurusan blok M, lalu turun di halte berikutnya (Setiabudi kalau nggak salah), baru deh naik yang ke jurusan Kota,
      supaya bisa masuk lebih cepat

    • monda berkata:

      iya sih, ada aja sebetulnya yang bisa diceritain
      tapi kalau ngomongin soal angkutan umum terus, ya takut pada bosan
      bunda sampai buat kategori khusus angkutan umum lho

  18. arman berkata:

    punya pengalaman naik trans jakarta. sekali2nya itu doang. hahaha.
    mungkin emang wrong timing aja sih. waktu itu pas lagi libur lebaran jadi ya TJ nya gak penuh. tapi pas kita naik tuh, orang2 yang lain yang disana pada bau badan. wuiiii jadi eneg malahan bu sepanjang perjalanan. hahaha.

  19. mama-nya Kinan berkata:

    apa kabar bun, met tahun barun hijriah yah bun..semoga tahun ini lebih lancar dan banyak berkah dan ridho allah swt
    maaf lama nggak mampir kemari, biasa cangkulan yang nggak bisa diajak kompromi bun..
    membaca postingan bunda yang ini jadi ingin kejakarta nieh..kangen dengan keruwetannya hehhee 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s