Ganti Nama

Membaca posting mbak Anna Fardiana di sini, jadi teringat dengan keponakan yang heboh karena namanya jadi bahan ledekan di sekolah. Tak usahlah kuceritakan tentang dia ya, kasihan nanti pasti dia makin tak suka dengan namanya. Bahkan  keponakanku ini  sampai mencari orang-orang bernama sama dengannya di FB hanya untuk menanyakan apakah pernah jadi bahan ledekan, Padahal namanya itu adalah nama dari tokoh sejarah Islam terkenal  yang gagah berani. Hanya karena ada kata bahasa Indonesia yang mirip dengan nama itu, yang mengakibatkan namanya diplesetkan.

Soal ganti nama ini tak hanya karena malu , bisa juga karena ada tokoh yang jadi panutan. Anak sulungku dahulu pernah minta ganti nama panggilan. Dia ingin disebut mbak Saras karena ketika itu di televisi ada cerita Saras 008, gadis kecil pembela kebenaran. Memang beberapa saat kakak sempat dipanggil mbak Saras, tapi tak lama, hanya selama filmnya masih tayang di televisi saja.

Namaku sendiri sebetulnya juga rawan jadi bahan plesetan ha..ha.. Tetapi ketika masih sekolah tak ada teman yang mengganggu jadi memanggilku dengan Honda atau Monde, mungkin jaman itu memang tak main plesetan nama.  Yang diplesetkan justru nama orang tua.

Aku sempat dipanggil Monde Butter Cookies oleh almarhum dosenku sendiri. Tak masalah, karena beliau memang hampir selalu mengganti nama para mahasiswanya, atau mungkin karena saat itu aku sudah lebih dewasa dibandingkan keponakan?.

Kepada almarhum papa pernah kutanya arti namaku yang diambil dari bahasa daerah. Artinya bagus yaitu agar mudah dapat rejeki. Nama ini  sedikit dimodifikasi supaya tak terlalu sama dengan nama orang lain yang sedaerah. Akibatnya namaku jadi langka. Sekalinya ada kesamaan namaku yaitu di buku cerita punya anak-anak. Si adek yang menunjukkan nama mama sama dengan nama serigala ( ha.. ha.. asal jangan mama sama galaknya dengan serigala).

Sebelum punya nama sekarang, almarhum sempat mau memberi nama sesuai tokoh di buku-buku yang pernah dbacanya. Saat itu dia sedang suka baca novel sastra Rusia Alternatif nama yang disiapkan antra lain Anna Karenina dan Olga. Untung saja tak jadi Olga ya, nanti bisa jadi kakak adik sama Olga Syahputra.

Iklan

41 thoughts on “Ganti Nama

  1. ita berkata:

    laaa ini permasalahan saya sejak duluuuuu kala 😀
    namaku bisa juga dibilang jarang dipake.
    rawan diplesetkan, rawan salah dikira cowok juga.
    halaahh 😀

    makanya sekarang lebih suka dipanggil ita aja. wes lumayan trauma kalo ditanyain nama 😀

  2. Ni Made Sri Andani berkata:

    Saya juga pernah tidak menyukai nama saya, Mbak. Itu terjadi pada saat TK. Saya merasa nama saya kurang keren. Apalagi kalau dibanding dengan seorang anak lain yang sangat populer waktu TK, yang bangsawan, kaya raya dan punya banyak teman. Semua anak pengen berteman dengannya.

    Lalu saya bilang ke ibu saya kalau saya ingin nama saya diganti dengan nama yang sama dengan anak populer itu. Ibu saya malah mentertawakan dan menggoda saya, sampai saya menangis meraung-raung.

    Setelah SD, saya bersyukur nama saya tidak jadi diganti. karena belakangan saya tahu dari teman yang lain bahwa anak yang paling populer di TK itu ternyata kurang pandai dan akhirnya tidak naik kelas (beda SD dengan saya). Yah.. akhirnya saya sadari memang lebih baik menjadi diri sendiri. Benar, Mbak?

  3. anna berkata:

    Monda jadi Monde atau Honda?
    hehe.. ada2 aja ya mbak…
    kalo saya seperti yang pernah saya tulis di blog, semata2 karena keinginan anak kecil saja.. nggak ada niat lain ato karena diejekin.

  4. kakaakin berkata:

    Iya ya… kok dulu anak2 sering banget ngolok2 pake nama orang tua. Heran deh…
    Memang ada2 aja dengan nama panggilan. Kadang ada yang menyingkat nama teman2, seperti salah seorang teman saya yang bernama Budi Setiawan. Jadinya dipanggi Buset.

  5. Gaphe berkata:

    ada qoutes yang bilang : panggillah saudaramu dengan nama yang disukai… ternyata memiliki nama yang sesuatu banget bisa jadi bahan ketawaan yah. termasuk nama kamu jug aya mon.. untung nama saya ngga aneh-aneh, jadi nggak pernah diketawain hanya karena soal nama. hehehe..

    sorry lamaa banget gak mampir di mari 🙂

  6. Mabruri Sirampog berkata:

    ooowhh itu sejarah namanya toh bun. Eh, iya, untung ga dikasih nama olga. bakalan heboh mpe sekarang pasti kalau dulu dikasih nama olga.. 😀
    Nama itu merupakan doa dan harapan, ya kewajiba ortu untuk memberikan nama yang baik untuk anak-anaknya

  7. Evi berkata:

    Evi nama panggilan saya, tapi nama asli berbau bule banget, tapi tak perhatikan gak ada orang bule memakai nama itu. Nah karena asingnya itu waktu kecil saya juga menderita gara-gara nama ini. Namun emang gak pernah kepikiran nyuruh ibu-bapak menggantinya, cuma menyesali saja waktu itu, kok ngasih nama anak aneh-aneh..Sekarang nama tersebut hanya tertera di STTB, KTP, dan buku bank. Buka malu menggunakannya, namun ribet kalau menyebutkan, tiap kenal orang baru harus menyebutkan berulang. Belum lagi kebanyakan orang salah tulis dalam menuliskannya..

    • monda berkata:

      memang sebal kalau harus mengeja nama kita berulang2
      nama suami sebetulnya Indonesia banget, tapi jarang orang yang menuliskan dengan benar, terutama di lingkungan RT RW sini,
      padahal di data ya udah ditulis, tetap aja salah lagi

  8. Sofyan berkata:

    Iya Bunda nama saya Sofyan sering dipanggil Sofy,hmm itukan pangilan untuk cewek akhirnya saya kasih Kang aja biar kelihatan kalau saya cowok hehehe

    • monda berkata:

      hi..hi.. jadi ingat teman kerja cowok , tapi namanya 3 kata yang biasa dipakai cowok cewek,
      waktu training gara2 nama dia didaftarkan sekamar dengan ibu2, he..he…

  9. nh18 berkata:

    Masalah nama memang kadang bisa membuat kita senyum-senyum sendiri …

    Merujuk pada pengalaman saya …
    Pada umumnya teman-teman saya jarang memelesetkan nama saya … karena memang agak susah juga membuat plesetannya …

    Namun cilakaknya … mereka kadang memanggil nama julukan saya menjadi … Bongkok … bongkok …
    (itu karena saya kalau jalan memang agak membungkuk … )(hahaha)

    Salam saya Kak

    • monda berkata:

      anak2 kok ya bisa aja ya buat julukan, nggak bisa nama malah meledek fisik
      sebetulnya asal jangan dibawa ke hati aja, ya

      tapi kalau memang anak itu peka , ledekan ini bisa buat minder dan malas sekolah

  10. lozz akbar berkata:

    nama saya Lozz ini juga hasil pelesetan teman-teman loh tante, itu aja masih dipelesetin lagi malah ada yang manggil Los Blancos hehe, emang saya ini klub bola kali ya.

    tapi biar deh

  11. LJ berkata:

    sampai sekarang aku tetap suka dipanggil butet sama mama dan semua sodara.
    serasa jadi anak kecil terus. xixixi.

    katanya orang batak malah ogah dipanggil butet ya kak..?
    padahal itu lagunya syahdu bener loh., selalu tertegun setiap mendengar lagu tersebut..

    ini ceritaku.. numpang ngiklan ya kak 😛 : http://ladangjiwa.com/579/butet-putriku

    • monda berkata:

      Panggilan Butet atau Ucok itu buat anak2 aja, jarang yang sampai dewasa pakai nama itu

      dulu kedua Opungku (kakek nenek) saling memanggil pasangannya dengan Tet …..
      kupikir mereka berdua bernama sama, ternyata itu berasal dari ayah si Butet, atau mak si Butet, karena anak tertuanya perempuan

  12. niee berkata:

    Nama aku juga lumayan aneh bun.. irni.. biasanya kan irma atau indri.. tp aku ada nyelip irma juga seh.. Tp krn langka.. aku jd suka 😀

  13. vizon berkata:

    Sewaktu nyantri dulu, rada gak pede dengan namaku, Kak… Terlihat kurang Islami. Sebab tidak menggunakan bahasa Arab. Nyaris ingin menggantinya dengan Ahmad, Abdullah atau Muhammad. Tapi, setelah mendapatkan penjelasan dari papa soal makna namaku itu, akupun bangga dan senang. Bahkan, sangat jarang orang yang menggunakan nama Vizon bukan? Jadi, tidak pasaran gitu, hehe.. 🙂

    Soal pemberian nama, aku pernah tulis di sini: http://hardivizon.com/2008/10/15/nama-doa-kepribadian-dan-kebangsaan/

  14. nique berkata:

    katanya nama itu merupakan doa dari yang memberikan,
    tapi namaku sepertinya dibuat dari seru2an adik2nya mamak saja,
    sehingga artinya pun tak ada.
    begitupun, aku tidak pernah malu dengan namaku, wlo sekarangpun tak ku pajang di blog ku hehehe … padahal unik dan tak biasa.
    sejak kecil sampai besar, macam2lah cara orang manggil, tapi yang paling ku suka ya panggilan yang sekarang, penggalan dari 2huruf terakhir nama asli – Ni 😀

  15. Arman berkata:

    hehehe ngasih nama anak itu emang sebenernya suatu keputusan yang berat. karena harus dipikirkan baik2 jangan sampe nanti anaknya malah malu dengan namanya atau diledekin temen2nya karena namanya di plesetin.

    walaupun ya sebenernya ledek2an itu sih biasa ya. lagian paling itu cuma sesaat doang. pas udah gede juga udah gak ada yang ledek2an nama lagi… tapi ya namanya anak2, kalo pas diledek pasti nanti jadi sakit hati. 😀

    dulu pas kecil pun saya gak suka nama saya lho bu. abis dipanggilnya man.. man… kayak paman-paman. huahaha. tapi untungnya sih saya gak pernah mengalami diledek temen soal nama. dan lama2 pun saya jadi suka ama nama saya. gak pernah terpikir mau ganti nama. 😀

    ada cerita tentang ganti nama nih. temen saya ada yang anaknya sakit-sakitan. menurut mertuanya karena namanya gak cocok. jadi harus diganti. udah diganti, masih sakit-sakitan. katanya gak cocok lagi. jadi harus diganti lagi. huahaha. ribet banget gak sih…
    lagian apa hubungannya ya bu antara nama sama sakit-sakitan… 😛 masa tiap sakit harus ganti nama? 😀

  16. prih berkata:

    Oh nama, nama KTP, nama panggilan keluarga, nama sapaan sahabat, satu pribadi banyak atribut. Nama plesetan eda semua produk keren lho yang juga berarti ber-rejeki tinggi khan. Selamat berakhir pekan.

  17. ahsanfile berkata:

    wakakaka…. dan ternyata yang aku alami adalah namaku diplesetkan oleh orang tuaku sendiri …

    “togog” adalah panggilah alternatifku oleh orang tuaku…

    hiks …

  18. indahjuli berkata:

    Kata orang tua-tua, nama adalah doa ya, kak.
    Ketiga anakku, nama depannya khas nama Batak, padahal nggak punya marga. Cuma satu yg sering diledekin karena dikira nama laki-laki:)

  19. Imelda berkata:

    hehehe memang sulit ya mencari nama itu. Waktu Riku, aku memilih Riku karena bisa menjadi Rick dalam bahasa Inggris. Jadi sempat cari juga yang mirip, misalnya Jack. Tapi Jaku bahasa Jepang artinya lemah! Langsung coret deh hehehe.

    • nique berkata:

      untung jadinya RIKU ya mba, tapi klo dia di Indonesia nanti diplesetkan jadi rikuH? 😀
      klo KAI itu dalam bahasa karo artinya APA?
      hehehe … kebayang dong klo tak ajak Kai ke tanah Karo sana, bakalan Kai nyaut terus setiap dengar orang bilang : Kai? hihiihih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s