Pernah Coba Sambal Jahe?

Terinspirasi tulisan  Imelda tentang air jahe,  mengingatkanku tentang  pengalaman dengan jahe.

Menurut Wikipedia :

Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunanizingiberi, dari bahasa Sansekerta, singaberi

Masih info dari Wikipedia, ternyata jahe itu asalnya dari India, atau China. Aduh, salah sangka selama ini. Kukira karena dulu kita dijajah karena pencarian rempah-rempah, semua tanaman rempah itu asli Indonesia.

Pengalamanku dengan jahe  cukup unik. Ketika hamil anak pertama, terasa sekali banyak perubahan pada tubuh.  Pinggang rasanya sakit tak tertahankan. Ketika duduk  harus bergerak pelan sekali, bahkan harus ditopang dengan bantal, begitupun ketika tidur. Susah membalikkan badan.  Menurut dokter hal itu  dikarenakan tubuh  menahan beban.

Karena  rasa sakit tak hilang dengan obat-obatan oles, mertua menyarankan memakai parutan jahe. Jahe parut itu kutempelkan di sekitar pinggang. Panas luar biasa, bahkan sampai setelah jahe dilepaskan.  Tapi, kucoba bertahan walau sambil meringis. Dan, memang ampuh lho, setelah beberapa kali pemakaian,  sakit pinggangpun hilang.

Jahe itu yang terenak menurutku dibuat sambal jahe. Ini resep lama yang beredar di keluarga, yang sangat disukai almarhum opungku. Sambal jahe ini harus ada bila membakar ikan mas. Ikan mas yang telah diolesi garam dan jeruk nipis, kemudian  dibakar dengan bumbu sederhana, cukup dengan  olesan tipis mentega.

Untuk membuat sambalnyapun sederhana saja. Jahe segar dan sedikit garam digiling halus, kemudian tambahkan irisan bawang merah dan perasan air jeruk nipis.

Dengan bumbu sederhana ini daging ikan terasa lebih manis dipadukan dengan cocolan sambal jahe  dan nasi pulen, perut terasa hangat dan  makanpun tambah lahap. Selamat mencoba.

Kemarin telah kuterima paket cantik dari mbak Imelda, karena telah menjadi salah satu top komentator di Twilight Express.  Souvenir dan diarynya cantik  sekali. Diary yang sudah terbit sejak tahun 1950 ( waw…. mengagumkan) itu  menampilkan  foto-foto indah karangan bunga khas Jepang, Ikebana dan Bonsai. Masih kupikir-pikir, sayang ya kalau ditulisi he..he… Terima kasih mbak EM.

72 thoughts on “Pernah Coba Sambal Jahe?

  1. Ann berkata:

    Untuk sakit otot, panasnya jahe ngalahin balsem.
    Untuk musim hujan gini jahe juga cocok buat campuran minum, malah sebulan ini aku minum bandrek terus.
    Pokoknya urusan anget-anget jahe emang jagoannya.
    Tapi baru kali ini dengar Sambal Jahe, perlu dicoba nih

  2. bintangtimur berkata:

    Kebetulan saya lagi sakit pinggang mbak, mau nyobain ditemeplin parutan jahe ah, siapa tau bisa cepet hilang kayak pengalaman mbak Monda itu.
    Trima kasih tipsnya ya!

    Eh iya, saya belum pernah nyobain sambal jahe lo, enak juga kayaknya…*mulai tergoda*

  3. Irfan Handi berkata:

    Kebetulan istri saya masih sering ngerasa sakit pinggang mba, walaupun umur si kecil udah setahun sekarang. Perlu saya coba juga nih, semoga bisa mengurangi sakitnya.
    Terimakasih telah berbagi.

  4. bensdoing berkata:

    resep parutan jahe bisa juga dipergunakan utk seseorang yg sdg mengalami ‘panas dingin’ (demam)….caranya dengan mengikat parutan jahe dgn kain di kedua jempol kaki kita (jempolnya dibebat)…..insyaAlloh demamnya berangsur-angsur akan hilang nantinya…..!

  5. Ichaawe berkata:

    aduh mbak, ga kebayang jahe ditempel di pinggang. pasti lebih pedes dari koyo cabe yah. kalo aku bakal tereak2 itu kepanasan. hihihi.

    kalau aku, untuk bumbu ikan bakar, pakai ulekan bawang putih, pakai bubuk cumin, cabe dan ketumbar. Siram dengan air cuka. Enak juga😀 … hehehe..tapi nanti kapan2 kucoba deh bumbu jahenya.

  6. ais ariani berkata:

    sambel jahe? huaaaa.. kok ngebayanginnya giginya warna kuning yah kalau makan (eh itu mah kunyit is..)
    huehehhehe..
    emang khas banget jahe itu Bu Mon, kakak iparku kalau di rumah, masak apa aja pasti pake jahe deh. suka kecium gitu aromanya dan aku pasti bagian protesnya deh. hehhehehe.. karen agak gitu suka jahe.

    buku kirimannya apik loh BuMon..

  7. nh18 berkata:

    Sambal Jahe ?
    mmm … saya belum pernah merasakannya Kak …
    biasa laaahhh … saya kan konservatif untuk urusan lidah dan perut🙂

    salam saya Kak

  8. Nchie berkata:

    Bun pha kabarnya..
    Semoga sehat slalu..

    Mu donk sambal jahenya..
    Aku pernah nyoba in Bun,enak..

    Apalgi kalo wedang jahe,susu jahe,huhu..menghangatkan badan deh..

  9. nique berkata:

    baca JAHE, saya inget waktu kecil ‘dianggih’ pakai jahe. biasanya mamak nganggih pake jahe klo anaknya nakal dan ga bisa dibilangin. daripada dipukul, mending dianggih katanya huhuhu perih minta ampun. dan kalau dianggih itu sudah pasti diikat dulu, iya lho diikat di tempat tidur biar ga ngelawan hiks sedih ya

    baca JAHE, inget bandrek di Medan, dan blom nemu bandrek dengan rasa yang sama di Jakarta, hehehe …

    sambal JAHE? blom nyobain, tar mo coba bikin, kira2 bakal suka ga yah hehehe

    btw, itu hadiahnya keren … jauh2 dari jepang mula, coba kak dipostingin isinya satu2 hihihiih *ga sopan*

  10. muamdisini berkata:

    wah..saya belum pernah nyoba bundaa..
    kapan-kapan dikirimi yah..hehehehe… :ngarep:
    oh iya, itu kemarin yang bunda tanyakan..boleh kok bunda kalo ada postingan yang berkaitan dengan tema, dan mau dipublish lagi..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s