Bunyi Dari Mana ?

Kejadian ini sudah cukup lama berlalu, tetapi kalau dikenang dan diceritakan ulang , masih saja membuat tawa kami meledak.

Salah seorang teman mendapat musibah, terserang penyakit yang mengharuskan dia dirawat inap di rumah sakit besar di Jakarta Pusat. Sebagai teman baik tentu saja aku dan dua teman berniat menengok dan menghibur si sakit.

Waktu berkunjung sudah hampir habis, tetapi kami masih diijinkan juga masuk sebentar. Maklumlah kami berkunjungpun di jam istirahat kerja, yang hampir bersamaan dengan jam kunjung rumah sakit.

Karena waktu terbatas setelah sekedar menghibur kami segera bergegas keluar ruangan dan mengantri di lift yang akan membawa kami turun. Yang mengantri hanya kami bertiga. Kamipun masuk lift sambil masih mengobrol. Di lantai berikutnya pintu lift terbuka dan masuklah seorang bapak.

Obrolan kami seketika berhenti. Suasana hening mencekam.

Tiba-tiba aku mendengar suara aneh. Entah dari mana asalnya. Ingin rasanya tertawa, tetapi untungnya berhasil kutahan, walau otot senyum agak melonggar sedikit.

Ketika sudah di lantai bawah dan si bapak sudah menjauhi kami

“Kalian dengar nggak tadi di lift, bunyi suara perut keroncongan bapak itu?”

“Hah…? Kamu bisa dengar? Itu tadi bunyi perut aku.” kata salah seorang temnku.

Langsung meledak tawa kami terbahk-bahak, Si bapak pasti mendengar suara perut keroncongan itu. Siapa ya di antara kami yang menjadi tersangka?

Iklan

41 thoughts on “Bunyi Dari Mana ?

  1. Imelda berkata:

    Makanya aku selalu sediakan minuman pengganti nasi (jelly) di tas. Kalau lapar minum itu = makan 1 mangku nasi dan tahan lapar 2 jam hehehe. Soalnya waktu jadi DJ suara itu bisa masuk ke mike dan tersiar kemana2 hihihi

  2. Asop berkata:

    Huahahahaha mari tanyakan pemecahan masalah ini pada Sherlock Holmes. 😆 😆

    Biasanya, Bu Monda, suara perut keroncongan dan masuk angin itu hampir sama. 😀

  3. DV berkata:

    Saya dulu sering iseng dengan teman-teman kampus, ngentut di lift kampus! 🙂
    Tantangannya jangan sampai berbunyi barang se-“trot” pun 🙂 Ah jadi kangen masa-masa itu!

  4. apikecil berkata:

    Sesuai dengan pengalaman,
    telinga akan lebih peka bila keadaan perut sedang kosong
    bisa jadi yang mendengar dan didengar perutnya sama sama keroncongan..
    hehehehhe
    Piss tante.. 🙂

  5. Bibi Titi Teliti berkata:

    waduh…
    emang kalo di lift karena sunyi senyap jadi suara sekecil apa pun terdengar jelas ya mba…hihihi…
    Untung bukan suara lain yang bisa mengakibatkan bau tak sedap….hihihi…

  6. vizon berkata:

    Ini tuduhan yang “salah alamat”, Kak… 🙂
    Si bapak tadi keknya ngomong gini dalam hati, “Huh, ini para perempuan.. Kalau buat dandanan gak pakai perhitungan, tapi kalau untuk perut, pelitnya minta ampun..” hahaha.. 🙂

    • monda berkata:

      hah.. peer yang seabreg2 ini…?a
      kebagian juga ya…. hi..hi… senang juga kok…
      yg dipusingin harus kerja keras mikir ngelanjutin peernya ke siapa lagi.. ya…

  7. budiastawa berkata:

    Hua ha ha haha, ternyata tersangkanya ada di antara bunda dan teman2 bunda. Lucu… Harus segera ke kantin tuh…

  8. nique berkata:

    paling bapak itu mengira yang senyum melonggar itulah kak xixixi .. no no just kidding …
    bisa jadi bapak itu malah ga dengar kak, asyik dengan pikiran dan urusannya sendiri
    jarang2 ‘kan kita merhatiin sekitar kita klo lagi cupet pikirannya 🙂

    selamat berhari Minggu ya Kak Monda!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s