Jalan-jalan Seru Tanpa Ke Mal

Acara jalan-jalan keluarga kami jarang sekali yang dilakukan di mal, kecuali jika memang ada niat untuk membeli baju atau sepatu. Tetapi bila sekedar cuci mata saja, tidak, selain boros, rasanya aktivitas ini hanya akan membuat anak menjadi konsumtif.

Banyak tempat di sekitar kita sebetulnya yang bisa dijadikan tujuan berlibur, dan tak berbiaya mahal. Kami sering mengajak anak berwisata yang ada muatan pendidikan. Minggu pagi ketika diajak jalan di sekitar rumah, bisa mengenalkan aneka macam tumbuhan dan hewan yang belum dikenalnya. Kebetulan di sekitar perumahan kami masih banyak perkampungan yang masih hijau. Di sanalah kami menunjukkan pohon tebu dan menerangkan sedikit proses pembuatan gula, mengenalkan kacang tanah, singkong, dll.

Kali lain karena si mama ini senang berwisata sejarah, maka pastilah anak-anak kukenalkan juga.

Maka dengan menggunakan busway Trans Jakarta kami menuju ke Museum Sumpah Pemuda di jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, kemudian dilanjutkan ke Museum Kebangkitan Nasional di jl Abdul Rahman Saleh,  yang tak terlalu jauh jaraknya. Kedua museum ini  memang sejarahnya saling terkait, yang pertama pernah menjadi tempat kost mahasiswa sampai akhirnya tempat mencetuskan Sumpah Pemuda dan yang kedua tempat mereka belajar, sekolah dokter Jawa alias STOVIA.

Jalan-jalan ke museum masih bisa dilanjutkan lagi ke Museum Nasional dan beberapa museum lainnya di wilayah Kota Tua. Semua masih bisa dicapai dengan busway Trans Jakarta.  Tiket  masuk museumpun murah, antara seribu sampai lima ribu rupiah, bahkan ada yang gratis seperti di Museum Bank Indonesia dan Museum Arsip Nasional.

Di beberapa museum bahkan ada kursus keterampilan, seperti  membuat  batik di Museum Tekstil, membuat keramik di Museum Keramik, atau membuat layang-layang di Museum Layang-layang.

Kali lain, kami membawa anak-anak wisata ke  sebuah tempat bermain yang hanya berjarak 10 menit dari rumah. Tempat wisata ini menyediakan permainan flying fox, rumah pohon, dan beberapa jenis permainan outbound lain.

Orang tua memang hanya berperan mengenalkan semua kesempatan seluas mungkin jika bisa. Kelak anak sendirilah yang menentukan minatnya ke mana.

Karya ini saya tulis dalam rangka turut meramaikan hajatan Liburan Seru: Say No to Mall!

Iklan

46 thoughts on “Jalan-jalan Seru Tanpa Ke Mal

  1. Bromo Tour Murah berkata:

    Kalau menurut saya pribadi jalan jalan ke mall sangat membosankan gak ada ke unikan sama skali,,coba deh cri suasana tempat yang kiranya menarik..the best deh dari saya untuk mbak yang punya blog ini..
    s
    Salam Sukses ya…

  2. Lyliana Thia berkata:

    Liburan emang lebih asik kalau nggak ke mall yah bun.. lebih banyak yg bisa dilihat.. 😀

    Bunda Monda sukanya ke museum daerah Kota Tua ya… Kalau Vania langganan TMII, karena dekat rumah juga.. di TMII kan banyak museum juga Bun.. heheh..

  3. Falzart Plain berkata:

    Kok saya malah merasa ke Mall itu tidak seru, ya? Mungkin didikan orangtua saya saja yang bikin begitu. Anak-anak kayaknya bagus kalau tidak dibiasakan ke Mall juga, soalnya ke Mall itu meskipun cuma cuci mata, biasanya tujuannya itu belanja.

  4. budiastawa berkata:

    Ini perlu diteladani. Jalan-jalan memang nggak harus ke mal melulu. Ke Museum dan kebun binatang kalau ada yang terdekat, itu sangat bagus untuk mendidik si kecil. Kalau saya biasanya ke taman atau ke tempat yang ada airnya; bendungan atau pantai.

    • monda berkata:

      temukan obyek yang biasa2 aja di sekitar kita juga bisa menarik lho.. yang nggak ada di tempat lain…
      pastilah…tiap daerah punya ciri khas

  5. Imelda berkata:

    untung aku tinggalnya juga jauh dari mall, selain memang tidak pernah suka ke mall hehehe.
    Kami di sini suka driving ke arah pedesaan/pegunungan, ke kuil, taman, dan museum. Lihat saja laporanku di TE isinya mana ada mall hehehe.
    Tapi kemarin sempat mampir di Mall, hanya untuk makan. Biasanya di Jakarta juga ku ke Mall karena janji lunch atau dinner 😀

  6. Arman berkata:

    aduh jadi tersindir nih bu.. hahaha
    padahal disini juga banyak museum. banyak banget malah. tapi tiap kali bilang ayo ntar weekend bawa andrew ke museum, kok jatohnya gak jadi2.. hahaha.

  7. walank ergea berkata:

    Memang ortu skrg jarang yang ajak anak2 berkunjung ke museum ya. Padahal penting untuk nambah wawasan sekaligus mengenal sejarah..Terima kasih entry-nya langsung dicatat. 🙂

  8. Ni Made Sri Andani berkata:

    Cara yang sangat baik dan patut ditiru, Mbak Monda. Mengajar dan memperkenalkan anak ke object yang lebih tepat, menghindarkan anak dari kebiasaan hidup konsumtif dan juga sekaligus irit biuat kita orang tua he he..

  9. Clara Croft berkata:

    ke mall itu kalo punya uang buat dihabiskan Bu, dan saya lebih memilih nabung, hehe, daripada uang dipake buat yang ga bener-bener perlu. Saya lebih memilih jalan2 dengan busway, tepat sekali, persis kaya bu Monda 😉

    • monda berkata:

      emang kok beda sesudahnya..
      kalau dari alam sesudahnya pikiran legaa gitu…,
      kalau dari mall sesudahnya pikiran mikir …
      ngitung2 udah abis berapa tadi ya… 😀

  10. Tebak ini siapa! berkata:

    Iya juga ya…
    Meski cuma cuci mata.
    Tetep aja, jadi kepengen-kepengen.
    House of Sampoerna keren Mbak Monda ^^ *nanggapin komen Mbak Monda ke Mbak Yuni*
    Kecil sih, tapi bagus.
    Kalau pas pabriknya masih buka, bisa liat buruhnya ngelinting rokok. Sumpah kayak robot! Cepet banget…

  11. nique berkata:

    akhirnya ikutan kontes liburan tanpa mal juga ya Kak 🙂
    kira2 klo adek2 itu ditanya, favoritnya liburan kemana ka?
    museum atau kayak taman terbuka gitu?
    pengen juga menulari ponakan suka sama museum, tapi tantenya aja ga suka, susah ya hehehe

    good luck kontesnya ya Kak

  12. Yuniari Nukti berkata:

    Mbak Monda Museum Kota Tua memang lengkap ya.. saya sudah pernah kesana sekali akhir tahun 2011 kemarin.. pas jalan-jalan di Kota Tua ini rasanya seperti berada di Eropa..

    • monda berkata:

      seru ya… jadi serasa berada di dunia lain…
      bangunan tua di Surabaya juga banyak yang bagus mbak Yun…, udah pernah diceritakan belum ya..
      saya pengen ke House of Sampoerna, kabarnya keren ya..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s