Benci Cuko Pempek

Siapa yang tak kenal dengan pempek? Makanan khas dari daerah Sumatera bagian  selatan ini sudah sangat diminati banyak orang. Bahkan ada lagu daerah berjudul  Pempek Lenjer.

Menyambung tulisan Yunda Hamasah di sini, ibu yang disebut bu Model oleh Pak de ini pernah menceritakan aneka makanan khas Plembang ( orang Palembang selalu menyebut begitu lho).  Makanan dari ikan belida, gabus atau tenggiri ini bisa berbentuk pempek,  model, lenggang dengan  berkuah cuko. Pempek itu sendiri ada bermacam bentuk lenjer, kapal selam, adaan, pempek kulit, pempek dos, pempek kates.

Dulu aku  sempat sangat suka makan pempek.  Tapi ada satu kejadian yang membuatku sangat benci pempek untuk waktu yang lama. Ketika SD aku pernah mengalami sakit yang cukup parah, tak ada nafsu makan dan tak suka segala macam makanan berbau tajam.

Sore itu di rumah memasak pempek. Dan ketika memasak kuahnya, yang disebut cuko itu, aku merasa baunya sangat tajam dan merangsang syaraf penghidu sedemikian rupa sampai akhirnya tak tahan dan muntab. Sejak saat itu tak pernah lagi mau kusentuh pempek, mungkin samalah dengan si Orin dan oom Trainer yang tak mau mencium bau durian.

Bahkan kelakuan ini berlangsung bertahun-tahun, tak hilang juga meski kemudian kami tinggal di Plaju, Sumatera Selatan. Di sumbernya ini, tentu saja pempek dan segala jenis makanan bercuko sangat melimpah. Tukang pempek keliling setiap hari mampir ke rumah dengan teriakan khasnya : ” Ninaaa … pempeeek”, karena adik-adikku sangat suka sekali. Melihat mereka makan aku tak tertarik sedikitpun. Aku hanya mau makan tekwan  dan mi celor, makanan khas Plembang lainnya.

Dihitung-hitung  selama 17 tahun aku bertahan tak mau menyentuh pempek, sejak SD sampai tamat kuliah. Pertahananku bobol ketika diundang teman syukuran kelulusan kuliah di rumahnya. Ibundanya menyediakan adaan, pempek  bulat yang terasa gurih karena lebih berbumbu dibandingkan jenis lainnya. Aneh, kurasa sangat lezat dan tidak  berbau.  Sejak itu pempek kembali menjadi sahabat karib , hanya masih belum bisa menghirup cuko, dan aku kembali menjadi pemakan segala ha…..ha…, sayang telah terbuang waktu 17 tahun, .

Iklan

59 thoughts on “Benci Cuko Pempek

  1. mama ina berkata:

    Akhirnya waktu 17 tahun di-sia2kan yach mbak heheh…..aku juga suka sama empek-empek…apalgi kalo yg asli dari palembang…cukonya itu kental……pernah dibawain sm tetangga yg abis dinas ke palembang….ketagihan heheh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s