Salah Persepsi

Dua remaja cantik yang duduk di sebelahku dalam bis kota asyik mengobrol :

“Aku kemarin ke rumah si Elok. Aku mau kasih selamat saja, kan waktu pesta pernikahannya beberapa waktu lalu aku tak bisa datang”

“Apa  kabarnya pengantin baru?”

” Si Elok sudah hamil 2 bulan lho, padahal dia baru nikah sebulan. Dari mana dia tahu cara cepat hamil ya. Jangan-jangan ……….” gadis pertama tak melanjutkan pernyataannya.  Keduanya   berlanjut menceritakan si Elok.  Gampang ditebak ke mana arah kalimat yang terpotong itu bukan ?

Aku yang tak sengaja mendengarkan percakapan mereka lama kelamaan tak tahan dengan kesalah-pahaman. Meskipun tak mengenal mereka ataupun teman yang dibicarakan  aku merasa kasihan si Elok jadi bahan gossip.  Untung mereka mau mendengarkan sedikit penjelasanku  tentang cara menghitung usia kehamilan dan menasihati agar jangan berburuk sangka dulu.

Peristiwa ini seperti déjà vu.  Dahulu aku dan teman-teman juga pernah seperti itu, sempat mencurigai teman yang langsung hamil setelah menikah.

Salah persepsi mengenai  cara cepat hamil ini akhirnya terjadi juga padaku.  Sebuah kejadian yang bodoh dan menggelikan. Entahlah apakah aku juga sempat jadi bahan pembicaraan di kalangan teman-temanku.

Beberapa minggu setelah menikah, aku curiga karena sudah terlambat datang bulan. Kubeli test pack dan hasilnya memang menandakan ada garis merah di sana. Positifkah…? Apakah sudah ada janin di dalam kandunganku? Rasanya kok tidak percaya,  bagaimana bisa secepat itu, namanya pengantin baru kan masih bodoh, bagaimana kok bisa tahu cara cepat hamil ?  Apalagi  selama ini jadwal datang bulan memang tidak teratur.   Akhirnya kami berdua mendatangi dokter spesialis kandungan.

Setelah berbagai pemeriksaan dan tanya jawab , dokter menguatkan bahwa  aku memang sudah hamil.

“Usia kandungan ibu sekarang sudah dua bulan.”

“Ha…? ” aku terkejut. “Dokter saya baru menikah 3 minggu …”

Dokter kandungan yang simpatik itu menjawab dengan sabar.

“Ibu, menghitung usia kehamilan itu bukan berdasarkan lamanya pernikahan. Tapi dari hari pertama  haid terakhir. Haid terakhir pertengahan Desember bukan?  Sekarang akhir  Januari, maka ibu hamil sudah 2 bulan”.

Tulisan ini diikutsertakan dalam acara Giveaway  Awal Maret 2012 di blog Mama Sedja.

Iklan

56 thoughts on “Salah Persepsi

  1. memey berkata:

    tpi karna sering perhitungan hanya menggunakan Hari Pertama Haid Terakhir pas USG trisemester pertama sering bgt terjadi kasus ‘diagnosa Blighted ovum’ yg salah tapi bikin semua calon ibu cemas di trisemester pertama karna usia kehamilan jauh berbeda dgn usia embrio.

  2. Anonim berkata:

    sma ka… aq jg bgtu… aq nikah baru 3minggu yg lalu… senin kmrn aq test pack positif… soreny aq lgsg usg… eh udh hamil 4minggu 5hari… kagrt bgt sumpah… mamah jg kaget… pi dokter tanya ulang… haid terkahir aq itu tgl 16sept… nikah tgl 3okt… itu masa subur… jd ya lgsg bsa hamil… pi pas usg baru keliatan kantongny aj… sekitar 14mm…

  3. saidah berkata:

    Heeemmhh…emang ya mbak serba salah, cepet hamil disangkanya yg gk2…lambatpun jd masalah hihihii ky aq nih 4tahun baru sukses hamil, btw soal ngitung2nya itu bener2 gk mudeng deh…asal manut kata dokter aja deh ah (baca:ogah rempong ngitung sendiri) 😀
    Salam kenal ya mbak 🙂 kunjungan perdana nih

  4. Imelda berkata:

    Mamaku waktu mengandung aku juga gitu mbak… Sampai disangka aku anak di luar nikah. Padahal wktu nikah itu masih HAID dan ada ibu mertua yang bantu pegangin wedding dress wkt buang air kecil 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s