Tintin dan Aksara Batak

Artikel di majalah Tempo beberapa waktu lalu membuatku terkejut. Sebagai penggemar Tintin terkaget-kaget ada serial Tintin yang terbit dua bahasa dalam satu buku, Perancis dan Batak Toba. Tak hanya berbahasa Batak, tetapi juga ditulis dalam aksara Batak. Kisahnya tentang petualangan Tintin  dan kapten Haddock yang tentu saja disertai Snowy mencari pustaha yang hilang dari museum.  Pencarian ini membawa mereka ke Tano Batak.  Judulnya Tintin et le Pustaha.

Pustaha itu semacam buku dari kulit kayu dan dilipat seperti akordeon, isinya ilmu  tentang nujum,  ditulis oleh para datu  atau tentang perdukunan. Contoh pustaha bisa dilihat di sini. Peninggalan tulisan tentang kebudayaan Batak yang ada  memang hanya  berupa pustaha, kekayaan budaya lainnya hanya diturunkan secara lisan.

Ternyata buku Tintin et  le Pustaha ini memang parodi atau palsu, bukan dikarang oleh Herge. Karena ketika buku ini terbit, 2004, sang pengarang sudah meninggal dunia. Pengarang parodi ini memakai nama samaran Van Leffe atau Jean-Pierre Verheggen. (sumber : di sini). Selain judul ini ternyata peniruan karakter Tintin ini masih banyak lagi.

Ada orang asing menerbitkan buku dalam bahasa Batak,  he….he…. jadi malu …buku pelajaran surat Batak sudah kumiliki beberapa lama, tetapi belum sempat juga dipelajari, aku malah lebih dulu belajar menulis dan membaca huruf Korea (Han-geul), sekedar ingin tahu. Inilah pengaruh virus Korea yang melandaku …..he..he…. Tetapi suku Cia-cia di pulau Buton,  Sulawesi memakai Han-geul untuk menuliskan bahasanya bukan karena keranjingan drama Korea, tetapi karena mereka tidak punya aksara ( sumber : Kakaakin)

Jadi, dahulu ketika ibuku pulang kampung, kupesan buku pelajaran huruf Batak. Buku yang dibawakan buku pelajaran untuk anak SD, he..he… Aksara Batak itu yang lazimnya disebut surat Batak  ternyata ada varian Karo, Toba, Dairi, Simalungun dan Mandailing . Bahasa dari sub suku Batak ini memang ada perbedaan  satu sama lain, jadi wajarlah kalau ada variasi huruf untuk menyesuaikan dengan bunyi bahasa masing-masing. . Buku pelajaran yang kupunya itu memakai varian Mandailing. Perbedaan antar varian ini tidak banyak,  hanya beberapa huruf saja.

Sumber : di sini

Belajar sendiri dari buku ternyata tak terlalu sulit, karena kurasa huruf Batak itu sederhana, tidak seperti huruf Hijaiyah yang bentuk hurufnya bisa berbeda tergantung letaknya, di awal , tengah atau akhir kata. Alfabet Batak itu terbagi menjadi ina ni surat yang tertera di tabel atas.   Untuk mengubah huruf asal  menjadi vokal i, e , u,o  cukup hanya menambahkan  tanda-tanda tertentu yang disebut anak ni surat.

Kisahku dalam surat Batak

Belajar dari dunia mayapun sudah gampang , banyak laman yang membahas tentang ini. Dan huruf Batakpun sudah bisa diunduh dan dipergunakan di komputer.

58 respons untuk ‘Tintin dan Aksara Batak

  1. mama-nya Kinan berkata:

    wah semakin bangga dengan kekayaan budaya negeri kita, batak ternyata punya aksara, wah jadi ingat juga aksara jawa, atau huruf jawa, ha na ca raka….walah dulu nggak mudeng mudeng sekarang apa lagi..lupa…tapi herannya ayah kinan masih hapal

  2. nanaharmanto berkata:

    Saya jadi inget, dulu waktu SD belajar aksara Jawa… tapi sebenernya saya lebih pinter nulis daripada baca hahaha… dan saya juga lumayan lancar baca-tulis aksara Jawa ini karena nenek buyut saya yang ngajarin… hehehe…

  3. Yunda Hamasah berkata:

    Baca posting ini aku jadi inget aksara lampung lho Bun, mirip2 kayaknya
    ka ga nga dst…

    Kapan2 cerita juga achhh, tfs 🙂

  4. Bibi Titi Teliti berkata:

    Wah…
    baru tahu batak punya aksara tersendiri…
    dan bentuknya kalo kata aku sih mirip2 gituh mba…

    daaaaaan…
    aku baru tau kalo ternyata mba Monda suka baca Tintin!!!
    Serius nih mba????
    ckckck…*geleng geleng kepala*
    tidak dewasa sekali sih mba…hihihi….

  5. elfarizi berkata:

    Wah, baru tahu kalo Batak juga punya tulisan sendiri kayak Sunda 😀
    Iya, sepakat ma Una … kisahku dalam surat Batak gak bisa dibuka, Bun 🙂

    • Abi Sabila berkata:

      tidak seperti saya yang meski tulen Jawa tapi penguasaan tulisan Jawa sangat memprihatinkan. Seperti waktu baca postingan Pak Mars yang berjudul Buku Wasiat, sama sekali saya nda bisa baca huruf ha na ca ra ka – nya.

  6. Ni CampereniQue berkata:

    duh, blom ketemu nih cara komen via lumia ke wordpress, jadi susah komennya hiks. klo pake kompi, lgs ada pilihan pake facebook.

    waktu masih kecil juga tau tulisan karo … hakabapanawa … tapi dengan cepat terlupakan ditiban tulisan kanji waktu belajar bahasa Mandarin 😦

    rasanya generasi saya saja, udah gak ada deh yang belajar aksara Karo 😦

  7. bintangtimur berkata:

    Hebat mbak, hebaaaat!
    Semangat belajar mbak Monda bikin saya malu hati nih…
    Belajar bahasa itu pasti banyak manfaatnya. Selain lebih percaya diri karena paham berbagai macam bahasa, kita juga pasti lebih memahami karakter masyarakat dimana bahasa itu dipergunakan 🙂

  8. Nchie berkata:

    Tiap daerah mempunyai Aksara yang unik2..
    BAtak ada juga tho..*hihihi baru tau*

    Aku tahunya JAwa aja..

    Makasih Bundaaaa..
    dah berbagi..

  9. ita berkata:

    Jadi ingat pernah diajari singkat tentang aksara bugis yg mirip2 aksara jawa.
    Kalo jawa ha na ca ra ka
    Kalo bugis ka ga nga ka (semoga ga salah, da lupa soalny ;p)
    Ternyata batak juga ada.
    Kayanya ya budaya kita..

    • monda berkata:

      budaya kita memang kaya ya mbak, masih ingat bentuk hurufnya?

      mbak Ita, aksara Bugis ada dan punya peningggalan sastra yang terkenal kan I La Galigo ….., aku punya bukunya tapi belum sempat dibaca he…he…

      dan pernah juga dapat kaus oleh2 dari teman yang bergambar aksara Makassar, aksaranya disebut Lontara Mangkasara…
      sama nggak dengan aksara Bugis…?

  10. Nh Her berkata:

    Waduh …
    ini dua sisi mata uang nih …
    sisi satu … mereka meniru karakter Tintin … (ada juga ya … orang luar yang menyontek)
    sisi satu lagi … Ada juga versi Tintin (walaupun ditulis oleh orang yang berbeda) yang mengangkat tanah Batak sebagai latar tulisannya

    salam saya Kak

  11. tunsa berkata:

    wah… hurufnya kayak sandi dalam pramuka ya bun.. aku sih nol ttg ini 😀
    han-geul juga nggak bisa, baru denger ceritanya kak akin saja sih bun.. hihi
    slam

  12. ded berkata:

    Beruntung Mb orang batak punya aksara sendiri, kayaknya sejauh ini saya belum pernah tau, apakah ada juga aksara minang?

  13. rynari berkata:

    Eda, postingannya memperkaya wawasan budaya, setiap suku punya bahasa dan aksaranya ya. Sekali waktu menyajikan postingan berbahasa daerah Eda (plus terjemahannya). Salam

  14. mechtadeera berkata:

    hm…tak adakah huruf ‘K’ dalam aksara batak ini mbak? memang tak ada kata dalam bahasa batak yg menggunakan huruf ‘K’ ini, atau aku yg tak menemukannya dalam tabel diatas ya?

    • monda berkata:

      aku kurang cermat nih, kok di tabel ini nggak ada huruf ka, harusnya ada,
      terima kasih koreksinya ya Mechta

      huruf ka bisa dilihat di gambar tulisan Kisahku di bawah, bentuk huruf seperti ha ditambah dua garis di atasnya

  15. bensdoing berkata:

    awalnya sempat kaget juga ada bhs batak dalam komik majalah tintin…

    btw aku aja yang campuran jawa-sunda-betawi malah lebih familiar ama bhs betawi.. 🙂

  16. Pakde Cholik berkata:

    Hampir dengan aksoro Jowo jeng.
    Mudah2an kekayaan kita seperti ini tidak lenyap.
    Semoga masih ada pelajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah, jangan sampai orang asing malah lebih pinter berbahasa daerah dariapada anak cucu kita.
    Terima kasih infonya.

    Salam hangat dari Surabaya

    • monda berkata:

      pak de bisa juga ya aksoro Jowo…? kalau hanacaraka rasanya masih banyak dipakai ya de..

      pelajaran bahasa daerah di sana nggak tau apa masih ada,
      tapi kalau anak2ku sendiri dapatnya pelajaran bahasa Sunda pak de

  17. Anonim berkata:

    waaah…..mbak monda lg belajar bhs Korea..?
    keren euy…..

    oh ternyata ada aksara batak ya..?
    aq baru tau mbak..

  18. LJ berkata:

    suku minangkabau keknya gak punya aksara sendiri, kak..
    *setauku gak ada sih.. ntar cari tau lebih lanjut deh

    klo emang gak ada, mungkin lebih baik pake Han-geul juga.. 😛

  19. chocoVanilla berkata:

    Waah, pantesan aku pikir ada Tintin baru, wong rasanya aku sudah melahap semua serial Tintin sejak remaja 😀

    Untuk belajar huruf Batak harus tau bahasanya dulu ya, BuMon. Sama kayak waktu aku SD belajar huruf Jawa 😀

  20. clararch02 berkata:

    Saya pernah diajarin aksara Batak tapi ga mudhen Bu, hahaha, saya mending belajar bahasanya dulu deh baru aksaranay 😀

  21. ~Amela~ berkata:

    Yang suku cia2 it memang menggunakan huruf korea karena g punya aksara sndiri, jadi pas ada orang korea yg maen k sini dicobalah bahasa suku cia2 dikonversi k huruf korea dan ternyata cocok.
    Kalau maen k daerah sana papan jalan maupun tulisan2 di gerbang kantornya kebanyakan ditulis dengan huruf latin dan huruf korea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s