Penting Nggak Siih…?

Penting nggak siiih….untuk tahu nama tanaman ?  Menurutmu ?

Kubilang sangat penting, makanya banyak artikelku di bawah kategori flora  menceritakan tentang tanaman yang baru kutahu namanya.  Beberapa yang pernah kutuliskan antara lain tentang jali di Jali-jali KetapangBrunfelsia ataupun  Matoa.  Karena bila tahu nama tanaman bisa diketahui tanaman yang bermanfaat, tanaman mahal, langka atau yang merugikan. Bahkan bisa menambah ikatan antar orang tua dan anak  seperti diceritakan  Mama Raja di  Baru Nemu 4.

Saling berbalas komentar terjadi  di Bukit Berbunga  antara mbak Imelda, Tt dan aku  tentang ini. Orang Jepang umumnya bisa menyebut nama semua bunga atau tanaman yang mereka temui sehingga Tt merasa sangat terbantu ketika menjelaskan bunga-bunga yang dipotretnya.

Dahulu aku tak merasa penting , bahkan bisa dibilang tak memperhatikan segala jenis tanaman, cukup papa dan mamaku saja yang gemar tanaman. Yang kuketahui hanya sebatas mawar, anggrek, kaktus atau suplir dan beberapa tanaman pangan.  Sampai ada kejadian yang tak terlupa.

Ketika itu baru berkenalan dengan papanya anak-anak. Ternyata dia juga suka tanaman. Di depan rumah kostnya banyak tanaman yang cantik, dari cabai merah yang berbuah lebat ( sempat dipinjam ibu kost untuk dipajang di pameran) sampai mawar yang berbunga cantik. Selain itu ada yang kutak tahu namanya,  salah satu tanaman berbunga putih dan berbau harum dengan biji kecil seperti jeruk.  Ketika kutanyakan dia menyebutnya dengan  nama jeruk kingkit.

Inilah penampakan tanaman itu.

Lama sekali kupercayai tanaman itu memang jeruk kingkit, sampai suatu kali kulihat tanaman jeruk kingkit yang asli yang bernama ilmiah Triphasia trifolia, yang memang  penampakannya seperti jeruk limau. Sedangkan tanaman pada foto di atas adalah kemuning atau Murraya paniculata. Dan ini informasi dari wikipedia

“Kemuning (Murraya paniculata) atau nama sinonimnya Murraya exotica L.; Murraya banati Elm; Chalas paniculata, merupakan tumbuhan tropis yang dapat mencapai tinggi 7 meter dan berbunga sepanjang tahun. Daunnya seperti daun jeruk, cuma berukuran lebih kecil, sering digunakan sebagai tumbuhan hias atau tumbuhan pagar. Bunganya terminal dan harum, petal 12-18 mm, panjang, putih. Buahnya akan berwarna merah sampai oranye jika sudah matang.”

Tentu saja kukonfimasi kepada si papa, dan katanya  sambil tertawa : ” Masa lama amat baru nyadar ? ”



Iklan

56 thoughts on “Penting Nggak Siih…?

  1. bintangtimur berkata:

    Di rumah masa kecil saya di Bandung, pertama kali saya melihat jeruk kingkit ini mbak, dulu saya bilangnya kingkip…cairan bening yang ada didalamnya suka saya jadiin kutex di kuku saya…bening da mengkilap, biarpun kalo kena air sih luntur lagi…hehe

  2. edratna berkata:

    Saya dulu dipaksa untuk mengenal tanaman, bahkan hanya dari daun yang kecil, karena ada kuliah tentang pengenalan tanaman. Sayang karena hidup di Jakarta, lahan terbatas, anak-anakku nyaris tak kenal tanaman…..apa boleh buat.

  3. ardiansyah pango darwis berkata:

    saya kurang paham sama tanaman tapi ingin punya taman 🙂
    dulu pernah punya anggrek dari papua yang di bawa sama kakak, saya rawat dari 6 pohon tersebut satu persatu mati .:D perlu berlajar kagi untuk merwat tanaman 🙂

  4. krismariana berkata:

    menurutku penting sih Mbak tahu nama tanaman. ternyata banyak orang yang nggak tahu nama tanaman lo.

    kalau kemuning itu, di rumahku dulu ada tanamannya. baunya harum sekali. 🙂

  5. gerhanacoklat berkata:

    kalo monda pengen tau nama2 tanaman bisa lho pake determinasi ada bukunya judulnya FLORA dulu pas kuliah aku sering melakukan determinasi ini yang kita butuhkan adalah daun, bunga, batang, akar seperti apa dan bbrp data lainnya
    pas akhirnya kita ketemu nama tanaman itu dan memang bener cocok sesuai gambar rasanya seruuuuu 😀

  6. Ni CampereniQue berkata:

    pentinglah kak.
    saat ini aku lagi kesal setengah hidup 😀
    karena ramuan obat bapa sepertinya menanti kepunahan, karena tak bisa diturunkan sebab kami tak mengenali daun2 dan akar2an yang digunakan. mana menemukannya cuma di tengah hutan kata bapa xixixi
    gak usah dulu yang di tengah hutan, lah yang jelas2 di sekitar saja saya masih bisa salah menebak 😦

  7. Oyen berkata:

    Oyen mah tauknya cuman pu’un jengkol…xixixixi…

    Bu Monda kampong jengkol ada hajatan noh, monggo kalo mo ikut ngeramein… 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s