Perjalanan Mangarapintu

Kisah  terciptanya huruf Batak belum pernah kuketahui, tak seperti kisah  Aji Saka dan hanacaraka  yang sudah banyak dibukukan dan telah kukenal sejak kecil.  Ketika sedang mencari info tentang buku Tintin et Le Pustaha, tak sengaja kutemukan kisah ini.

Ama ni si Mangarapintu sedang mengerjakan sentuhan akhir pembuatan rumahnya. Sudah menjadi kebiasaan di kampung, sebelumnya para tetangga dan sanak kerabat sudah bergotong royong  membantu mencarikan kayu di hutan untuk rangka rumah. Kini karena pekerjaan berat tak banyak lagi maka  hanya tinggal dia dan anaknya yang bekerja.

Karena pahat yang diperlukan tak bertemu, berkali-kali dipanggilnya si putra sulung, tetapi si Mangarapintu hanya duduk melamun tak menyahut. Dan, celakanya pula si anak tak tahu di mana terakhir kali ditaruhnya pahat itu . Melihat ayahnya sangat marah, Mangarapintu lari kabur dari rumah.

Tak tentu arah ke mana larinya sampai tak sengaja  si Mangarapintu bertemu dengan begu (hantu, mahluk halus). Si begu ini  mengancam akan mencelakainya, tetapi si Mangarapintu berkata pasrah  : ” Na manjalahi mate do au ompung” (aku mau cari mati ompung), tak peduli si begu mau menangkapnya.

Si begu malah jatuh kasihan, sehingga dirawatlah si Mangarapintu selama berbulan-bulan, diberi bermacam ilmu. Kecuali :” ada satu ilmu yang tak bisa kuberikan kepadamu, yaitu ilmu melekatkan  kata-kata dan pikiran ke atas batang kayu”.  Si begu menyuruhnya pulang kampung, tetapi karena masih merasa takut dia melanjutkan berkelana dan bertemu seekor macan besar.

Sekali lagi, peristiwa seperti dengan si begu terjadi. Mangarapintu yang pasrah menimbulkan rasa iba pada si macan yang semula hendak mencakarnya. Kembali Mangarapintu mendapat ilmu, kali ini dia menjadi mahir pencak silat. Setelah berbulan-bulan pula,  sang macan menyuruhnya pulang karena semua ilmu yang diketahuinya telah diajarkan, kecuali satu ilmu lagi yaitu ilmu melengketkan kata-kata dan pikiran ke batang buluh.

Semakin besar rasa ingin tahu si Mangarapintu, ilmu apa yang dimaksudkan oleh kedua gurunya itu ?

Karena masih tak berani pulang, dia berjalan terus sampai akhirnya tiba di gunung Pusukbuhit yang keramat.  Di gunung ini ada tempat pemandian para putri dewa, Batara Guru. Ketika putri-putri itu melihat ada manusia, mereka bergegas mengenakan pakaiannya dan terbang ke langit. Tak disangka ada seorang putri yang tertinggal di belakang sehingga si Mangarapintu sempat memegang ujung kainnya dengan erat sehingga iapun ikut terbang bersama sang putri.

Ia menghadap Batara Guru dan menceritakan kisahnya. Batara Guru menyuruhnya pulang ke Banua Tonga (Benua Tengah = dunia). Tetapi  si Mangarapintu hanya mau pulang jika sudah mendapatkan ilmu melekatkan kata-kata ke batang kayu.

Karena salut dengan kesungguhan Mangarapintu ,  Batara Guru tertawa dan berkata,” Kau sungguh bijak, baiklah kuberikan ilmu itu tetapi dengan beberapa syarat. Ilmu ini tidak boleh dipakai untuk mencelakakan orang lain, mengancam atau permusuhan. Ilmu ini hanya boleh dipakai untuk kebaikan. Ilmu ini adalah dasar dari semua ilmu.”

Mangarapintu berjanji akan melaksanakan pesan Batara Guru itu dan iapun kembali ke Banua Tonga. Ia mengambil kulit kayu lalu dijemur sampai kering, kemudian ia menulis di atas kulit kayu dengan getah pohon. Lalu kulit kayu dilipat-lipat . Itulah kemudian yang dikenal dengan nama Pustaha.

Sumber : di sini

Iklan

42 thoughts on “Perjalanan Mangarapintu

  1. Evi berkata:

    Nama Begu itu mirip dengan Bigau di Minang, Mbak Mon..Tapi yah cerita rakyat dari mulut ke mulut, apa lagi lokasinya berdekatan, versinya pasti gak jauh lah ya..:)

    • monda berkata:

      iya uni… bahasa kami banyak mirip juga dengan bahasa Minang, seperti misalnya harambir mirip dengan kurambir bukan …?

      • Evi berkata:

        iya mirip juga bahasanya..kalau maksudnya kelapa, kurambir itu bahasa minang logat indonesia. Sebab aslinya karambia..Emang kebiasaan orang Minang itu mengindonesiakan segala sesuatu. Nama2 tempat juga di indonesiakan sampai sakit mata bacanya hehehe…

  2. niee berkata:

    banua tonga itu istilahnya sama.dengan middle earth di mitologi nordik ya bun.. semacam dr film lord of the rings, bumi tengah utk menggambarkan bumi yg dihuni oleh manusia.. ternyata cerita rakyat kita klo dipelajari dgn bnr juga byk yg bercerita sprt itu.. gak kalah sm eropa dan mesir..

    • monda berkata:

      he..he… mbak … aku tipe itu dan Mbak Ir tipe yang bisa mengambil hikmah Dari tiap kejadian, yang aku nggak bisa menjabarkan

  3. Ni Made Sri Andani berkata:

    Cerita yang baru pertama kali saya dengar,Mbak. dari cerita itu kelihatannya bisa kita tarik pemahaman, orang perlu mencari dan mereguk banyak pengalaman terlebih dahulu agar bisa membawa suatu nilai penting dan berharga kedalamlingkungannya ya Mbak..

  4. mechtadeera berkata:

    Terima kasih sudah menceritakan kembali kisah ini, mbak… menambah pengetahuan mengenai salah satu bagian budaya nusantara 🙂

  5. Pakde Cholik berkata:

    Negeri kita kaya akan cerita berhikmah.
    Apakah kata Pustaha itu sama dengan Pustaka yang kita kenal sekarang ini jeng ??
    Sering2lah bercerita seperti ini.

    Salam hangat dari Surabaya

  6. prih berkata:

    Trimakasih Eda, …ilmu melekatkan kata-kata dan pikiran ke atas batang kayu/buluh…
    dan kini Eda Mondapun melekatkannya ke ‘Kisahku’. Pengetahuan yang sangat bermanfaat, Salam

  7. Oyen berkata:

    Kok ada kisah Joko tarubnya juga, nyang bidadari ketinggalan selendang ituh… xixixixi…

    xixixi.. bisa wat ndongenin dedek 🙂

  8. alamendah berkata:

    Berdasarkan kisah tersebut Manggarapintu lah yang kemudian meletakkan dasar-dasar penulisan (aksara) dalam budaya Batak. Pengetahuan baru buat saya, Bunda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s