Rencana Berantakan

Kami enam sahabat berencana menginap di rumah salah satu dari kami di Solo untuk menghabiskan liburan. Liburan tak hanya cukup dengan mendatangi berbagai obyek wisata di Solo, mulai dari keraton, pasar Klewer sampai ke Karang Anyar, kompleks pemakaman keluarga orang top (tapi tak boleh masuk), tetapi juga menjelajahi kota Yogyakarta. Tapi, sudah dua kota yang didatangi, tetap saja masih tidak puas dan berencana ke Bali. Kemaruk sekali ya…

Orang tua temanku itu meminjamkan mobil (jenis hardtop) dan pengemudinya. Rute yang diambil kami serahkan saja ke teman kami itu dan pak supir. Berangkat dari Solo sore hari. Yang kuingat kami melewati kota-kota Tulungagung dan Malang. Setelah melewati Malang malam hari, kami yang semula asyik bercerita mulai tertidur satu persatu. Tak sadar berapa lama tertidur, tiba-tiba ada sesuatu yang terjadi. Kudengar suara berisik yang tak kuingat maknanya, kurasakan badanku membentur sesuatu yang keras dan ada sebuah benda menimpa kepalaku . Ketika kehebohan itu berhenti, baru tersadar kami mengalami kecelakaan.

Untung saja, pintu belakang mobil masih bisa dibuka. Kami keluar satu persatu, dan barulah sadar mobil sudah terbalik dengan bagian atas mobil menyentuh tanah, dan rodanya di atas. Mobil penyok dan banyak kaca pecah. Posisi mobil persis di pinggir selokan besar. Kemungkinan yang terjadi, pak sopir mengantuk dan tak tahu menabrak apa, ini jenis kecelakaan tunggal.

Keadaan di sekitar masih gelap. Di kejauhan terlihat rumah penduduk. Kami saling mengecek tak ada yang mengalami luka luar. Hanya ada salah satu teman yang mengeluh sakit perut Tak lama terdengar suara azan subuh, dan mulai ada orang yang bersepeda keluar rumah. Kami memanggil minta tolong, tapi mereka tetap berlalu. Teman yang sakit itu akhirnya kami bawa istirahat di rumah penduduk tak jauh dari tkp.

Tak lama ada mobil patroli polisi datang. Kami semua ditanyai dan diajak naik ke mobil pick up polisi, duduk di bagian belakang mobil di bangku kayu dan dibawa ke kantor polisi di kota, ternyata kami sudah berada di kota Lumajang. Sepanjang jalan banyak orang yang memperhatikan, aduh maluuuu, enam orang cewek naik mobil polisi yang terbuka, perasaan seperti orang yang baru kena garuk.

Setelah dibuatkan laporan di kantor polisi, teman kami yang masih merasa sakit perut diantarkan ke rumah sakit. Dia harus dioperasi karena ada perdarahan dalam. Tentu saja kami semua ketakutan. Dokter bedah yang sangat baik itu menjelaskan detail penyebab dan akibat bila tak dioperasi. Akhirnya temanku itu sendiri yang menanda tangani operasi pagi itu juga, sungguh sangat pemberani, karena tak keburu menunggu keluarganya datang. Dokter bilang, limfanya pecah dan akan terus mengeluarkan darah bila tak diangkat. Dokter juga memperlihatkan organ tubuh itu sebagai bukti, setelah operasi selesai.

Perjalanan tak dilanjutkan, tetapi berganti dengan menginap di hotel di sekitar rumah sakit. Kami menginap beberapa hari di Lumajang sampai kondisi teman membaik, dan keluarganya pun sudah datang menunggui sejak operasi selesai. Di Lumajang, kami tak jalan ke mana-mana, hanya menghabiskan waktu di antara hotel, rumah sakit dan rumah makan, memesan ayam coco setiap hari. Kejadian ini membuat kami belajar untuk tidak gegabah melakukan sesuatu tanpa rencana matang dan memutuskan sesuatu secara emosional.

Rencana perjalanan yang berantakan ini terjadi bertahun lalu , semasih kuliah di semester tiga karena ditag mama Raja di Five to five, he..he.. tugasnya sudah lama diberikan , tetapi aku hanya mengambil salah satu tugas saja, pengalaman yang tak terlupakan.

57 thoughts on “Rencana Berantakan

  1. mama-nya Kinan berkata:

    Ya allah bunda…ngeri saat sampai pada paragraf yang temannya harus dioperasi…gimana bunda keadaan kawan skg?? maaf jadi oot dan penasaran…
    memang untuk bepergian jauh harus dengan rencana matang dan persiapan yah bun…*hikmah yang bisa diambil.
    wah itu lewat tulungagung juga yah bun..itu hometown saya bun….
    pengalaman tak terlupakan yah bun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s