Kesrimpet Jengkol

Kilas balik ke kurang lebih dua tahun lalu sewaktu pertama mengenal blog Opera van Oyen, terus terang agak kurang nyaman  membaca tulisan Oyen yang berbahasa gaul.  Ada kesan yang timbul blog ini seperti main-main. Yang lebih sering kudatangi  malah blognya Oyen  yang satu lagi, yang lebih tertata bahasanya dan pakai nama asli penulisnya yang manis. Tapi, setelah blog serius ditutup ya baru kuperhatikan blog Oyen Maroyen ini.

Betul kata pepatah tak kenal maka tak sayang.

Blog Opera van Oyen jauh dari dugaanku yang menganggap blog main-main. Ada hal serius di tulisannya yang dikemas sangat kreatif dan tak pernah kutemukan sebelumnya. Ada ilmu dan nasihat yang ditampilkan dengan cara bergurau tetapi sangat berisi. Lihat saja artikelnya yang ditulis untuk ikut kontes Indonesia Bangkit atau artikel berjudul Nyebuk.

Page rank 3 dengan bahasa yang bukan kaidah bahasa Indonesia, membuktikan dengan cara inipun blog Opera van Oyen bagus posisinya di mesin pencari. Dan Oyenpun sebelumnya meski meninggalkan komen dia jarang memberikan URL blognya, entah darimana Oyen dapat trafiknya, he..he…

Satu lagi yang unik dari Oyen, dia sering berantem di kolom komen dengan Pak de dan Pak Mars, jadi lucu…, padahal kenyataannya tak seperti itu.

Kritik buat Oyen, di blog ini tak ada widget “Search” sehingga harus cari artikel berdasarkan judul saja, dan tak ada kategori artikel, cukup menyulitkan untuk membuat review.

Baiklah, mau ke kampung jengkol dulu,  mau mencari Jenab dulu  untuk  mendaftar sebagai    peserta kuisnya mpok Oyen.  Walaupun musti hati-hati sekali  jika bertandang ke kampung ini, takut tersangkut kulit jengkol yang sudah menggunung. Si Munaroh sering malas mendaur ulang itu kulit jengkol, padahal sudah banyak pesanan anting-anting kulit jengkol. Banyak bule yang bilang produk asli Kampung Jengkol ini sangat   eksotis.  Soalnya kan kalau memiringkan kepala sedikit saja anting-anting bisa bergoyang dan mengeluarkan aroma yang tak terlupakan, aroma khas Kampung Jengkol.

Iklan

41 respons untuk ‘Kesrimpet Jengkol

  1. bintangtimur berkata:

    Ah, ah, ah…sulit sekali ngebayangin tumpukan kulit jengkol yang menggunung, mbak…di rumah saya belum pernah masak jengkol soalnya 😉

    Selamat ikut lomba mbak Monda…sukses!

    • monda berkata:

      he..he.. pernah lihat mbak gunungan itu di pasar di Bengkulu, daerah sana memang banyak banget pohon jengkol, di belakang rumah dinasku juga ada

  2. prih berkata:

    Selamat meramaikan perhelatan di KJ, bakalan seru audisi finalnya, kebun tetangga menyediakan diri tuk tempat parkir. Salam

  3. Diandra berkata:

    Oyen…?
    jadi inget kalau di Bandung ada es campur Oyen …terkenal banget
    hehehe…

    aq blm pernah kesana….jadi penasaran intip tulisannya aah

  4. Oyen berkata:

    dateng kemarih sambil nengokin si eMpok, uda dicatet ye same Jenab *inget! jangan lupa uang pendaptaran 😛

    kesini sambil nyerahin undangan audisi di final di balai sarbintol, mohon diterima 🙂

  5. Ni CampereniQue berkata:

    euleuh … euleuh … ketipu judul nih xixixi kirain si kakak beneran kesrimpet jengkol jadi weh napsu ke tekape ini eh gak taunya xixixi kontes toh?
    jadi inget lagi klo Oyen ngadain kontes, masih sempat ikutan gak yah …

    semoga berjaya di kontes ini ya Kak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s