Ironi Pariwisata

20120719-093121.jpg

Satwa yang bertempat tinggal di dalam hutan di Ngarai Sianok ini sering datang bermain ke Taman Panorama di sisi Ngarai. Taman ini menjadi tempat favorit orang untuk memandang Ngarai dari atas. Pemandangan ke arah ngarai yang cantik dari titik ini membuat taman dipenuhi pengunjung, yang tak semuanya peduli kebersihan lingkungan membuang sampah di sembarang tempat. Satwa ini sekarang memunguti sampah sisa makanan itu. Lihat caranya minum susu, susu yang sudah berceceran di bangku masih dijilati. Sepintas memang terlihat lucu, tapi efek samping jangka panjangnya kita belum tahu, bila mereka tak cocok dengan makanan manusia modern kelangsungan hidup satwa ini pasti akan terancam.

20120719-093639.jpg

49 thoughts on “Ironi Pariwisata

  1. Ni Made Sri Andani berkata:

    ya itu..kadang kita memberi makan kepada binatang sebenarnya untuk menyenangkan diri sendiri melihat tingkah laku binatang itu berebut mengambil makanan dari kita.. tanpa kita sadari ada hal-hal yang belum tentu menguntungkan bagi kesehatan dan keberlangsungan jangka panjang hewan itu..

  2. rusydi hikmawan berkata:

    makanya di berapa tempet yg udah saya kunjungi, ada plang bertulis “dilarang memberi hewan liar makanan atau minuman”. memberi makanan minuman apalagi yg kalengan emang gak baek, insting binatang pun lamat lamat berubah karena kebiasaan itu

  3. Dee berkata:

    Jadi ingat kemarin, di lampu merah lagi terik-teriknya matahari ada dua anak yang kumal sedang menggelar topeng monyet, tanpa dipedulikan orang-orang yang lalulalang… kasihan, apalagi monyetnya… kecil dan kurus….

    • monda berkata:

      ini satwa liar yang ada di lembah/ ngarai dekat obyek wisata..
      mungkin tau di taman banyak makanan banyak kera yang berkeliaran di sini

  4. SITI FATIMAH AHMAD berkata:

    Mudahan ada kepedulian dari pihak berwajib untuk menjaga kelestarian tempat wisata yang bisa memberi keuntungan dalam ekonomi setempat. Salam manis dari sarikei, Sarawak buat mbak Monda.

  5. 2PAI berkata:

    wah.wah.wah!! ternyata monyet-monyet itu tahu tempat cari makan yang enak. di hotel, hehehe:-D
    kepedulian masyarakat kita pada kelestarian lingkungan memang masih rendah. kasihan kalo monyet2 itu yang harus nanggung akibatnya.

  6. ded berkata:

    Nah bayangkan mb mon, kota wisata saja masih seperti ini kualitas kebersihannya, bagaimana yang lain.
    Kadang mereka hanya mengejar pemasukan saja tanpa memperhitungkan perawatannya.
    Diakui bahwa kesadara dan kepedulian masyarakat thdp kebersihan lingkungan masih sangat kurang.

    • ded berkata:

      Oh ya Mb, di dekat panorama ini, ada tempat makan yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.Namanya Pical Si Kai dengan makanana pecel atau lontong pecel, tape ketan itam dll

      • monda berkata:

        iya lewatin ngangnya dan lihat papan namanya…
        tapi karena udah kekenyangan, nggak mampu untuk mampir lagi he..he…
        tempat ini pernah diliput di Kompas kan…

  7. niee berkata:

    aaahhh,,, kapan yak semua orang di Indonesia paham kalau buang sampah itu menganggu lingkungan dan membuat pemandangan jadi buruk😦

  8. bintangtimur berkata:

    Mbak, saya juga suka trenyuh kalo lihat kera yang ada di beberapa tempat wisata…selain makanannya sembarangan, mereka juga suka dijahilin sama pengunjung…ironis ya!
    dan terus terang, saya malah baru tau kalo di Ngarai Sianok itu ada keranya…hehe, dikirain cuman Sangeh dan Wendit aja yang suka ada kera berkeliaran😀

  9. Imelda berkata:

    makanya malas aku mengajak teman-teman Jepang ke wisata karena kotornya itu loh.
    Yang lebih menakutkan adalah hewan-hewan itu tambah buas dan menyerang manusia. Di TV Jepang pernah diperlihatkan monyet yang memasuki rumah penduduk dan mengobrak abrik dapur (di luar negeri sih, lupa tepatnya Italia atau spanyol)

  10. Evi berkata:

    Hutan tempat monyet2 ini hidup sudah tak bisa lagi memberi makan berupa buah-buah liar karena habis oleh manusia duluan🙂 Yah akibatnya mereka berceceran cari makan ke luar habitat..Emang iba sangat melihat monyet terpaksa keluar mencari remah-remah sisa makanan. Mudah2an dinas pariwisata kota Bukittinggi melakukan sesuatu terhadap mereka. Bagaimanapun kehadiran monyet2 ini menambah nilai daya tarik wisata panorama🙂

    • monda berkata:

      iya uni … monyet2 ini bahkan di pagi hari keliatan di dekat kolam renang hotel …,
      cukup jauh lho dari panorama …
      memang rasanya masih banyak yang harus dibenahi pemda SUmBar untuk mengembangkan pariwisata …

  11. Sofyan berkata:

    Eman ya Bun, kenapa hewan ini tidak terumat, malah para pengunjung membuang sampah sembarangan😦 miris

  12. LJ berkata:

    bidikan yang bagus ini kak..

    banyak ironi kita temukan di setiap tempat wisata..
    dan sementara ini hanya bisa meringis, ditambah komat kamit berdoa semoga segalanya segera membaik.. gemes ya kak, urusan sampah apalagi…

    sumatera barat masih banyak sampaaahhh..😦

  13. Nchie Hanie berkata:

    KAsihan Satwanya ya Bun..
    Biasanya kan kalo di tempan Bonbin, suka ada tulisan dilarang memberikan makanan sembarang, mungkin tujuannya baik juga ya..Untuk kelangsungan satwa tsb..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s