Tak Tahan Asam

Seiring pertambahan usia rasanya banyak hal yang dulu bisa dilakukan kini tak mampu lagi. Salah satunya yang kurasa berkurang kemampuannya yaitu indra pengecap, terutama untuk rasa pedas dan asam. Makan di abang bakso pinggir jalan kini dengan berat hati tak kulakukan lagi, karena bisa menyebabkan  diare  sepanjang hari. Mungkinkah ada kaitannya juga dengan rasa masam  dari sausnya?  Konon kabarnya   saus tomatnya tidak berasal dari bahan-bahan segar, bukan dari tomat tetapi ubi diberi pewarna, sambalnya pun bukan dari cabai rawit segar, tetapi sudah hampir layu.

Dulu buah yang asam itu sangat kusuka. Sebutlah misalnya belimbing wuluh,  jeruk nipis  atau rambai. Bila sowan ke  rumah Opung, sasaranku selalu ke pohon belimbing  dan buah renda  yang tumbuh di halaman depan yang sangat luas. Senang sekali rasanya memetik buahnya yang bergerombol lebat sampai hampir mencapai tanah, cukup mudah untuk seorang anak kecil mengambil sendiri.  Belimbing  wuluh muda  dan buah renda yang berwarna merah jambu yang  rasanya sangat asam itu kumakan cukup hanya dicocol saja dengan garam. Seingatku dulu itu aku cukup tenang memakannya tanpa terlalu merasa  asam tapi sekarang…baru membayangkan saja sudah meringis , apalagi makannya ya.

Begitu pula dengan jeruk nipis. Seringkali sepulang sekolah, karena panasnya udara  kuhampi pohon di halaman samping rumah, kupetik buah jeruk nipis, dikupas hingga menyisakan kulit ari yang berwarna putih dan dimakan begitu saja, lagi-lagi cukup hanya  dengan cocolan garam.

Selain itu aku juga suka buah rambai. Masa kecil dulu bisa sendirian saja menghabiskan seikat. Sampai suatu waktu sempat sangat penasaran,karena tak pernah lagi menemukan buah ini. Ketika berwisata ke Taman Buah Mekarsari ada kios buah hasil panen kebun buah tersebut. Alhamdulillah ada rambai yang diinginkan. Di sini rupanya buah itu disebut dengan menteng atau kepundung (Baccaurea racemosa). Dengan percaya diri kubeli seikat dan langsung duduk di bangku taman di bawah pohon rindang. Dengan tak sabar kuambil sebuah dan ditekan dengan jari dan memasukkan ke mulut. Hi.. langsung meringis.. asamnya… songon bodat mangan accom  ( artinya seperti monyet makan asam,  wajah kecut jelek .

Semua buah itu sekarang tak lagi sanggup kumakan begitu saja. Bagaimana denganmu teman, sukakah dengan buah  yang  asam?

Catatan : tulisan ini pernah kukirimkan sebagai tulisan tamu di Karsini pertama di blognya oom NH, “The Ordinary Trainer”, setelah sedikit diolah dan diterbitkan di sini , maksudnya sih untuk mengurangi tumpukan draft sekaligus penyelamat saat malas menulis tulisan baru.

:D

49 thoughts on “Tak Tahan Asam

  1. harumhutan berkata:

    buha rumbai seperti apa ya bu?

    aku juga ga suka buah yang asam ga suka,suka yang manis🙂

    tapi aku uda mulai ga teralu suka coklat meski itu manis😀

  2. Bibi Titi Teliti berkata:

    mba Mondaaaa…
    aku juga gak suka yang asem asem sih mbaaa…
    kalo makan rujak pun, selalu tanpa mangga muda nya…

    Kecuali duluuu banget pas waktu hamil Kayla…hihihi…
    sempet ngidam yang asem asem gitu deh…

  3. bintangtimur berkata:

    Sangat tidak suka mbak, nulis komen ini aja saya langsung merinding…buah-buah yang asam itu hanya saya makan saat hamil Risa dulu, dan setelah selesai masa ngidam, selamat tinggal pula buat buah-buah yang asam itu…
    Mbak Monda suka belimbing wuluh?
    Aduh mbak, ngebayanginnya aja saya udah nyaris nangis😦

  4. Lyliana Thia berkata:

    hadeuh baca ini, sampai terbit saliva ku Bun.. ahaha…
    dulu waktu kecil aku juga suka makan belimbing sayur sama garam bun..
    kalo skrg sih emoh.. hihihi…

  5. yuniarinukti berkata:

    Kalau makan yang asam-asam saya masih suka Mbak, tapi harus dicampuri. seperti mangga dikasih bumbu atau garam. Kalau buah asam lantas dimakan asal aja gak tahan Bun.. mata langsung mercing-mercing😀

  6. saidah berkata:

    Masih suka Bu hahaha apalagi rambai, kalo lg musim di Kandangan biasanya aku minta kirimin sama Ibu😀 ngerujak mangga muda juga masih suka, soalnya temen2 kantor pd hobby ngerujak

  7. Idah Ceris berkata:

    Sepertinya emang iya, semakin bertambah usia gak pada doyan yang kecut2 atau asam2. Biasanya yang gemar kecut2 itu ABG2, Bun.🙂
    Konon kabarnya juga, saos2 yang di bakso emperan terbuat dari krekel. Entah benar atau tidak.

    • monda berkata:

      fotonya belum ada…,
      ntar deh aku jalan ke tetangga yg punya…
      pohonnya itu berduri, buahnya bulat kecil seperti manik2, kalau matang warnanya jadi hitam

  8. Heru Piss berkata:

    Menteng atau kepundung itu kesukaannku waktu masih TK, habis pulang sekolah melewati pohon tersebut dan suka mengambilnya untuk dimakan, namanya juga masih kecil ya ambil yang ditanah langsung kumpulin bawa pulang untuk dimakan..
    Tapi setelah SD sampai SMP kangen dengan buah itu karena rasanya memang yang berbeda dengan buah lainnya. Ketika SMA mencoba kembali ke jalan yang biasa ku lewati waktu masih TK ternyata pohon itu sudah ditebang karena memang sudah terlalu besar dan berbahaya karena disekitarnya banyak rumah berdiri.

  9. Pakies berkata:

    saya pun mengalami hal yang sama Bu perihal makanan, itulah kenapa beberapa waktu lalu saya nulis Warning makanan halalal toyyiban karena beberapa jenis makanan halal ternyata sudah tidak cukup baik untuk tubuh saya. Inilah kita, yang sudah berusia hehehe

  10. pursuingmydreams berkata:

    Saya paling ga tahan dg asam kak, contohnya klo jeruk asam sedikit saja biasanya tidak saya makan. Dipaksakan misal nanas ya gigi jadi ngilu, sikat gigipun malas krn rasa ngilunya😀.

  11. LJ berkata:

    klo makan rambai aku juga bakal diare seharian.. makan bakso dan mie ayam sudah mulai jarang juga.. seiring usia, mulai makan yang aman2 aja kak.. #tapi klo mpek2 masih hajaarr..😛

  12. Evi berkata:

    Benar sekali Mbak Mon. Seiring pertambahan usia banyak yang berubah pada tubuh kita, sekalipun semangatnya tetap remaja hehehe..Kalau aku tuh sekarang gak tahan pada makanan yg ada MSG-nya, langsung sakit kepala. Maka gak berani jajan bakso atau mie ayam lagi deh..

  13. yayats38 berkata:

    Kalo asam kayaknya masih oke deh … yang ngelu sekarang Es Bun … padahal suka Es .. ada apa dengan gigi saya ya sudah gak tahan es he he

    • monda berkata:

      ngilu kalau minum es.., salah satu kemungkinannya gigi berlubang atau gusinya bergeser hingga sebagian permukaan akar gigi terbuka….kalau penyebabnya itu rubah cara sikat giginya kang….secara vertikal..
      sikatnya mulai dari gusi ke ujung gigi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s