Pertolongan Pertama

Empati masih ada, tak hanya pada golongan usia lanjut, seperti di tulisanku sebelum ini.

Pagi ini di jalan tol lingkar luar Jakarta terlihat ada asap hitam mengepul dari arah di depan kami, jalan pun jadi tersendat. Tiba-tiba ada bis dari jalur dua yang sekonyong-konyong pindah jalur.
Pemandangan lain ada gadis cilik imut dengan gaun pink cantik seorang diri berdiri menyandar di tembok jalan layang. Setelah kendaraan kami semakin mendekat ternyata ada sebuah mobil mewah Eropa keluaran akhir tahun 90an berhenti dengan kap mesin terbuka dan asap mengepul keluar dari situ. Gadis cilik kira-kira seusia anak TK berdiri agak jauh di belakang mobil. Seorang bapak berbaju batik tampak membuka kap mesin mobil. Berarti gadis cilik bergaun cantik itu putrinya? Penumpang mobil itu tampaknya hanya mereka berdua, kasihan si cantik pasti kaget.

Bis yang berhenti tiba-tiba itu terbuka pintunya, lalu dua orang pria yang tampak seperti awak bis turun membawa seember air langsung menyiramkan ke asal asap di bagian mesin mobil. Kejadian itu pasti baru saja terjadi dan belum ada petugas patroli yang datang. Awak bis lah yang menjadi penolong pertama. Apa yang terjadi selanjutnya tak kami saksikan lagi.

Salut buat awak bis GMS, kalau tak salah itu nama bisnya. Rasanya aku belum pernah lihat bus ini sebelumnya yang pasti bis ini bukan bis kota atau bis AKAP. Masih ada tolong menolong di jalan raya. Alhamdulillah.

37 thoughts on “Pertolongan Pertama

  1. yuniarinukti berkata:

    Merinding saya baca ini Mbak. Semoga sopir dan awak bus itu selalu dilindungi jiwanya karena telah menolong si Bapak itu. Gak bisa kebayang gimaa bingungnya si Bapak mengendalikan asap hitam begitu, apalagi di jalan tol..

  2. prih berkata:

    Jempol buat awak bus yang cekatan dan menolong pada waktunya…
    Jempol pula buat mBak Monda yang mewartakannya via postingan ini, bahwa kepedulian tumbuh subur di lahan keseharian kita.
    Salam

  3. bintangtimur berkata:

    Wah, mbak…salut dengan kepedulian dan ketangkasan mereka…mudah-mudahan empati itu akan selalu ada. Tidak hanya di ibukota, tapi juga dimana-mana…🙂

  4. Yeye berkata:

    Kynya td aku jg liat deh Mba, tp aku ga perhatiin krn suami ngebut buru2 krmh mertua. Salut deh sm pertolongan pertamanya awak bis itu, Alhamdulillah🙂

  5. LJ berkata:

    jempol buat awak bis.. kepedulian yang skrg terasa mahal, ternyata masih ada. semoga kita juga bisa menerapkan memberi pertolongan, berdasar kemampuan kita.

  6. ded berkata:

    Ternyata masih ada ya Mb empati diantara kita, mudah-mudahan juga ada dimana2, ada saat saudara kita sangat membutuhkannya…
    Alhamdulillah…..🙂

  7. lozz akbar berkata:

    Jalanan tak sekedar identik dengan kekerasan saja ya Tante, tapi juga ada rasa empati di dalamnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s