Gagal Menangkap Sriti

Foto ini terlihat tanpa fokus ya, mau foto apa sih maksudnya? Lalu lintas ibukotakah, atau para pejalan kakinya?

20130829-135802.jpg

Di foto lainnya ini agak lebih jelas sosok burungnya, dekat sekali dengan gadis di latar depan

20130830-043618.jpg

Ada 35 buah foto seperti ini yang kuambil menggunakan telpon pintar. Untung-untungan, mana tahu salah satu di antaranya bisa menangkap obyek yang kuinginkan. Tentu saja semua tak punya fokus. Beginilah kisahku sebenarnya.

Beberapa sore sepulang kerja sekitar pukul setengah lima, aku melewati trotoar yang sedang berantakan ini. Lokasinya di sekitar jembatan Semanggi, di depan Universitas Atmajaya. Ada serombongan burung kecil hitam yang fisiknya persis gambar burung terbang tinggi yang dilukis anak SD. Mirip walet juga. Burung-burung ini terbang dengan cepatnya, menukik kemudian naik membumbung tinggi, bahkan hampir menabrakku. Orang-orang lainnya sih biasa saja, tetap berjalan biasa. Hanya aku saja yang terdiam memperhatikan, norak soalnya, belum pernah lihat burung itu di tempat lain. Biasanya sih cuma lihat burung gereja. Uniknya kok hanya terbang di sekitar kampus saja.

Nah, karena sudah beberapa sore melihatnya, akhirnya coba-coba foto. Aku tahu sih sebetulnya dengan kamera telpon genggam yang bukaannya lambat itu tak mungkinlah bisa menangkap sosok burung kecil hitam lincah itu. Aku harus bertanya pada teman-teman blogger yang jago fotografi bagaimana setting yang tepat untuk menangkap obyek yang bergerak cepat seperti itu, tentulah harus dengan kamera yang bagus.

Ketika kutanyakan pada oom abang katanya burung itu mungkin sriti. Sriti memang mirip dengan walet. Keduanya membuat sarang yang bernilai ekonomis. Hanya saja walet membuat sarang murni dari air liurnya, sedangkan sriti sarangnya terdiri dari campuran air liurnya dan ranting. Harga jual sarang walet yang bisa mencapai jutaan rupiah per kilogramnya tentu saja berkali-kali lipat dibanding sarang burung sriti.

Teman-teman lainnya mungkin tahu lebih banyak tentang burung ini, sudah cukup jelaskah deskripsiku? Atau ini jenis burung lain? Bisa bantu ?

55 thoughts on “Gagal Menangkap Sriti

  1. Idah Ceris berkata:

    Waaah, saya malah belum pernah mencoba jepret burung yang sedang beterbangan tuh.:mrgreen: Padahal tetangga ada yang membuat “pasang sarang” burung. Entah untuk walet atau sriti.

  2. Zizy Damanik berkata:

    Pakai kamera hape memang susah, karena semua sudah settingan otomatis, tidak bisa disetel seperti di kamera.
    Saya kalau mau foto burung ya nunggu dia diem… kalau gak susyaahhh…

  3. wi3nd berkata:

    kalo pake kamera hp emang susah bu..

    seperti burung walet sih ya.. tapi klo walet aga kecil lagi..

    tapi bagus itu malah seperti penampakan jadinya😀

  4. Pendar Bintang berkata:

    Mengambil foto barang bergerak emang susah Bunda….
    Itu yang Hani alami saat jalan-jalan kapan hari…
    Hani gak tahu malahan burung Sriti seperti apa, tapi Hani sering liat burung warna putih2 yang ada dii rawa katanya sih itu burung bangau putih😀

  5. Messa berkata:

    Oiyaaaaa aku bisa lihat. Warna hitam sekelebat, seperti siluet burung. Pasti karna dia sambil terbang tuh makanya hasil jepretannya gitu😉

  6. sondangrp berkata:

    hahahaha kak perjuangan juga ya ngambil fotonya. Kalo pake kamera hp emang suka gak keambil momentnya ya. Jangankan burung yg gerakannya cepet, anak lagi duduk goyang dikit juga motonya agak tricky. Semoga practice makin make perfect kak ihihi

  7. mama-nya Kinan berkata:

    bunda monda..mohon maaf lahir dan batin..mumpung masih bulan syawal…*masih syawal kan bun….:)
    wah sriti yang kecil kecil itu yah bun…lincah memang terbangnya….bener banget itu di tempat kelahiran saya orang berusaha memancing datangnya burung sriti yang kemudian bisa memancing datangnya burung walet…

  8. Evi berkata:

    Itu indahnya punya hp yg ada camera, kapan saja pengen motret langsung bisa klik. Sekalipun Sritinya gak kelihatan, yang penting kita tahu bahwa fotonya tentang burung itu, Mbak Mon. Nah kalau di blog bisa dijelaskan lewat tulisan🙂

  9. Pakies berkata:

    rumah saya di kampung halaman, dulu bagian sudut-sudut rumah ada beberapa burung sriti yang membuat sarang di sana, kalo nggak salah Sriti ini memiliki warna bulu bagian atas lebih hitam dan bagian dadanya berwarna putih cerah.

  10. nh18 berkata:

    memang sulit menangkap obyek bergerak dengan kamera HP …

    Yang jelas … ingat sriti … ingat ager-ager saya … (hehehehe)

    Salam saya Kak

  11. Imelda berkata:

    wah mbak, kalau memotret obyek bergerak pakai kamera HP ya susah😀
    Kalau pakai kamera digital (setting otomatis) saya selalu pasang utk kecepatan tinggi, tele dan mengikuti gerak obyek supaya bisa ketangkap. Kemarin baru coba memotret burung camar di pelabuhan Yokohama, lumayan lah untuk seorang amatir seperti saya heheheh

  12. Orin berkata:

    Orin jg masih belum berhasil motret burung yg lg terbang walopun pake si kamera gede itu Bun, mesti berguru ke kang Yayat dulu kyknya mah nih *malah curcol*

  13. yayats38 berkata:

    Saya tidak tahu banyak tentang Sriti ini. Dan mengenal sriti saya agak terlambat Bun, yaitu ketika kerja di Pekalongan dulu yang banyak kandang walet. Mereka pada bilang kalo rumah sudah dimasuki sriti akan mudah dimasuki walet dengan cara menukar telur dari sriti dengan telur walet.

    • LJ berkata:

      nanti mang gemot akan menjelaskan cara menangkap objek bergerak pada postingan tersendiri…😛

      aku belum pernah liat sriti di bukik sini, kak..
      unik juga mrk berkeliaran di ibukota.. cari perhatian MS kayaknya.

    • yayats38 berkata:

      Dulu sempat ikut nongkrong memperhatikan di sebuah kolam dekat sarang burung ini karena pola keluar masuk kandangnya hampir sama setiap harinya. (Itu kata temen saya waktu itu). CMIIW ya.
      Ohya terbangnya emang cepat.Paling tidak jika pengen ketangkep dan tajam harus 1/500 atau 1/1000 dan pakai lensa tele panjang biar tampilannya lebih sempit.
      Semoga kelak bisa mendapatkan jepretan yang sempurna🙂

      • monda berkata:

        jadi mau mancing walet bisa pakai sriti ya?
        unik juga ya..
        teknik fotonya susah juga ya kang, baiklah belajar satu2 dulu, dari benda diam dulu aja ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s