Akibat Sumawur ing Jagad

“Saya harus mengawali dengan pengakuan upaya penyebaran ‘virus’ ala kebun yaitu gerakan cinta amatan flora di sekitar keseharian”, itu kata
mbak Prih di sini yang oleh beberapa teman diberi julukan “peri kebun”, tetapi beliau lebih sering mengaku sebagai tukang kebun. Kejutan buatku ketika menerima paket berisi dua buah buku. Salah satunya “Pesona Gerbera Tiga Warna” berisi kumpulan tulisan beliau di blog Rynari. Senangnya mendapat buku mempesona ini.

20140105-055644.jpg

Kukenal beliau pertama kali dari daftar peserta kontes Mainan Bocah di Surau Inyiak beberapa tahun lalu. Waktu itu postingnya masih sedikit, walau begitu ketika membongkar isi blognya aku langsung suka dengan kontennya yang menunjukkan ilmu yang banyak tentang tanaman dan lingkungan. Cara penyampaian tulisan ala beliau ini khas dan tak biasa, ada perlambang, dihubungkan dengan kecintaan yang kental terhadap budaya Jawa dan disisipi bahasa Jawa halus semakin membuat tulisannya berisi.

Pengaruh tulisan mbak Prih semakin merasukiku mengamati flora di sekitar apalagi ketika beliau menceritakan fungsi paitan, bunga pinggir jalan cantik yang mirip bunga matahari (Tithonia diversifolia) alias Mexican sunflower. Aku jadi tahu wangi harum terkesan manis berasal dari mahoni, dan aku juga jadi penasaran dengan bunga pohon glodogan tiang karena artikel sumawur ing jagad.

Tulisan itu membawaku mencari wujud bunga glodogan tiang (Polythea longifolia) yang sudah lama menarik perhatian. Pohon yang banyak ditanam di pinggir jalan berfungsi sebagai peneduh dan penyerap polusi ini bentuknya khas, tinggi menjulang tanpa banyak percabangan dan berdaun rimbun. Sosoknya itu mirip pinus. Ketika belum tahu namanya kusebut saja dengan nama pohon Monas..#maksa. Kerimbunan daun itu menyembunyikan bunganya dan tak pernah terlihat olehku. Aku jadi khusus mencari-cari, selalu melongok ke atas, dan bisa tampak bunganya. Warna bunganya yang hijau pucat, dan mini bentuknya (sekilas mirip bunga kenanga) itu memang membuatnya tersembunyi. Bunga itu terlihat di pohon glodogan di depan Puskesmas. Perlu bantuan seorang teman untuk menarik rantingnya agar aku bisa membuat fotonya dengan kamera hp <:D

bunga pohon glodogan

bunga glodogan

Iklan

25 thoughts on “Akibat Sumawur ing Jagad

  1. danirachmat berkata:

    Wuiiiiiih, bener-bener cocok ya Mba Monda dan Mba Prih.Saya belum berkenalan dengan beliau. Baru akhir-akhir ini akan mulai datang ke blog beliau… ūüėÄ

    • monda berkata:

      Armaaan…, di sini masih pake cairan penghapus itu, masih banyak nulis pakai ballpoint.., di sana emangnya udah nggak make?
      tp kl yg merk tipp ex itu udah lama nggak lihat

  2. nh18 berkata:

    Saya bisa mengerti mengapa Kak Monda bisa nge “click” dengan Yu Prih …
    Karena hanya kakak dan mbak yu berdua lah yang sering membahas mengenai tanaman beserta nama latinnya dengan relatif fasih …

    Salam saya Kak

  3. kamal berkata:

    dari judulnya, kirain bu monda mau menulis tentang jawa atau dalam bahasa jawa. he he he..
    tentang glodogan tiang, ternyata pohon yang sering saya lihat di daerah menteng dan beberapa jalan besar di jkt itu ya namanya. pohonnya teduh, daunnya selalu kelihatan hijau segar dan sepertinya ga gampang somplak kalau kena angin agak keras. ga seperti pohon akasia atau bintaro…

    • monda berkata:

      he..he.., iya.., sok2an mau bahasa Jawa.., aku suka dengan bunyinya…
      emang keliatannya kokoh batangnya.., ditiup angin kencang pohon ini masih bisa meliuk2 nggak patah

  4. prih berkata:

    Mbak Mondaaaa, langkah sy mendadak terbungkuk nih. Bila tukang kebun cerita paitan amat biasa, yang luar biasa adalah peri gigi fasih flora, pemerhati budaya, maupun pecinta museum. Terima kasih mbak untuk saling menularkan ‘virus’. Salam hangat

    • monda berkata:

      terima kasih lho mbak, jadi malu juga dapat compliment indah ini.., berharap bisa kopdar suatu saat nanti
      mbak.., aku pinjam judul artikelnya, he..he.., suka dengan bunyi kata2 sumawur ing jagat

  5. hilsya berkata:

    bicara ttg mexican flower.. di sini lokasi yg paling terkenal ada di mae hong son, mba.. sampe turis2 berdatengan.. sayangnya aku blm sampe.. medannya ga kuat, haha..

    • monda berkata:

      mbak… mexican sunflower dijadikan obyek wisata? bukan yang sunglower benerAn?
      hebat banget ya..,
      itu kan di sini cuma numbuh gitu aja di pinggir Jalan

      • hilsya berkata:

        itu beda tempat mba.. klo yg sun flower udh pernah didatengin krn letaknya lebih dkt..
        klo mae hong son di utara masih sekitar >3 jam dr CR kemarin, pake acara berkelok-kelok pula.. *sedia antimo* mknya cukup liat foto temen aja..

    • monda berkata:

      iya.., mbak Prih dan mbak Ade kan jadi sumber utamaku kl mau tanya2 flora,
      aku kenal mbak dari Rynari kan…, terima kasih mbak udah silaturahmi selama ini, selamat tahun baru ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s