In My Life

Malam minggu kemarin diisi dengan nostalgia abis, he..he.. gara-gara nonton rekaman A Grammy Tribute to The Beatles. Lagu-lagu lama era orang tuaku yang tetap merdu itu muncul lagi dibawakan artis-artis masa kini.  Aransemen lagu sebagian besar tak berubah banyak. Salah satunya In My Life dibawakan penyanyi  Inggris yang suaranya  dan petikan gitarnya membawa ke masa-masa musik akustik dulu (kayaknya jadi mau cari lagu-lagu dia lagi deh).

There are places I’ll remember All my life
though some have changed
Some forever not
Some have gone and some remain

All these places had their moments
With lovers and friends I still can recall
Some are dead and some are living
In my life I’ve loved them all

But of all these friends and lovers
There is no one compares with you
And these memories lose their meaning
When I think of love as something new

Though I know I’ll never lose affection
For people and things that went before
I know I’ll often stop and think about them
In my life I love you more

In My Life punya lirik yang sesuai dengan ide tulisan dari mbak Sri Andani.  Blogger yang sangat cinta satwa ini mengusulkan tulisan mengenai pengalaman dan perasaanku yang sering berpindah  mengikuti orang tua. Orang tuaku beberapa    kali ditugaskan ke daerah mulai dari Sumatera sampai Papua.  Ini hal yang lazim, teman-temanku juga akhirnya sering berganti. Rumah yang pernah  ditempati cukup banyak, semuanya rumah dinas, bangunan baru atau  lebih sering tinggal di bangunan  lama peninggalan Belanda. Perusahaan menyediakan fasilitas yang sangat lengkap, rumah seiisinya,   juga sekolah, perpustakaan umum, olahraga dan bioskop, bahkan sesekali ada artis ibukota yang manggung di kompleks.

Kalau ditanya bagaimana rasanya selalu berpindah, seingatku hatiku ringan saja ya. Tak ada rasa terlalu berat meninggalkan lingkungan dan teman-teman,  sepertinya kita semua sudah siap sekali. Kami pindah  setiap 3 tahun sih.. wk..wk.., jadi ijazah sekolahku semua dari kota  berbeda. Makanya jangan suruh legalisir ijazah SD , aku harus kembali ke Sorong, tiketnya mahal kan. Karena sering berganti teman aku tak punya sahabat yang terlalu karib sampai bisa curhat-curhatan segala rupa, tetapi masih bisa  bergaul normal. Awal  masuk di kelas baru  masih banyak diam, biasalah cek cek ombak dulu, apalagi ada perbedaan bahasa. Tentang beda bahasa pergaulan ini pernah kuceritakan di So Lama Tara Bakudapa.  Tetapi walau tak curhatan  sampai kini masih berhubungan akrab dengan teman-teman SMP dari Balikpapan, sering bertemu dan berencana libur bareng.

Kota-kota masa kecilku ada yang sudah pernah didatangi yaitu ke Plaju dan Balikpapan. Cuma bisa numpang berfoto di halaman rumah itu,  tak dibukakan pintu sama yang punya, kasihan kan…serasa kita sales mesin cuci… Ke Balikpapan waktu itu dalam rangka reuni. Nah, temanku  di sana pindah rumah sampai 3 kali, tapi dia  berhasil masuk ke semua rumah lamanya.  Beruntung ya, walaupun jadi pengalaman mengharu biru mengenang almarhum orang tuanya.

Ya, aku tak merasa berat  mengenang rumah-rumah itu, tapi pengalaman berkesan masa kecil ada di sana. Di masa kecil aku tak bisa diam dan banyak main di luar rumah.  Aku masih ingat sudut-sudut rumah, teras tempat belajar sepatu roda,  jurang tempat main perosotan kardus, bertanam dan panen kacang tanah dan singkong,  kebun tampat bermain di bawah pohon bambu, cari jambu mede dan bermain getah karet. Aku bahkan masih ingat rumah masa balita di Kuala Simpang,  Aceh. Di rumah berkolong itu ada ayunan digantungkan di batang pohon roda. Ketika sedang asyik bermain tiba-tiba aku diseruduk monyet yang datang entah dari mana, jadilah jejeritan nangis kencang. Atau juga main tarzan-tarzanan dan terjatuh di kolam itik, wk..wk…

Ya…, di masa lalu memang banyak tempat dan orang yang pernah kita akrabi, tetapi semuanya hanyalah kenangan,  jangan terpaku  pada kenangan masa lalu, yang terpenting  hiduplah untuk masa kini.

44 thoughts on “In My Life

  1. IFAN JAYADI berkata:

    Mengenang masa-masa dulu dengan mengunjungi rumah lama yang dulu pernah ditempati rasanya seru ya bu. Apalagi jika bisa berfoto. Sayang ya cuma bisa di halamannya saja dan tidak dibukakan pintu

  2. edratna berkata:

    Berpindah-pindah mengikuti tugas orangtua menyenangkan ya mbak…cuma kalau tak hati-hati, sekolah sering tercecer…dan selalu ketemu teman baru, ini juga merupakan tantangan bagi anak yang sulit bergaul.
    Syukurlah mbak Monda bisa sukses, dan bisa menikmati pindah2 tempat ini.

    • monda berkata:

      alhamdulillah mbak, sekolah2 kami itu mutunya nggak banyak beda jadi nggak ketinggalan
      cuma pernah merasa ketinggalan pelajaran bhs Inggris, tp lalu belajar setiap hari dibantu papa, syukurlah bisa

  3. prih berkata:

    Berpindah tempat menikmati penjuru Nusantara jadi memperkaya persahabatan. Bapak sangat menanamkan jiwa siap kemanapun ditugaskan ya mBak.
    Salam

  4. Idah Ceris berkata:

    Dari kecil udah berpetualang ya, Bund. Banyak pengalaman, dan bisa jadi bahan cerita buat anak-cucu2.🙂

    BTW, jadi ingat, kalau dulu sering diajak Ibu ke sawah bercocok tanam kacang tanah. Aah, masa kecil ngangenin!. ^_*

  5. Ni Made Sri Andani berkata:

    huaa…ideku kepake! Senengnya mendengar cerita Mbak Monda. Wah..aku nggak nyangka lho kalau ternyata Mbak Monda bisa pindahan dengan ringan ya Mbak. Barangkali karena terbiasa atau karena frekwensinya banyak ya..
    Kupikir tadinya mau menceritakan betapa pilunya meninggalkan sahabat setiap kali pindahan.. soalnya aku nggak kebayang. Aku cuma pindah dari Bangli ke Denpasar waktu mau kuliah.Lalu dari Denpasar ke Jakarta nyari kerja…

    Thanks ya Mbak ceritanya..

    • monda berkata:

      iya mbak, nggak terlalu sedih juga pas pindahan itu.., karena memang sudah tahu bakal sering pindah, dan lagi beberapa kali ketemu lagi dengan teman lama..

      spt saat pindah ke Bpp ketemu lagi dgn teman SD dari Pangkalan Brandan atau tetangga waktu di Aceh

  6. yuniarinukti berkata:

    Mbak Monda membaca pengalaman mbak saya jadi iri. kalau pindah-pindah sekolah emang ribet sih tapi pengalaman keliling kota di Indonesia dan bertemu banyak teman, adat dan belajar bahasa itu yang gak semua anak bisa. ngomong-ngomong saya belum pernah keluar pulau, tentunya selain Bali dan Madura😀

  7. nengwie berkata:

    Masa kecil mah meski hidup susah, teteep bahagiaaa.. Meski kadang menitik air mata jika teringat…
    Pindahan sudah 3 kali selama 12 thn ini, meski pindah masih di kota yg sama, yg pasti ribeeeet hehe.. Eeh ini mah bukan pindahan saat kecil🙂

  8. Yeye berkata:

    Mba Monnnn.. In my Life itu lagu fav aku lhoooo😀

    Pindah2 sbnrnya enak yah jd banyak kenalan dan repotnya klo disuruh legalisir ijasah hahahaha kebayang deh mesti beli tiket pesawatnya😀

    • monda berkata:

      sama dong kesukaan kita Ye..
      hi..hi.., iya dulu pernah ada isu harus legalisir semua ijazah, aku sempat panik juga, mau minta tolong siapa ya…, kayaknya udah nggak ada kenalan di sana, biar lewat pos aja gitu..
      untungnya cuma isu doang

  9. Iksa berkata:

    Waah aku cuma 7 kali pindah sampai tamat SD … Itupun tiap kali singgah dulu setahunan di jakarta he he .. SD ku di surabaya malahan sudah hilang bangunannya.

  10. nh18 berkata:

    Kak Monda jadi seolah mempunyai banyak kampung halaman ya Kak …

    Mengenai acara ini …
    saya juga menonton Kak …
    Dan ketika lagu “with a little help from my friend” … saya nyanyi-nyanyi sendiri … seperti orang gila … hahaha

    Salam saya Kak

    (24/2 : 13)

  11. Iwan Yuliyanto berkata:

    Wah, jelas kasihan banget… jauh-jauh datang sampai tidak dibukain oleh tuan rumahnya yang sekarang. Semoga kita tidak mempunyai sifat seperti itu, yaitu mempunyai kecurigaan terhadap orang asing yang berlebihan.

  12. clararch02 berkata:

    Saya juga tuh Bu pengen masuk lagi ke rumah lama saya di Sampit tapi karena yang tinggal udah orang baru jadi ga bisa deh, hiks hiks, padahal kenangan masa kecil saya di situ tuuhhh

  13. Arman berkata:

    wow tiap 3 th sekali pindah ya bu…
    apa gak repot ya? hehehe…

    saya suka amazed sama orang yang sering pindah2. rasanya saya pas pindahan kok ribetnya setengah mati ya. hehehe.

    • monda berkata:

      pas pindahan itu kayaknya nggak banyak barang2 kita yang dipeti2in,
      paling2 pakaian dan buku, barang2 pribadi deh , selebihnya disediakan
      lagian yang bagian bungkus2 ya mama …, anak2 mah main melulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s