Kontrak Rumah

Karena kepanjangan mau cerita di kolom komentarnya  Etiket Sewa Menyewa si  Nyonya Sepatu, aku buat posting saja deh. Sorry Non, kelamaan ya..

Pernah punya pengalaman di rumah kontrakan waktu kami renovasi rumah yang sudah ditinggali hampir 15 tahun. Rumah  buatan developer yang sudah berusia segitu  pasti ada saja yang harus dibenahi. Atap sudah harus diganti karena kayu-kayu penyangganya sudah mulai keropos dimakan rayap. Untung saja, karena setelah atap dibuka ternyata ada kuda-kuda atap yang utuhnya bersisa 5 cm, hiii .. untung nggak ketiban.  Karena mau ganti  dan meninggikan atap  supaya mirip dengan gaya rumah kolonial dengan prinsip tropis,  kami memutuskan ngungsi dulu ke kontrakan.  Cari rumah kontrakan  susah juga, kebanyakan  pemilik rumah maunya langsung kontrak 2 tahun. Akhirnya dapat juga  yang mau disewa 6 bulan.

Baru saja dua malam menginap di rumah kontrakan, anak-anak terkunci di dalam kamar. Ternyata, rumah kontrakan inipun kondisinya sudah kurang begitu baik, makanya pintu langsung terkunci. Pintu terpaksa didobrak, dan saat kami keluar kontrakan itu pintu  berikut rumah kunci yang rusak kami ganti, bikin bersih dulu semua sudut, jangan sampai pemilik rumah ngedumel. Kami tak maulah ada kesan buruk, dan disumpahi orang, apalagi  masih tetangga blok, hubungan baik  bertetangga masih akan panjang, harus dijaga dong.

Pengontrak nakal juga ada lho, ini  pengalaman dari beberapa teman dan kerabat.

Pengontrak rumah saudaraku belum mau melepas rumah, padahal dia sudah beli apartemen. Alasannya karena masa kontrak masih cukup panjang. Saudaraku bilang sudahlah uang sisa kontrak akan dikembalikan, karena ada peminat yang mau pakai rumah. Si pengontrak lama nggak mau, nggak ngerti juga alasannya tahan rumah. Ternyata, orang itu tidak bayar listrik beberapa bulan. Saudaraku nggak sadar sampai akhirnya  aliran listrik diputus PLN.    Bikin mangkel  dan jadi mengutuk orang deh .. dan terpaksa saudaraku  repot lagi mengurus pemasangan baru.

Saudaraku yang lain lagi (sebut saja B) mengalami semua saklar listrik dan lampu dicongkel oleh pengontrak rumahnya, dinding rumah pun kotor oleh coretan anak-anak,  dan pompa air hilang.  Mendekati akhir masa kontrak  B  sudah menelfon menanyakan mau perpanjang atau selesai kontrak. Istri  si pengontrak  (C) dengan manis dan sopan santun bilang akan pindah dua minggu sebelum akhir kontrak, dan nanti akan mengabari  untuk serah terima kunci. Pas waktu yang dijanjikannya B datang ke sana…, ndilalah rumah sudah kosong. Dari satpam perumahan dapat kabar kunci sudah dititipkan  ke  satpam seminggu sebelumnya. C sudah pindah dengan menyewa sebuah mobil pick up berlogo sebuah perusahaan yang tak jauh dari situ.

B mendatangi kantor perusahaan pemilik  mobil pick up.  Si supir mobil pick up diminta mengantarkan ke kediaman baru  C.  Dengan menunjukkan surat kontrak yang telah mereka tanda tangani B merasa berhak meminta ganti kerugian yang ditimbulkan oleh C dan keluarganya.

Demikian Non, punya rumah kontrakan itu harus punya jiwa intel juga lho, he..he..

38 thoughts on “Kontrak Rumah

  1. danirachmat berkata:

    dua contoh terakhirnya serem juga ya Mba. jadi kuatir mau kontrakkan rumah kalo nanti ada pilihan lain tinggal di daerah yang lebih deket dengan kantor.

  2. anna berkata:

    Waah.. Itu yg ngontrak ga sopan bgt mbak.. Ambil ini itu.😐
    Saya jg pernah ngalamin jadi kontraktor, sebelum tinggal di rumah sendiri. Cuman setahun. Dan rumahnya menurut saya ga layak huni. Bocor parah.. Udah bilang sama yg punya, tp ga direspon. Untung rumah sendiri udah selesai direnov, segera deh kami pindah ..🙂

  3. Beby berkata:

    Hampir sama kejadiannya dengan pengalaman Pakde ku, Mbak.. Rumah kontrakannya jadi hancur babak belur, asbes pada kosong melompong, seng dicopotin, sudut rumah penuh dengan sawang laba-laba dan pompa air dicuri.. Biaya perbaikannya jauh lebih mahal dari uang kontrakan yang diterima. Maklum, masih di daerah desa jadi harga kontrakannya murah..😦

  4. noe berkata:

    Pernah punya pengalaman rumah dikontrak org. Sakit atii… kondisi rmh kotor, tempat cucinpiring sampe karatan, kamar mandi keramiknya item gk pernah disikat, tembok penuh coretan. Hmmffh…
    *malah curhat😆
    Makasih sharingnya mba, belajar dr pengalaman deh, nanti klo dikontrakin lg mau bikin perjanjian

  5. Budi Arnaya berkata:

    Tentang rumah Kontrak..ada lagi yang nakal mbak…dia ngontrak kepada kita ehhh dia malah di kostkan ke orang lain…dengan hitung2an dia malah untung hihiihii..karena kita jarang ngontrol kali mbak yach

  6. Arman berkata:

    kayak yang saya komen di blog nya noni.. kalo ngontrakin rumah sih kita minta deposit ya bu. jadi kalo ntar sampe akhir masa sewa ada yang rusak/hilang, uang deposit nya gak dibalikin. buat ganti gitu….

  7. Swastika Nohara berkata:

    Whoa!! harusnya ada perjanjian tertulis pas mengontrak rumah ya, dikembalikan seperti kondisi saat mulai dikontrak. Kenapa sih di Indonesia umumnya nggak melakukan itu?

  8. nengwie berkata:

    Mestinya diterapkan sistem spt disini deh, yg mana penyewa harus membayar uang jaminan 2,5 kali uang kontrakan sebagai jaminan, lalu tanda tangan kontrak, ketika meninggalkan rumah/apartemen wajib seperti kita masuk, kalau tidak, uang jaminan ngga balik, saya ngontrak 2 kali, dan saat pindah sibuk ngecat kembali, gosok sana sini…membersihkan sampai kinclong hehe
    Ya tapi ada jg sih bbrp yang ngga bener, yg sama kaya di Indo tp termasuk jarang.

    Rumah yg di Indo terpaksa di jual krn takut pengalaman buruk teman2/saudara terulang.

      • nengwie berkata:

        2,5 kali uang sewa sebulan gitu.. Jd mungkin diperhitungkan buat nutup kerusakan atau kotor2 gitu, tp kadang ngga kembali utuh jg sih pas kita pindah, yg punya apartemen ngecek dulu, kalau dia puas, ya semua balik, tp kalau ndak puas ngga balik semua krn buat betulin/ngecat lagi, tp kita dikasih bon nya untuk bukti gitu… Khan kalau sewanya 1000 euro/bln berarti kita nyimpen 2500, lumayan besar kalau balik lagi🙂

  9. nh18 berkata:

    Saya juga jadi ingat rumah saya di Surabaya yang dikontrak orang…
    udah lama banget …
    kalo nggak ditagih … suka pura-pura lupa …
    hahhaa

    salam saya

    (20/3 : 10)

  10. pursuingmydreams berkata:

    Hehehe kak Monda banget punya kontrakan harus punya jiwa intel 😉 .

    Kalau ditempatku sini yg punya kontrakan dan pengontrak bertemu di hari terakhir serah terima kunci, ada surat serah terima yg harus di tanda tangani. Pemilik kontrakan akan memeriksa keadaan rumah secara detail, kalau ada yg rusak maka biaya untuk memperbaiki dari deposit yg diberikan di awal mau ngontrak. Nilai depositnya 2 bulan sewa rumah.
    Kalau yg ngontrak langsung angkat kaki ya ga ditransfer balik depositnya.

  11. Orin berkata:

    Memang harus banyak sabar puny rumah/kamar kontrakan Bun, meski kalo jd pengontrak rasanya jadi pengontrak yg baik ya, tapi yaa begitulah heuheu

  12. @ZakiaNurhadi berkata:

    makasih sharingnya, kebetulan ada rumah kami yg dikontrakkan juga mbak..
    pengontrak sebelumnya alhamdulillah merawat rumah kami. Tahun ini pengontrakkan ganti, semoga pengontrak yg baru ini dan seterusnya juga merawat rumah kami. aamiiin.
    *rumah baru, secara kami aja nempatin baru 7 bulan aja.. huhuhu

    btw.. untuk urusan bayar listrik, dll yg bisa di monitor secara online, bisa dicek aja, bisa ketahuan apakah sudah bayar atau belum via internetbanking

  13. ysalma berkata:

    makanya saya milih menjual rumah imut saya di Bekasi Kak,
    ga bisa jadi ibu kontrakan, soalnya pada aneh2, berasa bayar trus merasa memiliki yg bukan merawat. Saya juga pernah lama hidup di kontrakan, tapi ingat yang ditempati rumah orang.

    • MS berkata:

      mungkin juga ya jadi ibu kontrakan harus bisa tegas, musti jelas2 kasih tau syarat2 ngontrak..
      padahal saudara2ku itu pada buat surat kontrak tertulis lho

  14. Yeye berkata:

    Horor juga yah Mba Mon, horor nya tuh kok ga tanggung jwb gitu.. huh
    Aku blm ada pengalaman mslh kontrak mengontrak, jd tak bisa komen banyak nih..

  15. eda berkata:

    huhuhu…nasibnya sama dg ku mba..
    rumahku, lampunya semua diambil sama yg ngontrak. handle pintu semua rusak. kamar mandi, lantainya putih brubah warna jadi item lumutan. jendela dipenuhi tempelan koran. rumah ancur banget pokoknya. udah gitu, orgnya waktu kasi kunci ke kita, ga ngomong maaf atau apa gitu. begitu besoknya dicek, pengen maraaaaaah… rumah ancur parah. lebih parah dr rumah yg gak berpenghuni.

    • MS berkata:

      iiih kok jorok banget sih ya…
      kok ada ya orang begitu, kan bisa aja kelak berhubungan lagi.., nggak mikir ke depannya sih ya

  16. Lidya berkata:

    tetangga depan rumah saya pernah rumahnya di kontrakan bun, trus waktu pengontraknya pindah barang-barang ikut diangkut juga padahal itu barang pemilik rumah

  17. Danan Wahyu Sumirat berkata:

    wah pelajaran bagus nih , soalnya aku ada rumah dikontrakan, selama ini yg urus ortu sih… tapi ortu memang agak selektif memilih penyewa. sebelum deal nyokap biasanya coba cari tahu tentang si penyewa dg ngajak ngobrol dan menilai altitude. dulu ada temen deket gua mau nyewa rumah, gegara dia ama istrinya masuk rumah ga buka alas kaki langsung ga dikasih sewa (nolak halus).

    gua sempet mikir kok gt bgt sih tapi nyokap bilang spontanitas itu identitas. dari awal sudah keliatan tidak menghargai kita kenapa harus dilanjutkan dengan sewa menyewa, ke depan takutnya malah bikin ribet. duh nyokap kejam…

    duh ribet ya masalah kontrak mengontrak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s