Go Local, Sarapan di Bukittinggi

Go Local,  prinsip wisata yang mampu meningkatkan sumber daya setempat. Jadi, jika sahabat berwisata ke nagari orang, usahakan mencari makanan khas. Selain kita bisa menghayati hakekat jalan-jalan ini tentu saja akan meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat.

Jika sahabat sedang wisata di kota Bukittinggi paling gampang cari sarapan di sekitar Jam Gadang.  Obyek ini berada di lingkungan Pasar Atas. Untuk makan siang hari,  agak di belakang ada yang namanya Los Lambuang, yang menyediakan aneka Nasi Kapau.

Pagi hari meskipun  Bukittinggi masih sepi, Kedai Nasi di lingkungan Pasar Atas sudah buka pada jam 6 pagi. Kedai yang dimiliki oleh pasangan suami istri yang sangat ramah ini menyajikan masakan khas Minang untuk sarapan dan makan siang.  Letaknya tak begitu terlihat dari lapangan Jam Gadang, karena ada di los tengah, jalan saja agak ke belakang menyusuri deretan kios di sebelah kiri. Kios ini bersih walaupun sederhana.

IMG_6439

 

Bubur Kampiun

Bubur Kampiun, yang rasanya juga kampiun alias juara adalah campuran aneka jenis bubur, ada bubur sumsum, ketan merah, kacang ijo, dll berkuah santan yang  manis gurih. Jika semangkuk  Bubur Kampiun (= toge di Sumatra Utara) belum mengenyangkan bisa dicoba nasi goreng Padang,  ketupat sayur yang disebut dengan nama Katupek Gulai Cubadak , atau Katupek Gulai Paku. Jika  merasa tak sanggup dengan makanan  besar lagi ada  cemilan  seperti salalauak (kudapan berisi ikan, khas dari Pariaman) atau berbagai jenis gorengan.

Di hari-hari tertentu ada nasi sop. Iya di sini biasa lho orang sarapan pagi dengan nasi plus sop daging hangat pedas. Mak nyus banget pokoknya deh. Selama di Bukittinggi setiap hari kami sarapan di sini saja. Sarapan bisa ditutup dengan  Teh Talua, teh manis campur telur ayam, yang rasanya juara banget  atau secangkir kopi pahit.  Lalu..,…  sahabat pun siap menjelajah alam Minangkabau nan rancak.

 

47 thoughts on “Go Local, Sarapan di Bukittinggi

  1. chris13jkt berkata:

    Beberapa tahun lalu ketika berkunjung ke Bukittinggi aku sempat nyobain nasi kapau yang di dalam pasarnya, Mbak. Tapi kalau lihat referensi yang Mbak Monda tulis di atas, rasanya harus balik lagi nih kesana karena banyak yang belum sempat dicoba 🙂

    • MS berkata:

      wk..wk.. iya pak Chris..tukang makan sepertiku ini kan kudu nyobain semua makanan enak..
      balik lagi pak..pengen lihat lagi keindahan Bukittinggi dari balik kamera pak Chris

  2. bemzkyyeye berkata:

    Wkt blm ada Millie, aku sm suami punya keinginan buat jalan2 ke bukit tinggi. Tp apa daya, blm sempet kesana, udah hamil millie trs skrg hamil lg, pupus deh harapan jln2 ksananya dlm wkt dekat.. pdhl pengen main ksana sambil wiskul hihihi

    • MS berkata:

      enaknya jalan2 emang kalau anak2 udah gedean deh Ye..
      emaknya nggak repot ngangon lagi..
      waktu anak2 masih balita jalan2nya paling ke Ancol, Ragunan doang

    • MS berkata:

      Beby itu aslinya dari Bukik ya..?
      banyak lho blogger asal Bukittinggi yang sekarang jadi teman akrabku, udah pada kenal belum?

      • Beby berkata:

        Keturunan aja Kak, soalnya kan aku lahir dan besar di Medan terus. Heheh.. Cuma keluarga dari Papa kan asalnya dari Bukik sama Payakumbuh..🙂

        Oh iya? Siapa aja, Kak? Aku taunya yang blogger di Sumbar cuma Mbak Pu doank :p

    • Yogi berkata:

      Hi Beby. Aku juga dari Medan. Dan punya rencana sekitar bulan ini(bulan Mei 2014) ke Bukittinggi. Rencana aku bareng sama teman, ehh belakangan pada nolak. Yahhh.. Mau gimana lagi. Kamu ada teman juga gak biar kita ramean ke Bukittinggi *sekalian silahturrahmi*

  3. ysalma berkata:

    Bubur kampiunnya menggoda selera,
    dulu kalau ‘taragak’ saya nyari di Blok M,
    tapi sekarang ga tau yang jual pindah kemana, belum ketemu lagi yang maknyus.

  4. usagi berkata:

    makanannya enakkk di tempat ni meri,,,
    sepiring gak cukup

    tapi kalau mudik emang yang paling seru makannya
    tambumsu – ketupat gulai paku – nasi kapau ,,,
    *lapar*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s