Untuk Nyonya Besar – Tips Wisata Bersama Anak

Hi Nyah,

Kita kenalan belum lama ya nyah…, jadinya bingung ini mau tulis apa.

Komentar pertamamu di blog ini akhir Februari lalu. Belum ada 2 bulan ya nyah. Komentar di sini pun baru 8 buah. Iya dirimu duluan yang datang ke sini ya. Cukup surprise juga lihat gravatar ini muncul di kolom komentarku. Karena biarpun belum saling mengenal tetapi aku sudah lihat gravatarmu yang unik di blog teman-teman lain.

Gravatar nyonya besar yang bergaya ala Madam Mona Lisa ini memang menarik perhatian banget.  Senyum lebar, rambut ditarik ke atas,dan kaca muka itu kelihatan berseri-seri. Tapi, biar pun gravatar dan namamu unik tak juga membuatku mengklik he..he.., tanya mengapa. Eh,  padahal aslinya penampilannya beda.

Itu karena aku ini pemalu berkenalan dengan nyonya besar. Nyonya besar ala Mona Lisa ini apa mau berkenalan dengan emak-emak sepuh yang kurang gaul.  Gaya bahasa kita beda. Pengaruh nggak sih…?  Ternyata dirimu itu hangat ya, terlihat dari gaya tulisannya yang renyah. Apalagi setelah  kutengok blogmu ada kategori jalan-jalan, potret-potret  dan makan-makan. Hi..hi.. kita punya persamaan.

Nah,  nyonya punya keinginan jalan-jalan ke tempat-tempat eksotis di negara kita seperti Raja Ampat dan  Kakaban. Itu sih aku mau  banget juga nyonya. Nyonya bijaksana sekali mau menunda dulu keinginan wisata ini sampai sang tuan putri kecil sudah di kelas 3 SD.

Pengalaman dengan keluargaku ya begitu juga. Utamakan keluarga dulu, menabung dulu he..he..wisata bisa menyusul.  Nah, putri kecilku pernah penasaran karena merasa belum pernah naik kereta api. Dulu pernah naik kereta api ke Bandung, katanya nggak terasa karena masih kecil dan tidak ingat sama sekali. Sayang kan kalau sudah pergi ke tempat jauh dan berbiaya mahal tetapi anak tak mendapat banyak masukan.  Makanya kami putuskan  berwisata ke tempat yang jauh menunggu sampai  mereka berdua cukup umur. Setidaknya mereka sudah bisa mengerti dan bisa menyerap   apa yang mereka lihat. Sementara itu ya cukup wisata dalam kota  saja.

Selain itu, kalau anak-anak sudah besar kan mamanya tak  repot  mengurus, mereka sudah mandiri. Jadinya semua anggota keluarga  bisa menikmati perjalanan semaksimal mungkin.

Ya, sudah cukup begitu saja ya nyah.., kasihan nanti nyonya jadi siwer.

 

“Postingan ini diikutkan dalam Nyonya Besar Give Away”

 

Iklan

28 thoughts on “Untuk Nyonya Besar – Tips Wisata Bersama Anak

  1. eda berkata:

    kak mondaaaaa…. si nyonya (sok) besar ini dataaaang *dadah dadah ala miss universe*
    hihihi…seneng deh kak monda ikutan GAku..eh panggilnya gapapa kan pake ‘kak’ yah? mau panggil mamah takut dijitak..hihihi

    makasih ya kaaakk udah ikut meramaikan GAku

  2. gerhanacoklat berkata:

    pas baca awal2 awak pikir ini si monda bikin surat buat blogger yang pake nama akun nyonya besar
    rupanyaaa giveaway
    keren kereeeen semoga sukses yaaa mondaaa ^^

  3. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Belum pernah ke blog nyonya besar jadi belum bisa ikutan, habis masih pakai hp nulisnya bund. Sukses buat bunda MS semoga bisa terperangkap menjadi pemenangnya
    Salam Takzim Batavusqu

  4. LetSpeakEnglish berkata:

    Saya juga sepakat dengan mbak mengenai keputusan berwisata ke tempat yang jauh menunggu sampai anak-anak yang kita ingin ajak sudah cukup umur.

    Mengenai Nyonya besar, siapa yah beliau?
    Ngintip ke rumahnya dulu ah.

    GoodLuck GAnya mbak 🙂

  5. prih berkata:

    Selamat meramaikan GA nyonya besar ya mbak.
    Berwisata jadi sangat berkesan bila masing2 peserta menikmati dan tak terasa repot. Senada mbak saat anak2 kecil wisata taman dan kebun binatang pun yang tak terlalu jauh merepotkan. Siap menunggu wisata keluarga mBak Monda…

    • MS berkata:

      terima kasih mbak..
      anak2 balita memang akan protes kalau dibawa ke candi ya mbak he..he.., liburan seperti itu mah mama punya mau saja

  6. nengwie berkata:

    Mbak Mondaaa…saya keduluaaaan ..hhehe

    Tgl 18 yah DL nya..?? Lagi ngga sehat sudah bbrp hari, jd ngga buka2 lepi, nulis surat cinta pakai jempol mah salah meluluu… Maklum jempol semua niih jarinya hihi

  7. Zizy Damanik berkata:

    Itulah makanya bawa Vay ke SIngapore saat dia sudah mau 4 tahun, jadi sudah bisa ingat sedikit.
    Tapiiii tetap saja belum bisa menikmati banyak mainan. Yang tepat sih memang kalau anak umur 5 tahun, itu sudah pas dibawa jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s