Tak Pandenya Awak Cakap Medan

Satu lagi dapat teman anak muda potensial. Aku kenal si Beby ini dari blognya Dani ketika mereka sempat kopdar singkat di Medan. Beby bikin GA, tapi uniknya harus berlogat Medan. Dia rupanya mau kasih pengaruh Medan ke kita, jangan orang Jakarta saja yang bisa bikin orang daerah ber-elugue. Begitulah harusnya tiap blogger punya ciri bahasa sendiri, ada mulok alias muatan lokal he..he..

Baiklah, meskipun punya marga aku tak pernah besar di Medan. Hanya menginap beberapa hari atau minggu di rumah opung. Aku sempat tinggal berpuluh tahun lalu  di kota kecil di Sumatera Utara sana, di Pangkalan Brandan.  Jadi sudah banyak lupa dialek  sana.

Si Beby ini bikin sederet pertanyaan yang harus dijawab. Payahlah awak jadinya. Payah kali pun cara searching di blogmu itu dek, tak main dia pas kutulis Kuro. Mentiko kaliiii. Terpaksalah  scroll satu persatu arsipmu, mumpung   ada waktu.

Kalau soal blog kau ini, apa yang kakak suka? Iya itu tadi gaya mulok dan spontan. Cara penulisan kau itu riang dan renyah, enak kalilah mamak-mamak ini bacanya, jadi terasalah awak muda lagi.

Habis bongkar-bongkar blog kau ini barulah kakakmu ini tau di mana kau ambek si Kuro itu. Kuro bukannya kucing liar, adanya yang punya. Dengan gagah berani kau mintak sama tuannya, si Icut, suster di rumah sakit. Jadilah dibawak pulang si kucing hitam gendut. Tapi dasar kau ya namanyapun diganti. Nama asli si kucing itu Ody kau ganti dengan Kuro . Nama Ody kata kau tak imut buat kucing. Asal nama itu dari bahasa Jepang yang artinya hitam.  Pande kalilah kau pilih nama, karena kuliahmu kan di sastra Jepang.

Tiap saat difotonya kucing itu. Sayangnya kau sama kucingmu. Si Kuro itu pun lengket sama kau  Beby. Pas kau  pigi ke Pekanbaru, Kuro gelisah.  Dia ngeong-ngeong depan kamarmu. Adegan haru terjadi pas balek  dari Riau itu. Belum lagi sempat kau salaman sama mama, Kuro sudah langsung menerjang minta peluk. Jadilah si Kuro nempel kayak bayi mau digumohin. Tidurpun sehari itu bolehlah dia naik ke tempat tidur. Mungkin enak kali rasanya cium bau ketek  Beby (itu kan katamu sendiri ya).  Manjanya itulah yang bikin kau sayang sama dia, rupanya dia pun tahu kau sayang. Kau panik waktu si Kuro lari ke pasar, takut  ada kejadian seperti dulu. Kucingmu yang dulu kena tumbur kereta kan..?

Maunya kutarok di sini foto si Kuro, tapi rupanya blogmu diprotek, jadilah kakakmu kasih saja foto kucing lain. Perkenalkan ini Siwon von Legos. Kucing ini punya adek awak kok. Siwon dikurung  supaya sembuh kakinya. Dia ini liar,  kakinya itu telindas sama anak-anak yang main otopet. Terus dipungutlah dan diobati.  Sejak itu  lukanya selalu terbuka lagi kalau dia jalan ke sana kemari. Sudahpun dibawa ke dokter hewan, tapi masih tetap kayak gitu. Pengkor dia sekarang.

Siwon von Legos

Game apa yang paling disuka? Ngapain pulak nanyak game (sambil melotot)?  Sudahnya lagi buat skripsi masih juga kau pikir mau main game  (..edisi mamak-mamak merepet). Taunya awak kau pande kali main game. Ada game yang bisa kau tamatkan dalam sehari. Tapi awak rasa sebetulnya kau itu lebih suka main game  misteri gitu ya?

Jadi apa yang mau kau lakukan setelah wisuda? Kalau kakakmu boleh banyak cakap,  baguslah dulu kau cari kerja, menabung dan pigi jalan-jalan. Lihatlah dunia semasa muda, semasa masih tak terlalu banyak kewajiban. Perbanyak wawasan dan kenal banyak orang sebelum jumpa jodohmu.  Tapii.., ada tapinya. Janganlah lama kali pulak kau hanya senang-senang dengan dirimu sendiri ya. Biar gimanapun perempuan yang punya banyak ilmu dan wawasan insha Allah bisa menjadi ibu yang baik buat anak-anaknya kelak.

Tulisan ini diikutkan dalam  Beby’s Diary  Birthday Giveaway.

 

26 thoughts on “Tak Pandenya Awak Cakap Medan

  1. Ni Made Sri Andani berkata:

    ha ha ha..aku senang sekali membacanya. Begitulah harusnya kita.Cintai apa yang kita punya. Bahasa kita. Saya kayanya belum berteman dengan Si Beby yang Mbak Monda ceritakan itu.. Biarlah saya mampir ke sana biar lebih banyak menikmati muatan lokal..

  2. Beby Rischka berkata:

    Ciyeee.. Ikutan juga nih, Kaaakk..😀
    Makasih ya, langsung masuk dalam list.

    Ahahahah.. Iyaaa, ku kurangi lah jam main game ku ini, Kak.
    Macam ku dengar mamak ku merepet jadinya. Wkwkwk..

  3. nengwie berkata:

    Edaaa.. Teteh bacanya ikutan orang Medaaan..hihihi
    Kebetulan disini ada bbrp teman orang Medan, kalo kumpul asyiiik dengar mereka becakap2🙂

    • MS berkata:

      hi..hi..ini nulisnya aja sambil senyum2 teh…
      lupa euy sama dialek sana, takutnya istilah2 yg kupake udah kuno..
      abisnya bahasa hari2 kita kan gampang banget berubah ya

    • MS berkata:

      aamiin…,ngincer kaus Medan ini un…he..he,,
      tapi nggak kok, yang penting mah ngeramein kalau sahabat buat GA,

      uni kapan buat GA…komporin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s