Hujan

Biarpun tahu musim masih tak jelas,   payung kutinggal.  Beratnya payung  di dalam tas  menyakiti bahu.

Hujan turun deras  ketika sudah mendekati rumah, aku berlari dan berteduh di kios fotokopi.

“Nggak bawa payung bu? Bawa saja payung saya”

Dibantu pemilik kios tak  dikenal ketika sedang sangat membutuhkan itu bikin terharu, alhamdulillah.

20140424-140909.jpg

(sedang belajar menulis dengan 50 kata, fifty)

16 thoughts on “Hujan

  1. yuniarinukti berkata:

    Aku juga paling males Mbak bawa payung kemana-mana.. daripada payung mending jas hujan tapi sama aja beratnya.. klo sudah malas bawa semuanya mending hujan-hujanan..😀

  2. Beby berkata:

    Alhamdulillah.. Makin banyak orang baik ya, Kak. Semoga makin banyak pulak orang yang baik gitu baca postingan ini. Heheh..

    Aih.. Jadi kangen rumah gadang.. :’)

  3. mama-nya Kinan berkata:

    bagus mbak photo rumah adat minangnya saat hujan🙂
    wah 50 kata?? jadi pingin nyoba kapan kapan..
    masyallah bener banget bun, disaat yang tepat, pas butuh payung pas ada yang berbaik hati meminjamkan …bun minta alamatnya dong bun..email ke email saya yah bun arti97@yahoo.com..alamat bunda yang di bungkus hadiah give away itu entah kemana saya taruh padahal udah disimpen terlalu rapat nyimpennya jadi lupa…makasih yah bun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s