Saat Bibi Pulang Kampung

Saat bibi asisten  sedang pulang kampung itu jadi kerepotan tersendiri untukku,  ibu rumah tangga yang nyambi bekerja di luar rumah. Eh…aku saja kaliii….. ibu-ibu yang lain sih nggak. Iya setelah sempat beberapa lama tak memakai jasa asisten rumah tangga kini aku butuh bantuannya untuk urusan domestik. Umur nggak bisa bohong he..he.. sekarang gampang teler.

Rumahku jauh dari kantor. Kantor di pusat kota dan rumah di pinggiran. Tiap hari aku harus berangkat habis subuh mengejar supaya tidak terlambat, maklum absensi sudah  pakai handkey. Pulangnya pun sering kemalaman, apalagi kalau macet.

Saat bibi pulang otomatis aku harus bangun lebih pagi untuk buat sarapan. Pulang kerja sampai di rumah saat matahari tenggelam. Kadang-kadang sempat masak untuk makan malam. Lebih seringnya tak sempat atau aku sudah terlalu capai. Saat begini  maka aku pilih mengerjakan apa yang bisa didelegasikan dan tugas  apa yang harus kukerjakan sendiri. Aku pilih cuci baju dan setrika sendiri,  kurang suka pakai laundry kiloan. Untuk makan malam lebih praktis beli makanan jadi.

Tapi tak selamanya lalu lintas ibukota bisa diajak kompromi dengan keinginan kita. Lokasi kerjaku di wilayah yang padat yang harus melewati  pusat bisnis ibukota. Jalan utama ibukota  kini makin padat dengan adanya proyek MRT, jalan jadi tersendat. Kalau sudah begini pasti aku sampai di rumah sudah di atas jam 7 malam. Anak-anak sudah lapar, tetapi aku masih di jalan dan  tak ada makanan yang tersedia. Bosan juga mereka buat telor ceplok sendiri. Ada satu rumah makan di kompleks yang bisa delivery, aku kasih saran pesan di situ saja.  Tapi karena sudah sering pesan  anak-anak sudah bosan, menunya bertahun-tahun tak pernah ganti, ala Chinese food gitu sih.  Bosan katanya makan capcay kuah dan ayam goreng mentega terus.

Saat blogwalking ke  blog teman-teman  ada yang cerita tentang     foodpanda.  Apa sih ini…namanya kok mengingatkan pada panda imut yang doyan makan daun bambu.

Setelah dilihat-lihat , wah.. langsung lampu di kepalaku menyala. Ini bisa jadi solusi.  Foodpanda ini  seperti pusat pemesanan yang anggotanya ada berbagai restoran terkenal tetapi dengan harga makanan yang masih  terjangkau. Restoran yang jadi kesukaan anak-anak seperti Lotteria, Es Teler 77,  Burger King, dll.  Daerah kompleks  perumahanku termasuk dalam jangkauan kerja mereka. Jadi, sekarang tak perlu telpon  restoran  beraneka  macam, karena  sering kecewa juga, sudah ditelpon ternyata  mereka  tak bersedia mengantar ke rumah.

Menghubungi foodpanda gampang, karena  sekarang sudah  tersedia aplikasi untuk smartphone. Kalau mau pesan makanan ketika terjebak macet jadi mudah kan.  Pesanan kita sudah dikonfirmasi oleh foopanda tinggal kasih kabar ke  anak-anak,  menunggu sebentar dan makanan sudah tersedia, sistemnya cash on delivery, barang datang baru dibayar.  Asalkan mama tak lupa meninggalkan uang tunai di rumah, solusi perut keroncongan bisa beres dalam sekejap.

34 thoughts on “Saat Bibi Pulang Kampung

  1. prih berkata:

    usaha berbasis peluang ala foodpanda ya mbak. untuk kota kecil kami masih cukup waktu pulang dari kebun mampir warung beli makanan siap saji.

  2. ibuseno berkata:

    nyoba aaah…aku perlu banget nih yg ginian, krn setahun sudah gak ada pembantu, kasian jg anak2 kalau siang makan yg cepet di masak sendiri, tfs Monda🙂

  3. eda berkata:

    ihiy! foodpanda emg bantu bgt😀
    aku ga pake ART ka.. tp Alhamdulillah..surabaya macetnya ga segila jkt.. jadi masih bisa ditangani sendiri😀

  4. Orin berkata:

    Foodpanda pintr melihat peluang saat bibi pulang begini ya Bun heuheu. Tetap jaga kesehatan BunMooon, jgn sampai sakit😉

  5. aqied berkata:

    Mgkn karna aku masi ngurus diri sendiri aja jadi kalo Cook yg ngurusin mess gak masuk, masih selo aja bisa jajan di luar. Tp lebih seneng kalo masuk terus sih. Hehehe

  6. nengwie berkata:

    Aaahh syukurlah sudah dapat solusinya Da…
    Atau bikin ayam ungkep, taruh freezer, atau rendang dibungkus kecil2 taruh di Freezer, jd tinggal manasin saja atau goreng sendiri🙂
    Sedia sambal goreng kentang/tempe kering agak banyak, jd bisa disimpan. Eeh ini mah menu puasa, biar ngga cape hehe maklum puasanya makin panjang saja waktunya🙂

    • MS berkata:

      iya teh…, terima kasih sarannya…,
      ayam ungkep, kering tempe, sama sambal teri kacang itu emang kesukaan anak2 deh..,
      tapi ya itu mereka tuh bosenan sih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s