Buat Koneksi di Museum

 

 

Tahun ini Museum Nasional sudah berusia 236 tahun, sudah tua ya….Museum Nasional ini sengaja didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda  pada 1862 di Koningsplein West, kini jl Medan Merdeka Barat, untuk menyimpan berbagai koleksi  benda bersejarah.  Jika dihitung usia  museum lebih tua daripada usia gedung. Hal ini karena usia Museum Nasional dihitung sejak  24 April  1778  saat terbentuk suatu himpunan bernama   Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG).  Himpunan ini  merupakan lembaga independen yang didirikan untuk  memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, serta menerbitkan hasil penelitian.  Masyarakat sering menyebut museum ini  dengan Museum Gajah, karena di halaman depan  ada patung gajah hadiah dari Raja  Siam (Thailand) yang diberikan saat  kunjungannya ke Batavia.

museum2009 – Berkunjung ke Museum Nasional saat libur sekolah.

 

Tidak seluruh bangunan museum ini berupa bangunan lama, karena museum sudah diperluas ke sebelah utara dan barat.  Bangunan baru ini modelnya menyesuaikan dengan  gedung lama (gedung arca), jadi terlihat menyatu kan? Di gedung baru ini display dibuat  lebih modern dengan tata lampu dan rak pajang yang cantik, juga dilengkapi pendingin udara dan eskalator. Di gedung ini sering sekali diadakan pameran, karena itulah aku  datang berulang-ulang.  Pameran-pameran  yang diadakan di sini selain diselenggarakan oleh pihak  museum sendiri juga oleh berbagai lembaga dan negara, sehingga tercipta koneksi antara bangsa Indonesia dan  masyarakat dunia. Antara lain aku pernah mengunjungi pameran yang diadakan oleh Kedutaan Besar Mexico dan Iran, juga  pameran  yang merupakan kerjasama  antara Indonesia dan Cina, dan lain-lain.

 

 

Dari pameran Akulturasi Indonesia – Cina inilah antara lain kita bisa melihat koneksi kita dengan masa lalu.  Kebudayaan itu saling mempengaruhi, pengaruh yang memperkaya khasanah budaya bangsa.  Koneksi itu bisa terlihat dari motif kain, warna pada baju adat, kesenian, bahasa, makanan sampai nama tempat. Semuanya itu mempunyai akar ke negeri Cina yang dibawa oleh  pedagang dan penduduk yang berasal dari Cina, berbaur bertahun-tahun denga kebudayaan asli Indonesia.

Pameran Akulturasi Cina - Indonesia di Museum Nasional

jejak-jejak karam

Pameran Jejak-jejak Karam
18 Mei adalah Hari Museum Internasional. Tahun ini adalah Hari Museum Internasional terbesar sejak 1977, karena  The International Council of Museums (ICOM)  yang terdiri dari  puluha ribu  museum di seluruh dunia buat tema peringatan yang seragam  yaitu Museum Collections  Make Connections. Tema ini berarti bahwa koleksi museum itu  harus mampu membangun koneksi antara. Apa maksud tema tersebut? Tema tahun ini mengingatkan bahwa museum sebagai institusi yang hidup harus mampu membuat koneksi antara pengunjung, generasi yang lalu, dan budaya dunia melalui koleksi-koleksinya.
Ayahku yang  mengajak putra putrinya berkunjung ke museum dan berhasil membuatku ketagihan datang ke museum. Aku ingat dulu beliau punya buku keramik koleksi  Museum Nasional. Berbekal buku itu kami  membandingkan antara foto dan bentuk fisik  keramik-keramik antik,  jadi bisa memahami yang mana piring celadon, dan lain-lain. Kini pun aku mengenalkan museum kepada kedua putriku.  Setiap kali liburan bersama keluarga, museum dan peninggalan sejarah lainnya selalu masuk dalam agendaku. Bersama anak-anak kami sudah mengunjungi  museum-museum  di sejumlah kota di Sumatera dan Jawa. Kini,  sejarah dan museum sudah masuk sebagai salah satu tema obrolan dalam keluarga.

Koleksi museum itu bisa membawa kembali ke masa lalu. Bisa membuat koneksi ke  kehidupan masa lalu, dan masa lalu itu bisa mengajarkan kita agar tak mengulangi kesalahan.  Bukankah sangat menarik dari sebongkah batu kita bisa gali informasi dari jaman dulu, seolah-olah seperti seorang detektif  yang membongkar  sebuah misteri. Dari  prasasti Padrao yang ditemukan   di sudut Jalan Kali Besar Timur dan Jalan Cengkeh, Jakarta Barat bisa diketahui dahulu tempat itu adalah garis pantai. Dari sini pun bisa dilihat koneksi sejarah dengan lingkungan hidup, bisa diketahui sudah terjadi proses sedimentasi sehingga daratan semakin menjorok ke laut.  Prasasti ditemukan tahun 1918 ketika dilakukan penggalian untuk membuat fondasi gudang. Padrao asli kini disimpan di Museum Nasional dan sebuah replikanya ada di Museum Sejarah Jakarta.

 

 

Aku pernah datang ke Rijks Museum di Amsterdam. Museum ini banyak menyimpan benda bersejarah dari negara kita. Rasa cinta tanah air langsung timbul lho, aku merasa punya koneksi dengan negaraku jauh di negara orang. Ada rasa marah, rasa sedih, tapi juga bangga hasil kebudayaan masa lalu bangsa kita dihargai begitu baiknya di negara orang.   David Crosson dari California Historical Society mengungkapkan bahwa ketika pengunjung (museum) merasakan koneksi, maka itu adalah koneksi emosional sebelum menjadi koneksi intelektual. Hati harus disentuh sebelum pikiran. Ada juga sih warisan budaya kita yang telah dikembalikan, seperti misalnya arca Prajna Paramitha dikembalikan dari Belanda.

Supaya masyarakat merasakan koneksi dengan koleksi, tentu saja museum harus mampu menampilkan   koleksinya secantik mungkin dengan suasana kekinian, pakai tata lampu dan pencahayaan yang baik, pergunakan teknologi modern agar mudah dipelajari, udara dalam ruangan mengalir sehingga tak ada baut  apek dari benda-benda antik. Museum Nasional  sudah bergerak ke arah itu dan ada bukti upaya meraih koneksi antara masa lalu dan masa kini.  Museum Nasional Indonesia   saat ini sedang mengadakan rangkaian acara  dalam rangka International Museum Day dan ulang tahun Museum Nasional ke-236.

Berikut acara yang digelar :

    • Pembukaan Festival 236 Tahun MNI dan Hari Internasional Museum, 17 Mei 2014
    • Pameran “Potret Museum Nasional Dulu, Kini, dan Akan Datang, 17-24 Mei 2014
    • Pertunjukan Kesenian, 17-24 Mei 2014
    • Pertunjukan Film, 17-24 Mei 2014
    • Pertunjukan Video Mapping, 23-24 Mei 2014
    • Demonstrasi dan Workshop Kreativitas Budaya (Batik, Wayang, Seni Kriya), 17-24 Mei 2014
    • Lomba Penulisan Esai Blog, 5-20 Mei 2014
    • Lomba Pembuatan Komik, 5-24 Mei 2014
    • Seminar Kekunaan Singhasari, 23-24 Mei 2014
    • Acara Puncak Gebyar Festival 236 Tahun MNI dan Hari Museum Internasional, 24 Mei 2014
Menurutku  Laman  MNI sudah baik desainnya dan  harus setiap saat di perbarui dan diperbanyak. Saat pameran memang sudah ada brosur dan katalog, tetapi jumlahnya tak banyak. Seringkali aku harus bertanya dahulu baru diberikan. Makanya aku mengejar pameran pada hari-hari pertama supaya tak kehabisan brosur. Sekarang  sedang musimnya teknologi layar sentuh,  bisa juga  itu diperbanyak.  Juga sebaiknya ada  mesin informasi elektronik  agar bisa tahu  lokasi koleksi yang ingin dilihat. Pengalamanku saat mencari padrao, petugas di depan tak tahu dan beruntung bertemu petugas yang paham dan langsung diantar ke lokasi koleksi.

Museum Nasional Indonesia
Jl. Medan Merdeka Barat No.12
Gambir, Jakarta Pusat 10110
Indonesia
+62 21 386 8172
http://www.museumnasional.or.id/

Kepustakaan :
Foto koleksi pribadi.
http://236museumnasionalindonesia.com/latar-belakang/

http://id.wikipedia.org/wiki/Padrao_Sunda_Kalapa

http://museumku.wordpress.com/2014/05/06/2821/

24 thoughts on “Buat Koneksi di Museum

  1. lieshadie berkata:

    Mbak aku terlambat banget kenal dengan Munas ini, beruntung dateng pas SB kemarin, jadi bertemu Mbak Monda dan ke Museum ini…

    Dan ternyata Munas emang patut jadi destinasi wisata buat anak – anak kita ya..

  2. SITI FATIMAH AHMAD berkata:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda….

    Liburan yang bermanfaat buat anak-anak menggenali khazanah bangsa dan negara dari tinggalan masa lampau yang tidak kita ketahui ceritanya kecuali disimpan baik oleh arsip negara (museum).

    Di sana, bisa mnegetik foto di dalam museum ya, mbak. kalau di Malaysia tidak dibenarkan. itupun mengikut peraturan museum sendiri. Malah ada masjid tidak membenarkan pengunjungnya mengambil foto seperti di Masjid Sultan Omar Saifuddin, Brunei…

    Informasi tentang kandungan museum Nasional itu sangat bermanfaat buat saya mengetahui khazanah di Indonesia. Mudahan akan bisa ke sana suatu hari nanti.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.🙂

    • MS berkata:

      wa alaikum salam..

      di museum di sini juga ada larangan memotret kak..
      foto2 yang ini foto di saat pameran, kalau di pameran itu boleh kok kita foto..,
      aku selalu tanya dulu, sudah dapat izin barulah berani

  3. prih berkata:

    Pecinta museum menyoal koneksi rasa hingga pikir di museum pastinya mBak Monda banget. Selamat dan sukses untuk lomba esai blognya ya mbak.

  4. eda berkata:

    terakhir ke museum tahun lalu, itu juga sekadar jalan2 sama teman. kalo yg serius untuk belajar ya waktu SD itu😀

  5. Tina Latief berkata:

    Waktu habis sb itu sya jalan-jalan ke dalamnya sana bu. Terlihat terawat dan bersih…
    sayangnya terlambat saya melihat prasasti di sana. Seharusnya dulu waktu masih belajar sejarah..

  6. Beby berkata:

    Pengen ke sanaaa.. Andai museum Medan gini juga ya, Kak..😦
    Lha pas mau masuk aja banyak sampah di dalem, koleksinya juga ngga dirawat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s