Pengalaman Pertama Dengan Commuter Line

 

commuter line

Bulan Agustus sudah hampir berlalu tetapi tak ada tulisan baru sampai hari ini, sebuah rekor baru kayaknya di blog ini he..he.. Banyak alasan untuk itu sebetulnya, tapi  ya sudahlah, ada saat-saatnya mengutamakan dunia nyata dulu bukan?

Aku mau cerita saja pengalaman pertama pakai kereta api commuter line. Iya, betulan baru sekaranglah aku pakai  jenis transportasi ini. Ini juga gara-gara temanku yang ajak saat ada acara dinas yang lokasinya dekat stasiun kereta api.  Dia bilang mau ajarin aku sebagai ganti  karena aku  sudah ajak dia mencoba  omprengan (kendaraan pribadi yang dijadikan mobil penumpang).

Stasiun kereta itu namanya stasiun Kramat, hanya stasiun kecil saja. Untuk menuju Bekasi kami harus berpindah kereta di stasiun Jatinegara, karena yang lewat  stasiun itu hanya kereta jurusan ke Bogor.  He..he.. aku diajarin  beli karcis yang single trip saja, untuk satu kali perjalanan.  Aku membayar Rp 7500 dan  diberikan kartu elektronik untuk masuk ke peron. Nanti setibanya di Bekasi kartu itu dikembalikan ke loket penukaran dan aku akan terima uang pengembalian sebesar Rp 5000. Jadi uang  Rp 5000 itu adalah uang jaminan agar kartu diterima kembali.

Kereta tiba dan kami masuk ke gerbong khusus wanita,  tak ada bangku kosong lagi, begitupun sewaktu berpindah kereta kami tetap berdiri.  Tapi gerbongnya nyaman dengan AC yang dingin dan  lantainya pun bersih, dan tak ada lagi pengasong dang pengamen yang masuk. Satu jam menuju  Bekasi tak terasa karena selain ngobrol dengan temanku itu aku sibuk memperhatikan suasana gerbong dan stasiun yang dilewati. Pengalaman pertama ini memberikan kesan baik bagiku  sehingga aku penasaran untuk lain kali pakai moda ransportasi ini.

Aku hanya pernah sekali pakai KRL ke Bogor bertahun-tahun lalu (jaman mahasiswa he..he..). Setelah bekerja tak pernah sekalipun mencoba pakai KRL walaupun aku selalu dapat tempat tugas yang dekat dengan stasiun. Itu karena  dari stasiun kereta Bekasi ke rumahku harus beberapa kali pakai  angkot, tidak praktis dan bisa  lebih lama menghabiskan waktu di jalan.

Setelah itu aku beberapa kali naik commuter line sendirian.  Paham alternatif transportasi di ibukota  ini sangat penting menurutku. Kita jadi punya pilihan untuk  menghindari kemacetan.  Sewaktu  hari penentuan keputusan  pengaduan capres di Mahkamah Konstitusi itu contohnya,  jalan banyak ditutup jadi daripada  tertahan di jalan raya lebih baik naik KRL yang lancar jaya.

Salutlah pada perubahan yang dilakukan oleh PT KAI,  perubahan juga terlihat di stasiun yang jadi lebih bersih dan rapi karena tak ada lagi  kios-kios di area stasiun. Pemandangan kumuh di stasiun sudah jauh berkurang. Sebagian stasiun sudah dilengkapi dengan tempat parkir kendaraan titipan.  Kereta api kini jadi pilihan banyak orang untuk menuju tempatnya beraktivitas.   Andai jalur KRL bisa ditambah   mengelilingi daerah penyangga ibukota kurasa akan sangat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas  di tengah kota.

 

35 thoughts on “Pengalaman Pertama Dengan Commuter Line

  1. Orin berkata:

    Akhir2 ini lumayan sering jd pengguna CL Bun, meski tetep harus banyak bersabar,jadwalnya suka ngaret, dan umpel2an bgt di jam2 tertentu😀

  2. dey berkata:

    Sepertinya banyak yg cuti nge blog … termasuk saya yg mulai jarang posting😀

    Sekarang memang enak naik kereta api, terakhir ke Yogya itu waktu acara Blogger Nusantara. Tapi belum pernah nyobain naik kereta dalam kota Bandung, penasaran juga. Sama bersihnya ngga yaa …

    • MS berkata:

      waah..ternyata pada cuti juga.., susah dong kemarin ini nyari blog buat dibwin yabu..
      kereta dalam kota Bandung ada bu ? coba dong bu dan ceritain buat panduan kita yang mau menghindar dari macetnya Bandung

  3. chris13jkt berkata:

    Wah aku malah belum pernah naik commuter line ini, Mbak. Niat sih sudah sejak dulu, sejak masih desak-desakkan, eh sampai sekarang sudah tertib begini masih belum nyoba juga 😳

  4. prih berkata:

    Ya Mbak kiranya perbaikan layanan transportasi massa ini juga dibarengi dengan perbaikan kita semua penumpang dan pengelola dalam pemeliharaannya ya. Salam

  5. zilko berkata:

    Kereta Api di Indonesia sekarang memang sepertinya sudah berbenah banget ya. Terakhir kali aku naik kereta di Indonesia adalah tahun 2009 kalau nggak salah😀 .

  6. danirachmat berkata:

    KRL Commuter Line sebenernya alternatif utama paling oke buat menuju ke dan pergi dari Jakarta ke daerah rumah tinggal, cuman kadang emang kudu tahan sama sesak berjejalnya itu sih.

    • monda berkata:

      iya Dan pas jam pergi pulang kantor penuh banget..
      kl mau naik kereta teman2 banyak yg menuju ke stasiun awal (Beos) dulu supaya dapat duduk

    • monda berkata:

      untungnya sy pas naik pas dapat gerbong yg enak dan nggak padat .., jadi punya kesan baik mbak
      cuma kt teman2 saat jam pulang kantor masih sangat padat

    • monda berkata:

      ada bbrp stasiun udah dilengkapi escalator, bagus banget buat lansia yg udah nggak sanggup naik tangga.., selain itu juga terus ada pemberitahuan pergerakan kereta sudah sp di mana, jadi kita nggak terbengong2 nunggunya

  7. syifna berkata:

    Terakhir naik kereta Desember 2011, dan sampai sekarang belum pernah naik kereta lagi hehehe.. tapi yang sering di lihat sekarang stasiun jadi lebih bersih dan rapih yaaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s