Surian Bukan Durian

Pohon Surian

Surian bukan durian. Memang  bukan. Dua tanaman ini hanya mirip bunyinya saja,  surian – suren   durian – duren, penampilan dan kegunaannya jauh berbeda.

Kembali lagi kisah kubawa  ke ranah Minang, hi..hi.. nggak habis juga ya ceritanya padahal kunjungan ke daerah ini sudah sejak awal tahun. Saat jalan aku ikuti prinsip orang-orang yang pernah bilang lihat kiri kanan, dengar kiri kanan. Alhasil inilah pengembangan dari sedikit info dari adik sepupu Inon yang mengantarku keliling kampungnya. “Ini pohon surian bun, kayunya untuk buat rumah”.  Ada 2 lokasi yang ditunjukkannya selain foto di atas, tetapi sayangnya fotonya gelap. Karena aku juga suka tanaman jadilah info ini kutelisik lebih jauh.

Surian atau suren atau limpaga dan di luar negeri disebut red cedar surian bernama ilmiah Toona surian. Pohonnya tinggi berbatang lurus, diameter batang bisa mencapai 1-3 meter. Kayunya berbau harum sehingga tahan serangan serangga. Kayu ini banyak dipakai untuk furnitur

Pohon surian mirip pohon kelapa karena semua bagiannya bisa dimanfaatkan. Selain batang, kulit dan akarnya katanya bisa jadi obat diare. Kulit dan buahnya bisa menghasilkan minyak atsiri yang bisa mengusir nyamuk.

Yang lebih mengejutkan manfaat daun surian.  Di Ranah Minang ada jenis rendang dari dedaunan. Info dari sini.  Namanya rendang daun kayu yang terbuat dari aneka jenis daun, salah satunya daun surian. Mencoba cari info lebih jauh kutanyakan pada emak LJ dan  Fitri Melinda, dua blogger Sumatera Barat. Ternyata beliau berdua pun baru tahu.  Di Bukittinggi daun surian dipakai bersama daun pepaya untuk mengurangi rasa pahit daun pepaya. Di sekitar sini yang lebih dikenal rendang daun paku atau pakis. Kabarnya rendang daun kayu ini berasal dari daerah berbeda, dari Payakumbuh. Jadi kutanyakan pada  Cupit Fitri Melinda, dia  juga hanya tahu rendang daun singkong.

 

 

 

26 thoughts on “Surian Bukan Durian

  1. Ni Made Sri Andani berkata:

    Ditempatku juga namanya pohon kayu suren. Tapi boleh pernah dengar juga kalau bisa dimasak. Kalau dipakai untuk menangkal rasa pahit daun pepaya, kebayang rasanya past enak ya Mbak…Jadi pengen tahu bagaimana ya rasanya rendang daun..

  2. prih berkata:

    Kayu suren tampilannya cantik Mbak Monda.
    Lah rendang daging, telur dan ayam pernah nyoba kalau rendang daun surian baru membaca di sini. Detektif kalah sama kejelitelitian Mbak Monda. Salam

  3. zilko berkata:

    Wah, baru tahu ada tanaman yang namanya Surian😀 . Dan baru tahu juga ada rendang daun. Itu berarti rendang tetapi memakai daun ya? Bukan daging?🙂

  4. eLJe berkata:

    rendang daun kayu.. emak juga baru denger dr MS semalam.. menggunakan bahan dedaunan, terdiri dari daun surian, daun jirak, daun mari-mari, daun rambai, dan juga daun arbai.

    kak, sebenarnya gak mengherankan jika ada beraneka jenis rendang di ranah minang.. karena pada dasarnya ‘rendang’ adalah teknik memasak.. apapun bahan yg digunakan, jika teknik memasaknya adalah dengan cara ‘marandang’ maka itu disebut rendang.. rendang daging, rendang paru, rendang hati, rendang lokan, rendang belut, rendang ayam, rendang itik, rendang paku (pakis), rendang jariang (jengkol), randang ubi, randang telur, rendang tongkol, randang kacang paga (semacam kacang merah). daannn masih banyak lagi.. tergantung bahan apa yg banyak tersedia di kampung tersebut.

    *jadi lapar..😀

    • Monda berkata:

      oooh…, asyiknya .., banyak nian jenis rendang jadi pengen deh..
      kirain hanya daging2an mak yg bisa dibuat rendang..
      apalagi ada rendang daun dari pohon yg bukan termasuk sayur2an..

  5. Evi berkata:

    MM, di belakang rumah nenek saya ada surian yang sdh tua sekali. Konon dulu di tanam kakek saya untuk menyambut kelahiran anaknya. Lupa entah anak yang ke berapa.

  6. ysalma berkata:

    yups, rendang yang paling banyak jenisnya dari Payakumbuh Kak, saya taunya dari teman. Tapi kenal sama kayu ini waktu kecil, sekarang dikampung sana sudah jarang diemui, hiks.

  7. Yeye berkata:

    Baru tau aku tentang tanaman surian atau suren ini. Waktu aku ke Sidareja (kampungnya bibi) ada pasar namanya Suren. Lalu aku tanya sm bibi, apa arti Suren? Tp bibi ga tau hehehehe. Apa dsana banyak pohon surian ini jg yah jd namanya pasar suren *analisa sotoy*😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s