Cicip Lontar

.

IMG_4681.JPG

IMG_4680.JPG

Satu lagi jenis bahan dagangan unik yang dibawa pedagang keliling di Jakarta. (Jadinya kok kepengen moto pedagang keliling lainnya). Si abang penjual ini hanya bawa satu jenis dagangan saja, buah lontar. Katanya buah lontar yang beredar di sini dibawa dari Surabaya.

Sebetulnya dari dulu sudah banyak pedagang buah lontar keliling ini, hanya saja aku belum pernah sekalipun beli dan makan buahnya. Nah, mumpung ketemu sekalian minta ijin foto.

Di Jakarta buah ini disebut lontar, di daerah lain bisa berbeda, ada yang menyebutnya buah siwalan. Buah lontar yang bisa dimakan buah yang masih muda, batoknya masih lembut sehingga mudah dikupas. Buah lontar ini berukuran besar, lebih besar daripada bola tennis, batoknya itu tebal sedangkan isinya jauh lebih kecil. Daging buahnya berwarna putih, mirip dengan kolang-kaling, tetapi ukurannya 2 kali lipat. Konsistensi buahnya empuk dan rasa buahnya perpaduan antara kolang-kaling dan kelapa muda. Legit tapi kenyal. Buahnya bisa dimakan begitu saja. Tapi kurasa akan lebih enak kalau dicampur kelapa muda dan ditmbah es batu lalu dituangi sirup cocopandan.

Pohon lontar ini jenis palem-paleman. Hampir semua bagiannya bermanfaat. Daunnya bisa ditulisi dan bahkan bisa dibuat topi dan alat musik. Kata lontar untukku selalu diasosiasikan pada NTT. Memang pohon lontar banyak tumbuh di sana. Familiar dengan pemusik tradisional asal NTT berpakaian daerah? Alat musik petik Sasando dan topi khas Ti’ilangga terbuat dari daun lontar.

28 thoughts on “Cicip Lontar

  1. chris13jkt berkata:

    Setuju Mabk Monda, pakai syrup cocopandan lebih yummy 😀
    Btw, ide bagus tuh Mbak buat motoin pedagang keliling, sebelum mereka betul-betul menghilang dari peredaran. Aku sudah mulai juga, cuma memang belum satupun sempat aku upload.

    • MS berkata:

      siiip…, insya Allah..
      betul pak…pedagang keliling bisa menghilang, contohnya tukang bakso pikulan sekarang hampir nggak ada lagi

  2. belalang cerewet berkata:

    Di daerah saya kami menyebutnya ental atau siwalan. Buah ini paling enak dibikin es santan. Ibu saya pintar mengolahnya sampai istri saya ketagihan kalau mudik hehe. Di Bogor belum pernah lihat. Asyik juga di jakarta ada jual buah siwalan ya Bundo🙂

    • dani berkata:

      Aaaaah, Komennya Zilko ini jadi pengingat. Di Surabaya namanya Siwalan dan di sana ada daerah namanya Siwalan kerto. hahahaha. Saking lamanya ga makan saya jadi lupa namanya. Enak buahnya memang. Saya dulu paling suka ngupasin sendiri pake pisau pas jaman sekolah. Segeeeeer… Apalagi kalo ditambah air kelapa dicampurin gitu. Jadi kayak Nata De Coco alami deh.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s