Banyak Pohon Banyak Rejeki

photo

Hari ini  28 November adalah  Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Tanggal ini ditetapkan dengan Keputusan Presiden RI No. 24 tahun 2008.  Selain itu bulan Desember juga  ditentukan sebagai Bulan Menanam Nasional (BMN). Ada lagi  World Tree Day yang jatuh pada tanggal 21 November. Jadi, memang seluruh dunia sudah menaruh perhatian pentingnya menanam dan memelihara pohon.

Kampanye menanam pohon beberapa tahun ini semakin banyak digaungkan di mana-mana. Peringatan ini  untuk menyuarakan pentingnya peran dan fungsi pohon bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Banyak pohon yang ditebangi karena  lahannya dibutuhkan untuk pembangunan. Jumlah pohon yang ditebang itu tak terbilang sehingga luasan hutan pun berkurang. Padahal fungsi pohon sangat penting untuk menyerap gas  polutan  seperti CO2 atau gas beracun lainnya di udara. Keberadaan pohon mampu menghasilkan Oksigen atau O2, yang merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk.

Tadi pagi  dalam perjalanan,  di radio ada  iklan layanan masyarakat  tentang Hari Menanam Pohon ini.  Katanya menanam pohon bisa  menangkap air, ada air akan ada kehidupan, ada kehidupan ada kesejahteraan. Makanya semakin banyak pohon semakin banyak rejeki kita.

Lahan luas untuk ditanami pohon semakin sulit  didapat dan mahal pula. Padahal kita sangat ingin punya hutan kota di mana kita bisa bersantai  menghilangkan kejenuhan, bermain,  berolahraga dan berinteraksi (suka iri kalau lihat postingnya Arman yang sering main dengan anak-anaknya di park).  Salah satu cara pemecahannya adalah dengan  memaksimalkan ruang terbuka hijau milik pribadi. Di manakah itu?  Di halaman  di sekitar rumah kita sendiri. Lahan sejengkal atau lebih itu bisa ditanami dengan pohon yang kita inginkan. Kalau ditanam di halaman sendiri pasti akan lebih terawat dan dijaga baik-baik,  apalagi kalau yang ditanam itu pohon buah, pasti dijaga  supaya berbuah banyak.  Efeknya yang tidak terlihat yaitu  menghasilkan oksigen dan menyerap polutan. Keuntungannya dobel kan. Malahan keuntungannya bisa lebih berlipat. Daun-daun pohon yang lebat itu bisa menghalangi sinar matahari, rumah pun jadi terasa sejuk, bisa mengundang kupu-kupu dan burung. Ah semakin asri deh.

Bagaimana di halamanku? Walau halaman kecil, tetapi masih cukup  untuk menanam  di pinggir jalan persis depan pagarku. Ada matoa (sudah 2 meter tingginya), apel (1 meter) dan  pernah ada pala yang kini sudah mati karena tak cocok dengan lingkungan dataran rendah. Tetapi lubang bekas tanaman pala itu akan segera digantikan dengan anakan alpukat yang tinggal menunggu saat tepat menanam.

Kalau tak punya cukup halaman jangan berkecil hati, bisa dengan tambulampot (tanaman buah dalam pot). Alhamdulillah tambulampot jeruk sambal  masih terus berproduksi untuk keperluan sehari-hari. Selain itu di halaman rumah yang terlantar tak pernah digubris pemiliknya di dekat kami sudah kami tanami dengan pohon mangga dan  pisang (walaupun masih cilik).

Jadi, pohon apa yang telah dan akan  anda tanam? Yuk, tanam pohon  sebanyak-banyaknya.

40 thoughts on “Banyak Pohon Banyak Rejeki

  1. niee berkata:

    Belom pernah nanem pohon bun.. Skrg masih tinggal di rumah ortu.. Disini seh pohonnya lebih dari dua pulih ada deh.. Gede gede semua pula.. Ntar punya rumah tanahnya kecil banget.. Mudah2an masih tetep bs nanem pohon deh yak..

  2. Ryan berkata:

    kalau di rumah sekarang sih ibu yang nanam. hehehe. dan gitu, memang kompleknya yang saya huni sebelahan sama sungai kecil yang kanan kirinya masih banyak pohon. kalau pagi berasa seger.
    tapi kalau siang… puanase…

    Mba… mana alamatmu… katanya mau kartu pos

  3. prih berkata:

    Setiap tarikan nafas kita perlu helaian daun penyedia oksigen, siip Mbak Monda gerakan menanamnya.
    Tak ada pohon, tanaman dalam pot pun jadi yah
    Selamat menanam pohon

  4. Arman berkata:

    gak nanem pohon sendiri sih secara gak punya halaman. hahaha. tapi malah enak kalo tinggal di condo begini, tamannya ada yang ngurusin, kita cuma menikmati aja buka jendela ngeliatin pohon2 dan bunga2…

  5. nengwie berkata:

    Karena halaman belakang kecil, cuma bisa nanem pohon Cherry dan Apel tp kangmas pengen nanem pohon Kesemek/Kaki pas semi nanti. Trs kalau semi ada pohon tomat, pohon cabe rawit, Kangkung eh kangkung bukan pohon yaah..?? Hehe…

  6. dani berkata:

    Baru tahu Mba Monda tentang hari menanam pohon ini. Di rumah kami ada pohon belimbing yang tinggal menunggu buahnya matang, pohon jambu biji yang buah kecilnya banyak sekali, ada jeruk nipis, sawo, delima sama kangkung yang merambat. Huehehehe..

  7. Faris berkata:

    Kalau di kampung halaman sana, sekitar rumah ada Durian dan dua kelapa yang dulu pas kecil ris tanam bersama Makdang(paman). Tinggi nya udah gak pernah ngitung lagi, udah sangat tinggi sih.. hehe

  8. ysalma berkata:

    Banyak pohon Kak, biar adem, tapi itu tadi, tempatnya ga ada😥
    Tempat potnya juga udah penuh.
    Setuju pohon itu menahan air dan mengeluarkan oksigen, semuanya sumber kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s