Day 24 : Your Favorite Documentary – The Silk Road

Sebenarnya agak jarang nonton film,  maksudnya nonton film ke bioskop gitu.  Malas keluar rumahnya, kecuali kalau pas bareng anak-anak. Paling sering nonton film itu ya di TV aja. Dan nonton itu juga biasanya sih nggak bisa sampai hafal dialog atau setting, ingatanku tentang itu hilang begitu saja  terbawa angin he..he.. Salut deh sama  yang bisa mengingat ditel film. Tapi ada  kok perkecualian.  Film yang bisa kuingat ditelnya  misalnya film Tabula Rasa.

Makanya mengikuti cerita teman-teman yang posting movie challenge selama sebulan itu bikin terengah-engah nggak bisa komentar. Aku lebih banyak nonton film dokumenter.  Di posting   joeyz14  dan  nyonyasepatu aku pernah  komentar tentang film dokumenter yang kusuka. Film dokumenter yang sangat berkesan  sampai saat ini yaitu The Silk Road dan film biologi kelautan karya Jacques Cousteau di TVRI dulu. Jadi ingin ikut urun cerita  sedikit, makanya ikut pakai judul yang sama, he..he… ujug-ujug  sudah hari ke 24 aja.

Film dokumenter The Silk Road itu dulu pernah  diputar di RCTI (stasiun ini di awal berdirinya tahun 80-an banyak putar film dokumenter bagus). The Silk Road itu diputar  setiap Sabtu atau Minggu  siang. Film ini selalu aku dan almarhum papaku tunggu, bahkan kami saling mengingatkan kalau film sudah dimulai. Nonton film dokumenter itu jadi semacam “our time” buat kami. Memang, di antara saudaraku tampaknya aku yang paling banyak punya minat sama dengan beliau (yang menuruni cinta museum dan sejarah dari beliau ya juga cuma aku sendiri saja).

The Silk Road itu produksi dari NHK, Jepang. Film dokumenter ini menapak-tilasi jalur perdagangan darat pada jaman dahulu yang melintasi benua Asia hingga ke barat.  Panjang jalur ini lebih kurang 6000 kilometer.  Jalur ini mulai ada sejak Sebelum Masehi (206 BC – 220 AD) dan komoditas yang dibawa yaitu salah satunya sutra. Transportasi tentu saja mengandalkan kuda dan unta. Membayangkan kehidupan masa lalu, pastinya mereka yang sanggup menjelajahi Jalur Sutra itu orang-orang yang sangat luar biasa tangguhnya.

Tembok Besar Cina kabarnya pun dibangun untuk melindungi jalur perdagangan ini. Selain perdagangan, Jalur Sutra pun merupakan cara untuk penyebaran agama dan penyakit.

Sumber : Wikipedia

Di Youtube kulihat sudah ada rekamannya, ada 12 episode.  Napak tilas melewati daerah Asia Tengah dan Eropa Timur. Daerah yang selama ini jarang tampil di media, melewati jalan sulit dan bertemu budaya dan orang-orang peralihan Timur dan Barat (wanitanya cantik luar biasa hi..hi..)  sangatlah mengesankan. Pokoknya menonton film dokumenter ini sangat membuka wawasan deh,  serasa ingin ikut berpetualang di sana.

Theme film dokumenter ini diisi oleh Kitaro, salah satu musisi favoritku. Ilustrasi yang indah dan film yang apik komplit deh bikin film ini tak terlupakan.

 

 

26 thoughts on “Day 24 : Your Favorite Documentary – The Silk Road

  1. niee berkata:

    Kayaknya keren bun filmnya.. Bgw,, aku juga bukan tipe orang pengingat detail loh bun.. Makanya gak pernah inget jalan jakarta… Hahaha..

  2. bintangtimur berkata:

    Saya termasuk jarang nonton film dokumenter, entah kenapa, mungkin karena belum ‘kebetulan’ ketemu yang bagus ya, mbak…bayangan saya tentang film dokumenter itu, pasti aja G30S/PKI…haduuuh😦

  3. bintangtimur berkata:

    Saya belum pernah nonton film ini kayaknya, mbak…kalo baca tulisan mbak Monda ini kayaknya keren ya, penasaraaaan….
    Tentang film, sebenernya saya termasuk hobby nonton juga, tapi sekarang lebih sering lewat TV kabel karena nggak perlu repot ganti baju dan dandan. Hehe, sekali-kali bolehlah ke bioskop kalo ada film yang direkomendasikan, kayak waktu film Annabel beberapa bulan lalu itu, saya nonton berdua Risa di bioskop lo, mbak…sereeeem😦

  4. dani berkata:

    kirain ikutan challengenya Mba Monda. Hihihi.
    The Silk road emang bagus. Saya juga dulu lihat dan banyak ngangguk-ngangguk. Soalnya waktu diceritain di sekolah pelajaran sejarah sama sekali gak masuk. Huehehehehe

  5. bemzkyyeye berkata:

    Aku juga suka film Tabula Rasa, dr mulai mereka syuting, aku udah ikutin, sempet dpt kaos nya juga *pamer* hahahaha

  6. prih berkata:

    Termasuk jarang sekali nonton film, Mbak. Untuk film dokumenter tertentu yang ‘gue banget’ beneran rasanya nempel. Apresiasi untuk pekerjaan sutradara yang membuat yang sekelebat itu jadi berefek lama di ingatan pemirsa.
    Salam

  7. mandor berkata:

    Silk road, saya juga melihatnya bunda. Untuk film dokumenter bagi saya tidak membosankan. Pengennya nonton terus karena mendapatkan pengetahuan lebih

    • MS berkata:

      jadi ingat deh …, banyak juga posting di blog ini yg terinspirasi dari dokumenter
      banyak hal baru yg kita dpt dari doku ya

      • nengwie berkata:

        Wajah ingat banget tapi menghapal nama…?? Haduuuh menyedihkan edaaa…. paling malu, kalau ada yg tiba2 nyapa nama saya, trs saya masih kebingungan nginget namanya… :((

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s