A Self Reflection

Tahun ini blog tak banyak kuisi, terbanyak hanya unggah foto dan kasih komentar sedikit, sekedar agar tak lupa total pada blog. Dari yang sedikit itu ada posting berkesan   Red and White Flower, Cara Mudah Belajar Biologi, banyak yang bisa kuingat dan jadi refleksi diri.

Dahlia

Seorang ibu rasanya tak mudah untuk pergi sendiri tanpa keluarga. Bukan karena tak diijinkan, tetapi di manapun keluarga tetap ada di pikiran. Demi silaturahmi keluarga beri ijin buat sang bunda menghadiri acara pernikahan sahabat di tempat yang jauh, di Bukittinggi. Dari peristiwa ini ada banyak hal yang kusyukuri, selain dapat ijin pergi, bisa kopdar dan silaturahmi dengan teman-teman blogger,  aku juga  merasa dicintai. Ananda yang tak pernah mengucapkan sayangnya bilang “I feel empty kalau nggak ada mama”.

Lokasi tempatku melihat bunga dahlia ini adalah sebuah desa yang cantik di Ranah Minang, desa almarhumah neneknya Inon. Perjalanan ke kampung juga sebuah pengalaman berkesan, karena selain berkeliling kampung aku juga bisa lihat kekerabatan yang erat, saudara-saudara Inon yang datang berkumpul menyambutnya. Tujuan pulang kampung sebetulnya ingin menziarahi kubur nenek, tapi karena waktu yang sempit Inon hanya mengaji di kamar nenek, dari manapun insya Allah doa aka sampai pada almarhumah. Satu lagi yang kupelajari, walau jauh merantau akar kita masih ada di kampung, tak bisa begitu saja menghilangkan akar.

Tulisan tentang bunga Dahlia oleh-oleh perjalanan dari Bukittinggi kurasa masih banyak kekurangan, tak lengkap. Dahlia (Dahlia pinnata) yang kukira kata  Indonesia, ternyata dalam bahasa asing pun nama bunga itu tetap dahlia. Dahlia  selain flora identitas kota Bukittinggi juga sebagai tanaman nasional Mexico. Sekuntum bunga Dahlia yang mempunya dua warna berbeda adalah contoh nyata dari Hukum Segregasi Mendel (pelajaran Biologi SMP) yang bunyinya “Hukum segregasi bebas menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin), kedua gen induk (Parent) yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya”  (sumber : Wikipedia). Foto bunga Dahlia ini bisa jadi tambahan nyata  contoh hukum Mendel selain kacang kisut.

Menulis di blog itu buatku seperti sebuah kesenangan tersendiri. Saat menuliskan sesuatu pikiran diminta aktif mengingat apa yang berkesan, memilah antara yang pantas atau tabu  ditulis, mencari tambahan data, apalagi ditambah dengan diskusi dengan blogger lain. Pikiran bisa teralihkan dari beban rasa marah atau sedih, walau aku tak mau mencurahkan perasaan di blog.

Salah satu konten yang banyak ditemui di blog ini adalah tentang flora. Meski ada  komentar blog kok diisi cerita tentang tanaman, aku tetap jalan terus karena aku suka biologi, aku suka melihat bukti kebesaran Sang Pencipta, aku suka menghafal nama-nama bahasa Latin yang terdengar merdu. Menuliskan kesenangan sendiri membuat sangat menikmati proses menulis.  Terbukti tulisan  di blog  bisa membantu anak-anak belajar. Alhamdulillah jika ada anak lain yang kelak akan terbantu dengan tulisanku.

 

“Postingan ini diikut sertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blog The Ordinary Trainer”

30 thoughts on “A Self Reflection

  1. nh18 berkata:

    Saya datang dan sudah membaca “Self Reflection” di blog ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut lomba saya ya
    Semoga sukses

    Salam saya
    #79

  2. SITI FATIMAH AHMAD berkata:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda…

    Mempelajari sesuatu yang menambah ilmu kita memperlihatkan betapa berkuasanya Allah SWT di alam nyata ini. Apa sahaja yang menjadi keanehan kepada kita mempunyai hikmah untuk diabadikan dalam pembelajaran yang semakin mendekatkan kita kepada Yang Maha Pencipta. Semoga sukses dalam lombanya, mbak. Saya doain dari jauh.

    Salam manis di penghujung pekan dari Sarikei, Sarawak.🙂

  3. prih berkata:

    Merasakan spirit saat Mbak bersama Bunda Ly, Jeng Titiek dan Inon menghadiri pernikahan Uni Adel.
    Blog jadi bagian potret diri, bila dari tumbuhan yang diam ada pembelajaran dan kita senang menulisnya jadilah….[pembelaan ala tukang kebun hehe…]
    Selamat meramaikan GA Om NH ya mbak.

  4. zilko berkata:

    Setuju, konten yang ditulis di blog tentu harus sesuatu yang disukai dan dinikmati si empunya blog ya. Untuk apa menulis blog kalau yang dituliskan itu tidak disukai, hehehe🙂 .

  5. dani berkata:

    Wahwaaaah. Mba Monda juga ikutan. Huehehehe. Peserta giveaway om NH pasti blogger kondang dengan tulisan berbobot semua nih. Saya kok jadi malu ya bikin postingannya kayak yang saya ikutkan. Huhuhu. Bagus Mba postingannya njenengan. Semoga sukses dan jadi salah satu pemenang nggih Mba.🙂 *selain saya*. Saya buka dulu postingan yang njenengan pilih.🙂

  6. zaki19482 berkata:

    Tulisan seorang naturalis alias suka tanaman. Bukittinggi kota yang cantik. Saya suka pasar atas kemudian makan nasi kapau disana. Esoknya ke danau Singkarak beli ikan bilis🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s