Standar Ganda Emak

IMG_4180-0.JPG

Standar ganda sebagai apa? Bukan mau bahas yang serius kok, hanya standar ganda seorang emak sebagai penumpang angkutan umum. Nggak nyari contoh jauh-jauh , ini pengalaman sendiri.

Berdiri di angkutan umum saat jam sibuk bukan hal yang aneh. Bus TJ dan kereta api commuter line penuh sesak itu sudah biasa. Makanya emak yang nggak kuat berdiri lama itu harus cari cara berkelit supaya bisa dapat tempat duduk yang nyaman. Dulu temanku bawa kursi lipat kecil (tapi sekarang nggak boleh duduk atau jongkok di lantai kereta, dimarahi sama petugas), PC beberapa menit (biarin deh uang tunjangan dipotong), atau naik kereta ke stasiun sebelumnya barulah berpindah lagi naik kereta ke arah pulang.

Gerbong khusus wanita bukan pilihanku, susah banget dapat kursi di sini, lebih suka di gerbong campuran , karena ada aja bapak-bapak atau anak muda yang kasihan sama emak-emak dan memberikan kursinya kepadaku. Nah tuh udah dikasih privilege malah nggak mau, standar ganda pertama.

Untuk pernalanan jarak jauh kursi jadi incaran, kebalikannya untuk jarak dekat, aku orangnya sok jual mahal. Standar ganda kedua deh . Kalau cuma 3-5 halte atau stasiun masih sanggup berdiri. Tawaran kursi sering kutolak kalau datangnya dari anak sekolah. Kasihan lihat mereka yang berangkat sekolah lebih pagi dariku, belum lagi lihat tas ranselnya yang segede gaban. Terbayang anak sendiri jadinya. Anak sekolah itu kan berangkatnya pagi, jam 6.30 sudah masuk, kalau rumahnya di pinggiran pastilah dia berangkat lebih pagi dariku. Biarlah dia istirahat, mana tau sampai rumah harus buat PR.

Pernah kondektur bis Trans Jakarta berniat mencarikan kursi untukku, tapi lagi-lagi aku tolak. Dia heran “yakin nih bu (nggak mau tempat duduk) ?”. Dalam hati aku sedikit ngedumel wah apa tampilanku sudah jompo ya, sampai si abang kasihan begitu lihat aku berdiri wk..wk…. Nggak rela bang…, aku kan masih mudaaa…. Ya gitu deh sifat emak sepertiku, diistimewakan nggak mau, nggak diistimewakan malah ntar juga ngomel-ngomel pegal.

37 thoughts on “Standar Ganda Emak

  1. Asep Haryono berkata:

    Hehehe ini menarik juga ya. Soalnya ini penafsirannya aja yang berbeda. Salah paham bisa jadi. Maksud hati membungkuk di depan orang tua maksudnya hormat, malah dikira meledek orang tua. Maksud hati menawarkan kursi, dianggap diperlakukan sebagai orang tua jompo. Saya rasa ini salah paham saja. Misunderstanding

  2. SITI FATIMAH AHMAD berkata:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda… Bener mbak, kalau di gerbong wanita selalunya kita pentingkan diri sendiri kerana sudah tidak ada pesaing. Malah kerusi untuk ibu hamil, orang tua, kanak-kanak dan kurang upaya juga sudah sedia ada. Maka secara otomatisnya kita tidak susah2 menyuruh orang lain duduk di tempat kita kecuali masih ada 4 golongan tadi. Maka dipersilakan mereka duduk dan didahulukan. Salam manis dari Sarikei, Sarawak.🙂

  3. Zizy Damanik berkata:

    Hahah…. Aku juga sama sih. Kalau menurutku masih dekat ya gpp, aku masih bisa berdiri. Betullah, kasihan anak-anak sekolah itu.
    Dan setuju, gerbong wanita itu lebih kejam. Jadi lebih baik di tempat campur saja.

  4. Lidya berkata:

    kirain tadi motor bun🙂 aku gak bisa masang standar ganda soalnya. Kalau naik kendaraan umum tergantung jarak juga bun saya kalau dekat ya kuat2 aja berdiri

  5. Orin berkata:

    Tapi iya Bun, di gerbong khusus wanita pasti ga bakalan dapet tempat duduk deh, aku sering liat ibu2 yg sepuh pun berdiri aja, mbak-mbak yg dapet kursi pada bobo😦

  6. bintangtimur berkata:

    Hihihihi…iya mbak, emak-emak kayak kita ini memang suka rempong, diistimewakan suka nggak mau karena gengsi atau kasihan sama orang lain, tapi kalo dicuekin malah jadi sebel…bener-bener standar ganda!😀

  7. aqied berkata:

    kalo naik bus jurusan surabaya jogja, selalu ada yang kasih aku kursi. dan selalu terharu. skarang uda setahunan lebih jarang naik kendaraan umum

  8. prih berkata:

    Standar ganda khas emak di modus transportasi… paling nyaman saat turun dari bus, kenek teriak anggur anggur…[orang tua] …. kode buat sopir agar tak langsung tancap gas hehe…

  9. bemzkyyeye berkata:

    Aku katro bgt deh klo kereta. Aku naek kereta bisa diitung brp kali. Lbh milih ngojek. Dulu pernah di todong di bis, jd trauma nya melebar kemana2 deh hiks

    Wkt aku naek kereta sm tmn ku dan kita duduknya bkn di gerbong cewek, kita jg dikasih duduk sm mas2 gt, tp kita ga mau krn mas2 nya abis belanja gt, bawa barang banyak, manalah kita tega hehehhehee

  10. Emaknya Benjamin berkata:

    Kak Monda itu foto stasiun sawah besar bukan ya?, dulu klo aku mau kuliah selalu naik dr situ. Trus apakah stasiun Juanda masih cat briu?, cikini dan gondangdia cat kuning? aku masih ingat warna catnya haha.

      • Niee berkata:

        Juanda masih cat biru deh.. Kemaren baru lihat soalnya.. Klo gondangdia tahun lalu seh masih cat kuning.. Aaahh.. Emang seru ya naek kereta itu.. Aku aja suka. Klo ke jakarta lebih suka pake TJ sama kereta seh sebelum punya anak..

        Btw bun kok gaya tulisannya terasa beda yak.. Kirain yg nulis orang lain

  11. joeyz14 berkata:

    hahahaha ini emak2 super namanya. Aku ga kuat berdiri kalo lama2 da… makanya sering mau pingsan kalo di bis *seroiously* darah rendah katanta sih. syukurlah sekarang ketempat kerja naik motor…

  12. syifna berkata:

    Mba, itu photo di stasiun sawah besar bukan ? hehehe soalnya aku naik dan turun dari stasiun sawah besar🙂
    Iya dulu aku juga sering bawa kursi lipat sekarang nggak boleh pake kursi lipat lagi di dalam kereta😦 dan sama, akupun nggak suka duduk di gerbong wanita, karena nggak bisa gantian duduk hihihi mending pilih gerbong campuran karena pastinya ada anak muda yang mau gantian kasih duduk🙂

      • syifna berkata:

        tapi warna cat stasiun juanda dan sawah besar kan beda mba hehehe, juanda indentik dgn biru🙂
        hayooo mba kalau pulang jam brp ? Syifna selalu jam 16.30 hehehe

  13. dani berkata:

    Huehehehehe. Sama Mba Monda. Standar ganda emang ga bisa diilangin. Cuma bisa diminimalkan. Saya lagi terusterusan ngingetin diri terutama pas nyetir nih. Huehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s