Tentang Foto

IMG_6453.JPG

Buat posting di blog ini tanpa pajang foto-foto itu menurutku nggak lengkap, sok gaya bangret ya, padahal ilmu fotografi nggak punya sama sekali. Rajin foto niatnya masih sekedar untuk pelengkap posting, walau foto-foto di luar sana banyak yang cakep, tapi memang nggak ada waktu buat cari. Foto yang ada bahkan kadang-kadang malah bisa memancing ide posting.

Alat yang kupakai cuma smartphone saja. Iya lho pakai smartphone itu gampang banget buatku, nggak perlu setting, nggak perlu tukar lensa, ringan nggak membebani pundak. Dan yang terpenting adalah siap pakai, kapan saja ada momen bisa langsung jepret. Aku juga termasuk orang yang hampir tak pernah edit foto, hanya cropping, bikin kolase, resize atau dikasih penanda. Kelebihan lainnya foto dari smartphone bisa langsung diunggah ke posting. Aku jarang juga sih duduk depan komputer, pekerjaanku yang menuntut itu, harus langsung berhadapan dengan manusia (belum ada sih ilmu tele-extraction alias cabut gigi jarak jauh he..he…)

Buat foto dengan telepon genggam sekarang jadi punya istilah sendiri, Phoneography atau yang lebih spesifik menyebut merk, Iphoneography. Sering mengambil foto orang lain secara sembunyi membuatku kadang parno. Kalau ada orang lain yang foto aku dalam pakaian dinas naik ojek tanpa helm dan diunggah ke media, aku kan malu he..he.. Jadinya aku harus lebih disiplin di mana pun dong ya.

Ada cerita unik dari perjalananku ke Tarusan Kamang. Aku dan teman-teman blogger mampir ke sebuah rumah bagonjong. Kami diajak masuk ke dalam, minta ijin buat foto rumah dan pemiliknya dan dipajang di blog. Nggak disangka beberapa bulan kemudian ada seorang blogger tak kukenal yang mengaku bahwa si ibu pemilik rumah adalah kerabatnya. Dunia yang kecil sekali ya… Makanya aku sekarang jadi sungkan foto tampak wajah seseorang, menghindari efeknya kemudian hari sih. Toh semua orang punya privasi masing-masing.

11 thoughts on “Tentang Foto

  1. prih berkata:

    Idem mbak….nyelipin foto di postingan. Selalu sulit bercerita runut dalam jalinan kata. Kehati-hatian mbak Monda mengunggah foto wajah sangat terasa koq.

  2. jampang berkata:

    kalau ada yang cocok dengan tema, biasanya pake foto dari koleksi. kalau nggak ada ya cari yang free.

    emang, tanpa gambar serasa postingan ada yang kurang😀

  3. Messa berkata:

    Kalau utk belajar saja, atau tidak untuk diunggah di ranah publik, tapi juga bukan untuk keperluan komersil, gpp keknya kak motret manusia kelihatan wajahnya. Namanya pun belajar😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s