Serenity at Campus UI

IMG_5001.JPG

IMG_4998.JPG.

Memancing butuh ketenangan, keheningan dan kesabaran menunggu umpan dimakan ikan. Serenity is needed when fishing. Itu anggapan kita selama ini.

Week-end lalu karena ada keperluan di sekitar Depok akhirnya kami mampir ke kampus UI sekalian mau makan siang di sebuah restoran ala Sunda yang ada di sana. Karena restoran penuh dan tak betah antri kami pindah ke tempat lain saja dan sebelumnya keliling kampus dulu.

Jalan di kampus UI itu menyenangkan. Kampus yang luas ini ditanami aneka jenis pohon yang kini sudah tumbuh besar dan rindang. Penanaman ratusan pohon di kampus UI ini juga dimaksudkan sebagai Hutan Kota, sebagai paru-paru kota. Saat itu puluhan pohon matoa yang berjajar rapi di tepi jalan utama sedang berbuah lebat. Buah yang masih hijau itu menyeruak dari balik daun-daun matoa yang besar menjanjikan panen yang cukup banyak. Masa panen tiba nanti buahnya pasti jadi rebutan banyak orang. Ingin tahu buah matoa boleh dipetik masyarakat atau buah itu juga sebagai aset kampus?

IMG_4995.JPG

IMG_4999.JPG

Di kompleks kampus Universitas Indonesia ini ada 6 buah danau yang dinamai dengan nama tumbuh-tumbuhan. Danau buatan yang dangkal ini terbukti dari airnya keruh kehijauan, dibuat sebagai daerah resapan air. Kami menepi di satu danau yang berdekatan dengan Masjid Kampus. Mungkin ini danau Kenanga, tak terlihat petunjuknya. Memang katanya ke enam danau ini diberi nama dengan nama tumbuh-tumbuhan. Inisial nama ke 6 danau itu membentuk kata KAMPUS yaitu kenanga, aghatis, mahoni, puspa, ulin dan salam.

Di tepi danau ini berjajar puluhan pemancing, begitu banyaknya peserta yang duduk dari ujung ke ujung, hingga jarak antar mereka begitu dekatnya. Bahkan ada yang mendapat tempat di pojokan yang penuh sampah ngambang, tapi tetap lho memasang kailnya di situ. Mereka bilang di sana banyak mujair. Tapi tak hanya mujair, umpan di kail pun sering dimakan ikan sapu-sapu. Nah kalau dapat ikan sapu-sapu mereka langsung buang. Ikan sapu-sapu bukan dibuang kembali ke danau tetapi dilempar ke rerumputan. Akibatnya jika berjalan di tepi danau itu harus hati-hati agar tak terinjak bangkai sapu-sapu dan aneka sampah lainnya. Bau bangkai ikan cukup menyengat, herannya bau ini tak mengganggu para pemancing atau pun keluarga yang menemani duduk di bawah pohon.

Danau-danau ini mulai ditimbuni sampah yang terbawa aliran air dari sungai di sekitar atau selokan. Sampah rumah tangga atau sampah pasar terdampar di danau. Danau pernah dibersihkan anggota TNI, tapi kini mulai banyak lagi sampahnya. Kurasa jika areal kampus dimaksudkan juga sebagai area rekreasi warga, perlu aturan sendiri dan penambahan fasilitas tempat sampah supaya danau dan kawasannya tetap bersih dan asri.

Iklan

44 thoughts on “Serenity at Campus UI

  1. Ni Made Sri Andani berkata:

    hi hi hi..aku kok nggakngeh kalau ternyata danaunya ada sebanyak itu di sana ya? Kupikir satu tapi memanjang dan dibelah belah… he he. Tapi menyenangkan memang berada di sekitar kampus UI Depok itu ya Mbak..

    • MS berkata:

      adem asri dan kyaknya perasaan juga jadi enteng deh..
      cuma aku belum perhatikan ada burung2 mbak
      musti datang lebih pagi mungkin

  2. dani berkata:

    Saya belom pernah secara seksama berkeliling kampus UI Mba Monda. Kayaknya masyarakat kita memang masih butuh aturan dan penegakan aturannya secara tegas ya Mba.

      • Gara berkata:

        Iya, kalau di MM mereka memang mancing buat hobi jadi ikan yang tidak mereka perlukan bisa di-release lagi. Sayang banget melihat ikan yang tak bersalah jadi korban :huhu.

  3. ded berkata:

    Wah untung saya baca postingan ini mb
    Saya jadi tau bahwa nama danau2 itu adalah KAMPUS…

    Iya sayang ya mb, negara kita yg sebagian besar muslim belum bisa menerapkan dan mengamalkan kebersihan adalah sebagian dr iman.

    Kalimat tsb baru sekedar pemanis saja, belum pada tahap aplikasinya dlm kehidupan sehari2

    • MS berkata:

      terima kasih mbak
      memang nyaman banget di sini mbak, jalannya mulus, banyak pojon rindang.., jadi banyak angin kan semakin nyaman mancingnya

  4. vizon berkata:

    Aku tidak suka mancing, hehe…
    Tapi benar, mancing itu butuh ketenangan, kalau berisik, bisa-bisa ikannya pada kabur.. 🙂

  5. Ryan berkata:

    Resto Mang Ngking memang katanya ramai banget ya mba. Ada temen ngajak ke sana belum kesampaian sampai sekarang.

    Itu napa dibuang ke rerumputan. Kenapa gak dilempar balik? Kan ada fungsinya juga ikan itu di kolam. Hiks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s