Demam Batu Akik

IMG_4942.JPG

Belakangan ini trend batu akik menggeliat lagi. Semakin banyak orang memakai cincin bermata batu mulia tersebut. Tak cukup satu, hampir semua jarinya dipasangkan cincin. Kadang sambil ngobrol tangannya tak henti menggosok batu cincin dengan kertas poles. Topik obrolan juga soal batu. Pedagang batu akik pun muncul di mana-mana, buka kios atau hanya gelar dagangan di tanah.

Ada sebuah jalan yang cuma sepelemparan batu dari Istana Presiden, masih terhitung satu kecamatan dengan istana, jalan Batu Tulis. Sepotong jalan itu jadi tempat berkumpulnya los pedagang jam dan batu cincin. Jumlahnya tak banyak, kalau tak salah tak sampai 20 kios. Daerah ini sudah lama menampung para pedagang tersebut, dan sejak maraknya demam batu akik tempat ini semakin ramai.

Suatu kali aku ikut teman yang ingin lihat batu mulia yang ada di sana. Aku nggak ngerti sih batu yang berharga itu seperti apa, aku cuma bisa lihat keindahan warnanya, tapi kudengar ada yang bernama batu bacan (yang harganya selangit bisa sampai puluhan juta rupiah, makin banyak dicari setelah dimiliki oleh mantan presiden), batu kalimaya, dll. Pedagang menyediakan batu yang sudah diasah, bongkahan batu mentah, rangka cincin dan leontin.

IMG_4928.JPG

IMG_4938.JPG

Di depan deretan kios itu ada seorang bapak yang membuka usaha penyepuhan. Asyik juga melihat si bapak yang saat itu sedang membersihkan emblem milik seorang satpam. Lama memperhatikan akhirnya aku ikut juga ingin tahu proses penyepuhan itu.

Kulepaskan Bros Pinto Aceh dari kerudungku. Bros dicuci dengan lerak, sejenis buah yang biasa dipakai untuk mencuci batik karena buah ini mengeluarkan busa yang lembut. Ada dua gelas berisi larutan dengan dua warna berbeda. Setelah bersih bros dicelupkan ke dalam larutan berisi lempeng tembaga tipis yang dialiri listrik lemah. Tak lama bros dipindahkan ke cairan kedua. Hasil akhirnya bros kembali berwarna lebih cerah.

IMG_5097.PNG

Tak jauh dari deretan kios ini ada sebuah kantor yang mengeluarkan sertifikat keaslian batu. Tentu saja setelah diuji di laboratorium, akan bisa dilihat antara batu asli atau batu sintetis. Ternyata batu mulia juga bisa dipalsukan, hal yang baru bagiku, di pasaran banyak tipuan semacam ini, lebih baik berhati-hati jika ingin ikut trend.

48 thoughts on “Demam Batu Akik

  1. yogisaputro berkata:

    Saya baru berkunjung ke blog ini. Tulisannya informatif, dan kebetulan theme nya sama🙂

    Belum lama ini, anak-anak SD kelas 6 yang saya ajar (terutama laki-laki) sebagian besar memakai cincin batu akik. Saya sampai geleng-geleng sendiri.

  2. Sondha Siregar berkata:

    di sini pun ramai kali yang sibuk dengan batu..
    heran liatnya…
    bahkan di kantor, setelah apel pagi, para bapak2 ngumpul, ngeriung ngomongin battu cincin…
    ada juga teman yang pegawai di kantor jd punya professi tambahan, pedagang batu akik..😀
    saat ke belitung bulan desember lalu, aku sempat juga nemenin para boss ke pengrajin batu satam, batu berharga khas belitung, sejenis meteorit yang telah terpendam ribuan tahun.. Harga sepoteknya bisa ratusan ribu..
    ada juga batu krypton (nama planet asal superman) yg wrnanya hijau..
    1/4 potek pun harganya sudah 5 juta…
    hadeeuuuhhhh….
    Pusing barbie…😀

  3. dey berkata:

    Se Indonesia Raya kayaknya sedang deman batu akik ya Mbak, hehehe

    Soalnya pernah liat di pinggir jalan, ada yg jualan batu masih bongkahan gitu. Padahal biasanya di jalan itu ngga pernah ada yg jual.

  4. ina berkata:

    iya….ini kenapa ngga bapak-bapak, om-om, sampe adek-adek gaul lagi pada demen pake batu akik, lha…suami juga sekarang jualan batu juga…hahaha…baiklah Bang untungnya buat beliin aku berlian yaak!…haha

    • MS berkata:

      batu dari Kalimantan kan emang terkenal dari dulu ya…., banyak banget di sana kan, sp oleh2 dari sana juga orang bawa gelang atau kalung batu

  5. Indah Susanti berkata:

    Wah, dulu ada kenalan orang Belanda yang suka banget sama batu akik gitu. Dia bolak-balik ke Indonesia buat koleksi batu-batu akik gitu. Terimakasih info-nya ya Mbak..Jadi mau cek batu-batu akik sekarang..

  6. prih berkata:

    Bros pinto Aceh pun jadi bersinar kembali ya Mbak.
    Demam batu akik yang pasang surut sepanjang masa, saya blas tidak mampu mengenali keaslian batu mulia.
    Salam

    • MS berkata:

      mungkin karena ada aja yg berani beli batu dgn harga tinggi, jadj spekulasi deh
      kurasa ini seperti dulu saat trend anthurium, harga tanaman ini bisa melambung tinggi dgn cepat.., tapi toh akhirnya surut lagi

  7. dani berkata:

    Ini komennya OOT Mba Monda tapi saya baca kok postingannya. hehehe.
    Pas di Lampug kemaren saya tiba-tiba dikasih aja batu sekepalan tangan warna ijo. Belom ngeh maksudnya apa temen saya bilang: “kalo mau kamu bawa aja mas, bayarnya bisa kapan-kapan kalo dah laku..” pas saya tanya berapa dengan lempengnya temen saya jawab: “dua ratus juta”
    hahahaha. langsung saya balikin.😛

    • MS berkata:

      banyak orang spekulasi ya..
      dengar harga batu tinggi semua orang pengen dapat untung juga
      aku rasa ini cuma sesaatlah .., nggak akan lama he..he..

  8. Allisa Yustica Krones berkata:

    Sama kak, di sini juga lagi ramee banget sama batu akik. Kalo kak Monda masih inget sama Cinde, nah di jalan itulah skrg tiap hari banyak orang ngumpul di sepanjang trotoar buat bertransaksi batu akik. Demamnya sampe ke kantor, bapak2 pada ngumpul cuma buat obrolin si batu😀

    • MS berkata:

      ingat Cinde.., seluruh Indonesia ya demam batu

      di tempatku juga mulai dari OB sp bos2 demam pake dan ngobrolin batu..
      aku dikasih lihat link yg jual2 batu .., ampun deh ada yg seharga mobil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s